
Terlihat beberapa orang berseragam hitam dan kekar mengelilingi sebuah tempat, terlihat mereka menanti kedatangan seseorang dan bersiap.
"Semuanya stay di tempat" ucap salah satu mereka.
"Bagaimana??" tanya seseorang dibalik penghubung suara.
"Sepertinya sebentar lagi Tuan" balasnya.
"Setelah datang, suruh masuk dan temui aku!" perintah nya
"Baik Tuan!" ucap orang itu.
Tak lama terlihat motor melaju ke arah mereka dan berhenti di gerbang tinggi itu, dengan sigap seorang pria berseragam menghampiri nya.
"Selamat datang..." ucapan pria itu terhenti karena tangan kekar itu.
"Silahkan masuk, Tuan sudah menunggu" ucap nya dengan membungkuk.
Pria itu langsung pergi dari hadapan pria tadi dan segera masuk kedalam, terlihat dari pancaran matanya yang seperti berat datang kesini, namun harus ia lakukan.
Sembari masuk, terlihat para pria berseragam lain memberi hormat padanya dan mengucapkan selamat datang padanya, setiap ruangan ia lewati dengan lantai keramik berkilau itu, dan akhirnya ia berhenti dan menatap sebuah pintu besar ruangan yang akan ia masuki itu.
__ADS_1
Dengan segera, ia mendorong pintu itu dan terlihat seseorang yang sudah menunggu nya di kursi besar itu.
"Akhirnya kau datang juga!" Ucap pria itu.
"Aku sudah mengatakan yang ku inginkan, jadi jangan bertele-tele lagi" ucap nya.
"Kau tidak sabaran rupanya, setidaknya duduk lah dulu, sudah lama kita tidak bertemu" terlihat pria itu bicara sambil mengarahkan tongkat nya menunjuk sebuah kursi.
Merasa tidak ada gunanya berdebat, dengan segera ia duduk di kursi itu dan pria itu tampak terkekeh.
"Kau telah dewasa rupanya, dan begitu.."
"Langsung saja, aku tak punya banyak waktu!" ia sungguh muak dengan penyambutan ini.
"Bacalah dan setelah itu, tugasmu hanya perlu mendapatkan nya dan jika berhasil aku akan memberikan keinginan mu seperti yang tertulis" pria itu terus melihat mata elang itu membaca tulisan disana.
Merasa semuanya sudah benar dan sesuai keinginan nya, ia segera bangkit dan meninggalkan pria tongkat itu.
"Aku akan mendapatkan nya dan selama itu jangan muncul atau terlihat olehku!" namun ucapan itu membuat pria tongkat itu terkekeh.
"Baiklah, tapi aku ingin mengatakan dia adalah gadis yang unik"
__ADS_1
"Kau!!"
"Sebaiknya segera mengurus nya atau mungkin saja, aku lupa karena ingatanku tidak baik" tanpa kata lagi pria gagah itu segera pergi dan melajukan motornya diiringi oleh salam dari pria berseragam.
"Pantau terus dan berhati hati, jangan sampai ada masalah!" perintah pria tongkat itu pada salah satu mereka.
"Baik Tuan" ucap pria itu.
"Sampai kapan... Ken" pria tongkat itu melihat sebuah foto yang terpampang dihadapan nya.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan vote ya biar author makin semangat ❤️❤️
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya teman author berkisah tentang seorang istri yang mengetahui madunya adalah saudara kembar nya sendiri.
Dari pada penasaran yuk mampir
Author : Novi putri ang
Judul: Kembaranku Maduku
__ADS_1
Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang di anggap mandul dan tidak bisa memberi keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh ibu mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu. Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya?