Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Dimana Alice?


__ADS_3

Alice tidak mengerti kenapa Kabir masih berada disini dan tidak mengeluhkan masalah apapun padanya, pria itu tak terlihat marah, kesal atupun berteriak. Ia hanya diam dan tersenyum manis yang membuat Alice geli sekaligus kesal melihatnya.


Sudah hampir 2 minggu Alice membuat rencana yang seharusnya sudah mendepak pria itu dari sana dan tidak akan kembali lagi. Seperti sekarang, ia sudah memberikan cabe yang pedas dan menambahkan banyak garam agar keasinan. Dan Kabir pasti akan membuangnya atau memarahinya, tapi dugaannya salah, karena Kabir memakan habis makanan itu membuat Alice tak menduganya dan berpikir apa lidahnya mati rasa.


"Enak sekali!" ujar Kabir membuat Alice menganga lebar.


"Kau tidak makan?" tanya Kabir dengan Alice yang masih menganga lebar.


"Helloo?" ujar Kabir sambil melambaikan tangan dan membuat Alice tersadar.


"Kau menyukainya?" tanya balik Alice.


"Kau tidak lihat?"


"Tapi..."


"Atau kau mencampurkan sesuatu?" yang membuat Alice langsung sedikit panik.


"Mana mungkin aku..."


"Uhuk! Uhuk!" Kabir terbatuk-batuk dan mengalami sesak napas yang membuat Alice panik dan segera berdiri membantu Kabir.


"Ada apa? Kau baik-baik saja?"

__ADS_1


"Apa yang kau masukkan ke makananku! Uhuk..."


"Maaf, aku tidak sengaja melakukannya supaya kau segera angkat kaki darisini, aku akan mengambil obat dan..."


"Hahahaha" gelak tawa itu menghentikan langkah Alice wajah cantik yang panik tadi berubahnya menjadi bingung karena tingkah Kabir.


"Kau sudah baikan?"


"Tentu saja, aku hanya berakting untuk membuatku bicara, dan aku sudah merekamnya!" ujar Kabir dengan memperlihatkan sebuah rekaman pernyataan tadi membuat wajah Alice berubah.


"Kau menjebak ku?"


"Bukan! Hanya membongkar rencana mu saja, sayang sekali aku mengetahuinya. Kau pasti kebingungan bukan? Karena kau sudah melakukan hal licik jadi aku adalah menambah waktu menginap ku disini."


"Eitsss... atau ini yang akan bicara"


"Sebaiknya kau harus lebih cerdas lagi dari ini... dan aku akan bertambah menginap disini menjadi 3 minggu lagi."


"Aaaa! Ternyata ia pintar juga!"


"Kau tau satu hal... kau masih ceroboh saja Eisha." Setelah mengatakan itu Kabir pergi dan meninggalkan Alice yang terpaku karena ucapan terakhir Kabir yang mengangguk pikirannya.


"Dia bilang apa? Aku... Sshhh... kepalaku jadi sakit." Alice tiba-tiba merasa kepalanya sakit dan ada sesuatu yang terlintas seperti bayangan di ingatannya.

__ADS_1


Dasar menyebalkan!


Buat lagi! Aku tidak ingin gambar seperti anak TK!


Kau gadis yang ceroboh!


Sekarang aku akan mengajarimu pelajaran penting mengenai cara bersikap sebelum ke sekolah.


"Aghhhh! Sakit!" Alice berteriak sambil memegangi kepalanya dan tak lama ia jatuh tak sadarkan diri.


Sesosok pria langsung berlari menuju apartemen Alice karena merasakan perasaan tak tenang, sejak tadi ia terus kepikiran karena sejak pembicaraan mereka tadi, wanita itu belum tampak setelah itu. Tanpa lama, ia langsung menekan sandi dan tak lama pintu terbuka namun tak ada tanda-tanda seseorang disana. Dengan perlahan ia masuk dan mencari sosok yang ia cari di ruang tamu, namun tak menemukannya juga.


"Alice?"


"Alice? Kau di kamar mandi?" tanyanya tapi tetap tak ada jawaban, hingga ia mulai mengeluarkan ponselnya dan mengubungi Alice. Mungkin wanita itu keluar dan lupa menghubunginya. Suara dering terdengar tak jauh darinya, dengan segera ia menuju ke sana, dan benar saja sebuah benda pipih terlihat menyala. Pria itu segera mengambilnya dan saat akan pergi ia melihat sosok yang ia cari tak jauh disana yang sudah terbaring tak sadarkan diri.


"Alice!"


Bersambung....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi

__ADS_1



__ADS_2