Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Bangunlah!


__ADS_3

Saat pintu terbuka, terlihat di sebuah ranjang pria yang terbaring dengan berbagai alat untuk menopang dirinya.


Ruangan itu begitu sunyi, hingga hanya suara detak jantung yang terdengar, seseorang melangkah mendekati ranjang itu.


"Hai, aku datang lagi, kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya


"Biasanya kau akan cerewet padaku, Nona anda mau makan apa? Nona kita mau kemana? Nona apa kau perlu yang lainnya?, kau selalu bicara begitu kan? walaupun aku tidak menjawab nya kau selalu tau" jelasnya memandang wajah yang penuh luka itu.


"Vikram, apa kau marah karena aku memintamu diam? kalau begitu aku minta maaf, bisakah kau kembali lagi? aku merindukan sikap dan bicara mu itu, aku tidak bersungguh-sungguh mengatakan pada Daddy untuk memecat mu!" Namun tetap saja tak ada jawaban dari pria itu.


"Vikram aku memintamu untuk bangun!, kau dengar!!!!" Naura sedikit berteriak, sungguh ia tak mampu menahan air mata nya lagi.


"Kau selalu mengerti diriku, apa yang aku suka, tidak ku suka, kau tahu segalanya!"


"Ayo bangun Vikram! aku janji tidak akan merepotkan mu lagi! aku akan memberikan mu waktu libur seperti yang kau mau!"


"Sekarang bangunlah!, hiks hiks" tangis Naura akhirnya pecah.


Ditengah situasi itu, terdengar seseorang datang dengan rambut yang disanggul dan blazer hitam.

__ADS_1


"Nona, mari ada yang ingin saya bicarakan" ujar Kate membuat Naura menoleh dan menghapus air mata nya.


"Ada apa?" tanya Naura


"Ini mengenai keadaan Vikram, kita akan menemui dokter" ujarnya


"Baiklah" balas Naura


Perlahan Naura dibantu Kate keluar dari sana dengan bantuan tongkat nya yang belum pulih benar.


Mereka pun sampai di ruangan dokter, terlihat pria paruh baya menyambut kedatangan mereka dan tersenyum.


"Selamat datang Nona Naura, mari silahkan duduk" ujarnya


"Katakan ada apa? apa ada masalah?" tanya Naura.


"Begini Nona, kami sudah memantau dan melakukan yang terbaik bagi pasien, tapi seperti yang diketahui saat dibawa kemari. Pasien sudah mendapatkan luka baik akibat tembakan ataupun pukulan ditubuh nya. Belum lagi ada akibat dari hak itu terutama di bagian organ vitalnya"


"Setelah saya melakukan rongsen pada pasien, terlihat luka itu berakibat buruk pada bagian kepala dan juga dada serta perut pasien. Kami memang sudah mengeluarkan peluru itu dari tubuhnya tapi untuk pemulihan tentu tidak cepat."

__ADS_1


"Saya sudah memantau keadaan nya dan sudah hampir 10 hari, tapi belum ada kemajuan, saya ingin menyampaikan bahwa alangkah lebih baiknya jika dibawa ketempat dimana medis dan obat obatan serta alat nya sangat canggih. Itu akan lebih baik dan mempercepat pemulihan pasien" jelas dokter itu, Naura mendengarkan nya dengan seksama penjelasan dokter itu.


"Jadi maksudnya, ia sebaiknya dipindahkan?" tanya Kate


"Benar, alat medis disini belum secanggih seperti negara yang tentu Nona sudah tau" ujar nya.


"Baiklah, akan kami lakukan, terimakasih dokter" ujar Kate


"Mari Nona, saya perlu menghubungi Tuan besar dan...."


"Hmmm, katakan saja aku ingin Vikram kembali seperti semula dan sebelum kita pergi bisakah kau bawa aku ke suatu tempat" ujar Naura


"Tentu Nona" balas Kate yang mengetahui kemana tujuan Nona muda nya itu.


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru loh! dijamin ketagihan!

__ADS_1


Adelia Fasha adalah seorang gadis matang berusia 25 tahun, sehari hari ia mencari nafkah dengan berjualan gorengan yang ia jajakan dengan cara berjalan keliling kampung. Suatu hari ia menemukan seorang laki laki dalam keadaan tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka. Adelia pun menolongnya dan membawanya ke rumahnya, tanpa ia sadari, bahwa laki laki yang ia tolong adalah seorang mafia.



__ADS_2