
Semua orang langsung bertepuk tangan dengan meriah, saat melihat Kabir dan Alice berhasil memenangkan kompetisi dansa itu. Banyak orang yang mengambil gambar mereka, sedangkan kedua insan itu masih belum sadar dan saling memandang satu sama lain.
Hingga Veer yang mulai gerah, mendekat dan mengeluarkan suaranya, dan hal itu berhasil membuat kedua orang itu tersadar.
"Permisi Tuan......aku ingin mengambil wanitaku" ujar Veer yang membuat Kabir langsung memandanginya dengan kesal.
"Aku....."
"Tuan Kabir!" panggilan itu membuat semua orang menoleh, Veer sedikit tersentak melihat ayahnya yang ternyata mengenal pria ini.
"Aku benar ternyata, anda datang rupanya, terimakasih ya" Ujar Ramon.
"Selamat atas anniversary pernikahannya Tuan Berta" ujar Kabir.
"Aku juga berterima kasih, anda mau datang kemari"
"Dan aku juga terkejut, anda sangat hebat dalam berdansa. Semua orang menjadi terpesona akan hal itu, belum lagi dengan pasangan dansa nya"
"Aku hanya melangkah mengikuti nya saja" balas Kabir sambil memandangi Alice yang menatap padanya.
"Kalian saling kenal?" tanya Ramon
"Hmmmmm..."
"Papa, ini Alice" ujar Veer
__ADS_1
"Iya, papa tau akan hal itu, siapa yang tidak kenal dengan model cantik ini" ujarnya dengan senyuman ramah.
"Saya mengucapkan selamat atas anniversary pernikahannya Tuan..."
"Paman! panggil saja begitu, tak perlu formal" ujarnya cepat.
"Terimakasih Paman, sekali lagi selamat atas anniversary nya" ujar Alice.
"Sama - sama, aku juga senang bisa bertemu denganmu"
"Pertanyaan ku belum dijawab kalian saling mengenal?" tanya Ramon kembali
"Tidak Paman" ujar Alice dengan cepat
"Begitu rupanya, aku sempat berpikir tadi. Karena dilihat dari cara kalian berdua berdansa seperti pasangan sungguhan" Ramon bicara dengan nada bercanda, namun ia tak tahu hal itu membuat putranya seperti banteng.
"Kau benar juga. Ayo,Tuan Kabir kita bisa mengobrol sebentar. Aku sangat senang bertemu denganmu" Ramon langsung mengajak Kabir beranjak dari sana dan meninggalkan Alice dengan Veer.
"Baiklah Tuan Ramon" Kabir mengikuti Ramon meskipun ia masih ingin bicara dengan Alice, walaupun ia melangkah, sejenak ia berhenti dan menoleh kepada Alice dengan senyumannya, membuat Alice melototkan matanya.
"Dia tidak melakukan apa-apa padamu kan" tanya Veer.
"Tidak, ia hanya berdansa saja" balas Alice.
"Dokter kemana tadi?" tanyanya dengan bingung.
__ADS_1
"Maaf, aku tadi ke kamar mandi. Aku pikir sebentar, tapi ternyata tidak. Jadi saat aku kembali dansanya sudah dimulai" Veer berkilah, tak mungkin ia bicara yang sebenarnya.
"Tidak apa" balas Alice.
"Ayo, kita kesana" Veer mengajak Alice menuju ibu dan Neneknya serta kedua temannya.
"Iya" balas wanita itu.
Sedangkan Naura masih termangu di tempat duduknya, vikram dibuat cemas karenanya. Nona nya belum mengatakan apapun sejak tadi.
"Nona!" panggil Vikram
"Vikram, kau lihat kan tadi!" ujarnya dengan cepat membuat Vikram mengangguk.
"Iya Nona, saya melihatnya" balas Vikram
"Itu... artinya.. kau tahu mengenai ini??" tanya Naura dan lagi lagi pria itu mengangguk.
"Astaga! kenapa tidak bilang padaku? kau membuatku seperti orang bodoh!" ujarnya dengan kesal.
"Maaf Nona, tapi saya tidak ingin memberikan harapan palsu nantinya, karena namanya bukan Eisha, melainkan Alice ia seorang model yang terkenal sejak beberapa tahun terakhir" ujar Vikram membuat Naura ingin berteriak saat ini.
Bersambung.....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
__ADS_1
Episode berikutnya akan tayang malam ini 🥰