Hei!!! Gadis Berkacamata

Hei!!! Gadis Berkacamata
Notifikasi


__ADS_3

Di dalam mobil, Eisha terlihat tersenyum dan tak sabar ingin bertemu, sepanjang perjalanan ia melihat ke kiri dan kanan karena perjalanan menuju ke tempat nya dihiasi oleh pemandangan yang indah dan angin laut yang menyegarkan.


Sopir yang mengemudi pun sesekali tersenyum melihat gadis cantik itu, yang terlihat menikmati perjalanan.


"Apa anda pernah kesini sebelumnya pak?" tanya Eisha memecah keheningan.


"Belum Nona, ini pertama kalinya saya kemari" ujar supir itu.


"Sudah berada lama bekerja dengan Adnan?, maksudnya dengan keluarga atau apa?". tanya Eisha dengan hati hati.


"Saya....."


Sedangkan Vikram terlihat menghubungi seseorang dari balik telfon nya, sambil mengendarai mobilnya yang cukup jauh tertinggal dari mobil yang ditumpangi Eisha.


📞"Ada apa?"


📞"Aku harap kau sudah membaca pesannya"


📞"Iya sudah, lalu?"


📞"Aku hanya ingin lakukan saja seperti yang tertulis"


📞"Apa kau takut akan Tuan Besar?"


📞"Anggap saja begitu"


Tak lama panggilan pun berakhir dan Vikram kembali melajukan mobilnya, setelah mempercepat lajunya terlihat mobil yang ditumpangi oleh Eisha.


"Apa tempat nya terletak disini?, aku tak mengerti jalan pikiran pria itu" ujar Vikram memandangi jalan yang dilewati nya.


Vikram merasa jalan ia yang lewati cukup jauh dari kota atau keramaian sehingga ia merasa sedikit waspada.


"Apa benar ini tempatnya??" akhirnya pria itu berhenti dan melihat sebuah tempat pemberhentian dihadapannya saat ini, namun tak terlihat Eisha keluar dari mobil. Merasa ada yang tidak beres ia segera menghampiri mobil itu dan saat mendekat ia mendengar seseorang memanggil dirinya.


"Vikram!" pria itu langsung berbalik dan ternyata itu adalah Eisha yang sedikit kesulitan dengan gaunnya.


"Apa kita sudah sampai?" tanya pria itu

__ADS_1


"Belum, mobilnya sepertinya bermasalah, sehingga kami berhenti disini" ujar Eisha


"Kalau begitu, kenapa tidak pergi saja dengan temannya Nona" ujar sopir itu


"Tapi bagaimana dengan Bapak?" Eisha merasa tidak enak meninggalkan pria itu sendiri ditempat yang cukup sepi ini.


"Nona tak perlu khawatir, jaraknya hanya 15 menit lagi" ujar pria itu, sedangkan Vikram yang mulai mengerti langsung angkat bicara


"Aku bisa mengantarkan mu terlebih dahulu, setelah itu aku akan membantu nya" ujar Vikram


"Lagipula tidak baik menunggu terlalu lama" ujarnya lagi membuat Eisha langsung mengangguk dan mereka pun segera berangkat kembali.


"Aku harap mobilnya segera menyala lagi" Eisha berucap sambil memperbaiki tatanan rambut nya.


"Iya, aku juga harap begitu" ujar Vikram


"Oh, ya apa kau sudah mengabari Naura?" tanya Eisha


"Belum, aku akan mengabari nya nanti" balas Vikram


"Kalau begitu biar aku saja" ujar Eisha mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Naura.


"Aku heran kenapa ia meminta mu datang kemari, apa tidak ada tempat lagi" Vikram bertanya sedikit kesal.


"Aku tadi belum menyadari nya, tapi rupanya ini tempat yang pernah ku datangi sebelumnya, ini jalan menuju villa nya" ujar Eisha.


"Baiklah kalau begitu" tak lama mereka sampai dan terlihat ada beberapa orang yang mengelilingi Villa tersebut dan menyambut mereka.


"Selamat datang Nona" ujar salah seorang dan Vikram memperhatikan semuanya, ia segera turun dan mendampingi Eisha masuk kedalam namun ia terhenti oleh seseorang.


"Kau?" ucap Eisha mengenali orang itu yang membuat Vikram bertanya


"Siapa dia?" tanya Vikram


"Dia adalah salah satu teman Adnan, aku pernah bertemu dengannya" balas Eisha


"Semuanya sudah menunggu, mari masuklah" ujar pria itu.

__ADS_1


"Vikram kau...."


"Aku akan kesana, kabari aku segera atau Naura" ujar Vikram melihat semuanya tak ada yang aneh.


"Baiklah" ujar Eisha ia tersenyum pada pria itu.


Vikram mulai meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat pria tadi, namun saat sampai ia dikejutkan dengan hilangnya pria tadi dan mobil nya pun masih terparkir di sana.


Merasa ada yang aneh, ia segera menghampiri nya dan betapa terkejutnya ia melihat pria itu sudah tak bernyawa dengan luka tembak. Vikram mulai terpaku dan dengan segera memeriksa apakah ada barang yang hilang mungkin ini perampokan.


Namun ternyata terlihat ponsel pria itu masih ada dan menyala, membuat Vikram semakin terbelalak karena notifikasi nya.


✉️ Sudah dimana, kenapa belum sampai juga, jalannya kau tidak lupa kan?, Tuan dan yang lainnya sudah menunggu"


Tanpa berpikir lagi, Vikram langsung kembali dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai disana.


"Semoga dugaan ku salah, ayo Eisha angkat telfon mu!!" Vikram merasa cemas tak karuan sambil terus menghubungi Eisha.


Dengan kecepatan tinggi, ia akhirnya sampai namun saat sudah disana, ia segera masuk dan tidak terlihat pria ataupun orang-orang tadi. Ia berlari masuk dan tidak ada tanda-tanda siapapun disana.


Kecemasan semakin menghantui nya dan ia dengan keras memanggil nama Eisha.


"Eisha!!!, kau dimana???"


"Eisha kau dengar aku!!" namun tak ada jawaban, hingga ia berada di lantai 2 dan matanya melihat ke segala arah dan netra itu terhenti saat melihat Eisha dikejar oleh segerombolan orang dan ia terlihat ketakutan orang orang itu mengejar nya dan membuat Eisha masuk ke dalam mobil dan melajukannya.


"Eisha??, Shittt!!" dengan segera Vikram berlari menuruni tangga dan melompati tembok dan segera menuju kesana.


Dorrrrrr!!!!!!


Bersambung.....


Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya bagus dan seru loh!!!


_Surga adalah simbolis dari seorang istri. Semua suami pasti berharap jika surga miliknya tetaplah suci sampai waktunya tiba. Begitu pun denganku, aku sangat berharap jika surga yang aku miliki nanti, tetap suci walaupun bagian luarnya banyak ukiran yang menghiasi. Ajisaka_

__ADS_1


Jika memang kesucian yang menjadi perioritas utamamu. Saya memilih mundur saja, karena saya hanya surga hitam yang tak pantas untuk di perjuangkan. Intan


__ADS_2