
Beberapa hari kemudian, kedua orang itu langsung pergi menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar mengenai Alice yang sudah sadarkan diri. Kabir tentu saja tak tinggal diam dan langsung mengikutinya Veer setelah ditelpon oleh Raj. Mereka akhirnya sampai di depan ruangan Alice, dimana sungguh Veer merasa cemas saat ini apakah Alice akan melupakan dirinya dan kembali lagi pada Kabir. Tentu saja Veer sudah mengetahuinya karena mereka sempat saling adu mulut dan membongkar rahasia masing-masing.
"Kau terlalu lama!"
"Kalau begitu kenapa bukan kau saja yang masuk duluan?"
"Kenapa? Kau cemas juga kan? Dasar!"
"Minggir!" akhirnya Veer duluan melangkahkan kakinya terlihat sosok cantik itu telah bangun dan sedang duduk sambil memakan buah anggur yang disediakan.
Mendengar ada langkah kaki yang mendekat, sosok itu mulai berpaling dan melihat Veer yang mendekat ke arahnya, dan Veer seketika terdiam melihat wajah Alice yang memandangi dirinya. Keduanya saling terdiam dan hanya saling menatap tak ada yang bicara satupun, begitu juga dengan Kabir yang mendekat dan melihat Alice yang sebenarnya adalah Eisha nya yang telah menghilang dan melupakan dirinya.
__ADS_1
"Hai!" hanya itu yang bisa keluar dari mulut keduanya bersamaan dan Alice masih saja terdiam dan merespon apapun.
"Aku... aku... a..."
"Dokter Veer, benarkan?" ujar Alice membuat wajah Veer berubah ada perasaan senang ketika ia mendengarnya.
"Alice... kau..."
"Tentu saja aku ingat, aku tidak mungkin lupa!" ujar Alice membuat Veer tidak kaku lagi dan mendekat ke arahnya.
Sebaiknya aku pergi, mungkin memang Eisha sudah tiada. Hanya ada Alice sekarang, lagipula aku rasa pria hijau itu tidak buruk, ia bisa menjaga Eisha lebih baik dariku. Kabir mulai melangkahkan kakinya menuju keluar dengan air mata yang mulai mengalir, sakit, sedih dan terluka semuanya bercampur aduk saat ini. Harapannya pupus untuk kembali merangkai kisah mereka kembali.
__ADS_1
"Mau kemana?" suara itu membuat langkah Kabir terhenti di depan pintu yang sudah siap untuk dibuka.
"Tidak merindukanku? A... Adnan?" sontak saja hal itu membuat dirinya kaku seketika dan tak dapat berpikir apapun sekarang, apa ia tidak salah dengar. Hatinya bersorak ria namun, tubuhnya tak dapat digerakkan dan membuat ia sepertinya manekin bodoh yang membuat Veer tertawa. Alice melihat Veer dan pria itu membalasnya dengan senyuman dan tak lama ia membantu Kabir menuju tempat Alice.
"Bodoh!" ujar Veer yang tentu saja terdengar oleh Kabir, namun pria itu tak bisa membalasnya karena saat ini ia berhadapan dengan Alice atau Eisha gadis kacamatanya.
"Adnan..." tangan kekar itu langsung memeluk tubuh yang ia selalu impikan meksipun ia melupakannya sesaat. Mereka saling berpelukan melepas rindu dan hal itu dilihat oleh Veer dengan ekspresi campur aduk. Pria itu mencoba mengiklaskan wanita yang ia tolong kembali ke masa lalunya. Perkataan Sid terngiang-ngiang di kepalanya, sahabatnya itu meminta pemikiran dewasa sekali.
Sejak awal bahkan kau juga tau Veer, bahwasanya Alice tidak bisa melihatmu sebagai seorang pria dewasa, melainkan sebagai seorang kakak dimatanya yang melindungi dan selalu ada untuknya. Meskipun ia belum mengatakan tidak atau iya, tapi aku yakin ia tidak bisa menerima dirimu.
Aku bingung saat itu, kenapa aku tidak bisa masuk kedalam hatinya, padahal aku sudah berusaha mengetuk dan melakukan apapun untuk masuk ke hatinya. Tenyata sejak awal sudah ada yang mengisinya meskipun sosok itu tidak tampak tapi ia sudah ada disana. Batin Veer melihat keduanya.
__ADS_1
Siapa yang mau peluk babang Veer, siapa ya jodohnya kira-kira?
Mendekati ending, ikuti terus ya dan jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️😘