Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Majalah


__ADS_3

Sesuai janji, Alice sedang bersiap sebelum dijemput oleh Veer. Saat ini ia tengah mandi ditemani pemandangan kota London didepan matanya.



Sambil mandi ia memegang ponselnya yang tengah menghubungi Jane saat ini.


📞"Jadi kau akan pergi bersamanya, begitu?" tanya Jane


📞"Iya, ia mengajak ku kemarin malam" ujar Alice


📞"Wah, apa itu bisa dianggap kencan?" ujar Jane dengan tertawa kecil.


📞"Apa maksudnya?" tanya Alice


📞"Oh ayolah, Alice kau tentu tau maksudnya"


📞"Ini bukan yang pertama tapi kesekian kalinya, ia mengajak mu bepergian. Entah itu makan, ke pesta ataupun menemani belanja dan sekarang bermain Badminton?"


📞"Tidakkah kau paham juga. Ia selalu mengajak mu kemanapun dengan alasan apapun" Jelas Jane


📞"Sudahlah, itu hanya kebetulan saja. Mungkin memang ia harus melakukan nya. Lagipula aku juga akan pergi bermain Basket kan, jadi tidak ada salahnya?" ujar Alice


📞"Baiklah, itu terserah kau saja. Yang jelas besok akan ada berita mengenai kalian dan akan menjadi trending topik lagi"


📞"Media memang begitu kan? jadi aku sudah terbiasa akan hal itu"


📞"Mereka akan menggoreng dan menyajikan makanan yang masih panas untuk dikonsumsi oleh publik. Itu adalah kinerja mereka, jadi tidak perlu kaget" jelas Alice


📞"Hmm, yaya terserah"


📞"Baiklah, aku harus bersiap"


📞"Iya, bersiaplah dengan cantik agar ia terpesona melihat mu!"


📞"Hei, ini pergi olahraga, bukan pesta!" sanggah Alice


📞"Terserah dan Bye!!" ujar Jane


Tak lama terdengar panggilan itu terputus, dan Alice hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya itu.


"Baiklah, sekarang mari kita lihat. Baju yang akan ku kenakan" Alice segera bangkit dan menuju ruang ganti nya. Tampak ia membuka dan memilih beberapa pakaian yang cocok untuk dikenakan nya.


"Bagaimana kalau, yang ini dengan yang ini. Pasti akan terlihat bagus, Alice akhirnya menemukan sepasang pakaian yang cocok baginya.


Veer baru saja menuruni tangga dan berhenti di ruang tamu dimana, terlihat Papanya yang tengah serius membaca majalah male edisi pengusaha sukses tahun ini.


"Aku sangat penasaran dengan pengusaha ini?" ujar Papanya sambil melihat foto yang terpampang disana.


Membuat Veer penasaran, dan mendekati Papanya. Langkah kaki pria itu membuat Papanya menoleh pada putranya itu.


"Ada apa Veer?" tanyanya


"Papa bicarakan apa?" tanya balik putranya itu


"Ini, pria yang lebih tepatnya pengusaha sukses ini" ujar pria itu melepaskan kacamata nya


"Apa kita mengenal nya?" tanyanya lagi

__ADS_1


"Tidak, maksudnya kita belum pernah bertemu atau berbisnis dengan nya" jelas pria paruh baya itu


"Lalu apa yang menganggu Papa?" tanya Veer tidak mengerti


"Banyak orang bilang, ia sangat misterius dan hanya segelintir orang yang bisa bertemu dengan nya. Karena pria ini, tidak mau bertemu dengan sembarang orang lebih tepatnya terlalu tertutup. Tapi bisnisnya sangat besar dan menjadi peringkat atas, apalagi tahun ini" jelas nya.


"Bukankah ada fotonya yang terpampang disana?" ujar Veer seraya menunjuk majalah itu.


"Benar, dan dari foto itu lebih menguatkan auranya yang misterius" jelasnya membuat Veer semakin penasaran.


"Tapi bukankah aneh, ia mau saja fotonya dipampang disana?" tanya nya


"Biasa Nak, untuk membungkam media mengenai wajah dan rupanya. Tapi tetap saja ia tak mau bertemu dengan sembarang orang apalagi menampakkan batang hidungnya"


"Aku jadi penasaran bagaimana rupanya?" ujar Veer


"Iya, kau mau lihat?" tanya pria itu


"Iya, tapi apa dia lebih tampan dariku?" ujar Veer membuat Papanya terkekeh.


