
Alice baru saja mendarat di London, dengan gaya santainya ia mulai keluar dari bandara menuju ke apartemen nya. Seperti biasa ia kembali disorot oleh media dan paparazi sekaligus beberapa fansnya, Alice akan memberikan senyum manis untuk mereka. Ditemani oleh Jane ia mulai melangkah keluar bandara.
Akhirnya setelah dikerumuni oleh para fansnya dan juga terkena kamera, Alice berhasil keluar dan segera naik mobil jemputan mereka. Jane yang berada disampingnya mengambil oksigen setelah terjebak beberapa saat.
"Panas sekali, mereka hampir membuat ku tak bernafas" keluh Jane
"Aku rasa seharusnya kau sudah terbiasa Jane" ujar Alice
"Kita langsung ke apartemen kalau begitu"
"Hmmmm... aku berubah pikiran, sebaiknya kita ke restoran saja kalau begitu" ujar Alice
"Kau lapar??" tanya wanita berambut pirang itu
"Iya, aku sangat lapar sekali" balas Alice
"Baiklah kalau begitu kita makan dulu"
"Pak, kita ke restoran seperti biasa ya" ujar Jane pada supir
"Baik Nona"
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah restoran bergaya Asia. Alice langsung turun dan diikuti oleh Jane, alice melihat dekorasi restoran itu yang menarik perhatiannya.
Kedatangan mereka langsung disambut oleh pelayan restoran, beberapa pelayan menyadari siapa yang datang dan membuat mereka tak percaya restoran tempat mereka bekerja didatangi oleh model terkenal.
"Selamat datang!" Ujar seorang pelayan berusia 19 tahun dengan senyum merekahnya.
"Terimakasih" Alice juga membalasnya dengan senyuman
__ADS_1
Mereka diarahkan ke meja untuk memesan makanan, alice memilih meja yang terletak di sudut dengan pemandangan yang bagus.
"Silahkan mau pesan apa Nona Alice" ujarnya
"Aku ingin menu yang terbaik disini" ujar Alice membuat pelayan itu mengangguk
"Baik, akan segera kami bawakan"
"Baiklah"
"Kau sepertinya sangat tertarik dengan restoran ini" ujar Jane
"Kenapa?? terlihat ya?" balasnya
"Iya, aku hanya melihat dari reaksi mu"
"Ya, kau benar.... aku sangat suka dekorasi nya seperti berada di suatu tempat yang pernah ku kunjungi"
"Ya, anggap saja begitu"
"Sepertinya mereka adalah penggemar mu" Jane berujar dengan mengarahkan pandangannya ke para pelayan yang bekerja dengan senyuman di wajah mereka yang tengah menatap Alice.
"Aku bersyukur mereka menyukai ku" ujarnya
"Lagipula tanpa mereka, aku bukanlah siapa-siapa"
"Benar-benar model yang penuh panutan dirimu Alice"
"Kau bisa saja, aku hanya bicara fakta"
Pesanan mereka pun sampai, dari sekian banyak pesanan. Entah mengapa Alice lebih tertarik dengan ikan bakar yang berada di hadapannya dengan segera ia mengambil menu itu dan langsung mencicipi nya.
__ADS_1
"Rasanya enak sekali, seperti..... aku pernah.."
"Ini menu terbaik kami disini" ujar pelayan itu
"Tidak salah, rasanya sangat enak" puji Alice
"Terimakasih, Nona"
"Selamat menikmati"
"Hmmmmm, iya"
Alice menikmati hidangan di meja begitu juga dengan Jane, hingga tak lama terlihat seseorang dengan pakaian kasual nya masuk ke restoran. Para pengunjung restoran langsung melihat ke arah sosok tampan itu. Alice yang masih menikmati makanannya tak peduli akan sekitar, berbeda dengan Jane yang langsung mengarahkan pandangannya ke sosok itu.
"Tampan sekali" ujarnya
"Kau bilang sesuatu?" tanya Alice
"Lihat kesana" ujar Jane dan Alice mengikuti kemana arah tunjuk itu dan saat matanya melihat ke sana, sosok itu juga tiba tiba melihat ke arah dirinya, hingga kedua mata itu kembali bertemu.
"Dia??"
Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author cerita nya seru lho 😘
Berniat memasang bubu Zena malah menemukan sesosok pria yang pingsan di tepi sungai, lantas ia dan neneknya menolong pemuda tersebut. Suatu hari pria yang bernama Satya itu ingin membalas kebaikan orang yang telah menyelamatkannya, namun siapa sangka yang dilakukannya malah berujung petaka. Membawa pada sebuah kesalahpahaman yang mengharuskan Zena dan Satya menikah hari itu juga. Setelah pernikahan, Satya memperlakukan Zena dengan sangat baik hingga hal itu perlahan membuat sang istri jatuh cinta. Namun suatu kebenaran membuat Zena harus menelan pil pahit, karena Satya ternyata sudah punya kekasih. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah perasaan Zena akan terbalas? atau dia hanya menjadi peran antagonis di kisah cinta suaminya?
__ADS_1