"Tentu saja tidak, bagaimanpun putraku lebih tampan" balas Papanya sambil memberikan majalah itu.


Veer segera menerima majalah itu dan dengan cepat membukanya, halaman per halaman hingga akhirnya ia berhenti dan memandangi foto itu.


"Apa temanya fantasi? atau ala ala pangeran?" ujar Veer membuat Papanya mengerut kan keningnya.


"Apa maksudnya Veer?" tanya papanya


"Papa lihatlah, foto nya diberi asap seperti itu" tunjuk nya


"Baiklah, sepertinya kau akan pergi" ujar Papanya dengan tangannya mengambil majalah itu.


"Iya, iya aku pergi" balas Veer yang tersentak saat Papanya mengambil majalah itu dari tangannya.


Veer dengan segera melangkahkan kakinya keluar dan masuk ke mobilnya. Saat akan menyalakan mobilnya ia teringat akan foto tadi dan ia bergumam sesuatu.


"K" gumam Veer



"Aku lupa tadi melihat namanya keseluruhan, sudahlah itu tidak penting" ujarnya


"Alice aku datang!" dengan senyum lebar ia melajukan mobilnya dengan cepat membelah jalanan London.


Disebuah ruangan, seorang pria membawakan sebuah minuman ditangannya menuju kesebuah ruangan.


Pintu itu dibuka, dan menampilkan ruangan bernuansa hitam nan elegan dengan lampu gantung yang menghiasinya.



"Tuan, saya bawakan minumannya" sahut pelayan itu dengan hormat


"Letakkan disana" tunjuknya pada meja dihadapannya.


Tanpa banyak bicara, pelayan itu segera kesana dan meletakkan minuman itu. Tangannya gemetar saat berhadapan dengan Tuan nya itu yang terlihat duduk sembari mengeluarkan asap yang mengepul.


"Sudah?" tanyanya tiba tiba membuat pelayan itu terkejut.

__ADS_1


"Su-sudah Tuan" jawabnya


"Kalau begitu, kenapa kau masih disana? apa kau ingin aku memberinya mu sesuatu?" tanyanya seketika membuat pelayan itu menggeleng cepat dan mundur.


"Maaf Tuan, saya permisi" pelayan itu segera pergi meninggalkan ruangan itu dan karena terburu buru ia menabrak seseorang.


Brukkkkk......


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja" ujarnya menunduk setelah melihat siapa yang ia tabrak


"Pergilah!" perintah nya membuat pelayan itu langsung pergi dari sana.


"Dasar!" gumam pria dengan jas hitam itu. Ia mulai melangkahkan kakinya dan membuka pintu besar itu.


Yang mana, saat pintu itu dibuka. Terlihat Tuan nya menuangkan minuman itu ke gelasnya.


Mengetahui ada yang datang, ia menoleh dan tersenyum kecil.


"Kau sudah datang rupanya" ujarnya


"Sudah Tuan" balas pria itu seraya menunduk hormat


"Katakan ada apa?" tanya sambil minum dan merasa tenggorokan nya segar.


"Kita mendapatkan undangan kerja sama baru Tuan" ujarnya.


"Wow, lagi?" ucapnya membuat pria itu mengangguk sambil menunduk hormat.


"Kalau begitu terima saja, seperti biasa bukan"


"Atau, apa ada masalah dengan itu?" ujarnya


"Anggap saja begitu Tuan" ujarnya membuat pria itu meletakkan gelasnya dan mematikan rokoknya.


"Katakan!" ucapnya dengan suara tegas


"Mereka dari perusahaan tekstil, dan juga bukan dari negara kita"


"Saya hanya ingin bertanya, apa Tuan akan menerima nya karena....."


"Terima saja!" jawabnya


"Tuan yakin?" tanya nya dengan hati hati


"Iya, tidak ada masalah bagiku. Asal tidak seperti kemarin saja, aku bisa membunuhmu karena itu" ujarnya membuat pria itu tertunduk


"Saya minta maaf karena itu Tuan" ujarnya


"Hmm, aku maafkan. Asal kau tahu aku tidak suka ada kamera yang menangkap diriku, itu membuatku tidak senang!, dan rasanya aku ingin melempari mereka dengan lampu lampu itu!" ujarnya kesal


"Baik Tuan, saya pastikan itu tidak akan terjadi lagi"


"Ku pegang kata-kata mu Sam!"


Bersambung......


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2