
Keributan terjadi, karena Naura tidak terima dengan perkataan Math. Pria bermulut pedas itu, tidak mai mengalah dan mereka saling menyalahkan karena tabrakan yang terjadi.
"Dasar! Apa kau tidak punya mata?" tanya Math dengan kesal.
"Kau yang berdiri sembarangan! Makanya kalau berdiri itu di tempat yang benar!" ujar Naura tak mau kalah.
"Nona anda tidak apa-apa?" tanya Vikram cemas menghampiri.
"Tidak! Kenapa kalian semua memandangiku?" ujar Naura membuat semuanya saling bertatapan.
"Aku... eumhhh... aku ke sini untuk menemui Alice," ujar Naura yang mulai paham tatapan semua orang padanya.
"Kau siapanya?" tanya Jane.
"Bukankah kau adalah yang datang ke pesta?"
"Iya, aku salah satu tamu undangan. Dan aku ke sini untuk menemui Alice karena dia adalah temanku."
"Kalau begitu, ia ada di dalam," sahut Veer.
"Ah, terima kasih," balas Naura yang lalu masuk ke dalam dan melototkan matanya ke arah Math.
"Sudahlah Math!" ujar semuanya dan membuat pria itu terdiam kesal.
Pintu itu terbuka, dan menampilkan Alice yang tengah duduk memakan buah yang dibawa oleh Kabir. Karena mendekati suara pintu yang terbuka, ia langsung melihat ke arah sana dan sedikit termenung.
"Naura?" ujarnya pelan dan meletakkan kembali buahnya dan tersenyum senang.
"Naura!"
"Eisha!" Keduanya saling berpelukan satu sama lain, sungguh pemandangan yang dramatis. Keduanya saling melepas rindu dan rasa tak percaya pertemuan mereka kembali.
"Ini kau?" tanya Eisha masih tak percaya.
"Iya, tentu saja! Kau pikir aku ini hantu!" kesal Naura yang masih tidak berubah.
"Mungkin saja," balas Eisha enteng.
"Kalau begitu dia juga hantu!" tunjuk Naura ke arah Vikram dan terlihat Vikram menampilkan senyum terbaiknya kepada Eisha.
"Hai, Nona," sapa Vikram.
"Hai, sudah lama kita tidak bertemu. Aku senang kau baik-baik saja. Maaf, soal kejadian itu. Kau jadi terluka karena aku," ujarnya dengan rasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak, aku melakukannya dengan ikhlas dan lihat! Aku baik-baik saja bukan?"
"Iya, kau terlihat sangat baik!"
"Dan menyebalkan!" sambung Naura membuat Eisha terkekeh.
"Apa dia yang memberitahu mu?" tanya Eisha pada Naura yang duduk di kursi yang disediakan.
"Siapa lagi memang nya? Selain, pria es balok itu!"
"Oh ya, ngomong-ngomong diluar ramai sekali,"
"Astaga! Aku lupa, sepertinya Adnan tidak mengatakan kepada mereka ya."
"Dia kan memang seperti itu! Kau saja yang tidak tau!
"Vikram bisa kau..."
"Kami menganggu?" ujar suara yang masuk dan terlihat kedatangan beberapa orang yang membuat Eisha senang.
"Tidak, aku baru saja ingin memanggil kalian," balas Eisha pada semuanya.
"Jadi, kami harus memanggil mu dengan sebutan apa? Alice atau Eisha?" ujar Raj yang membuat semuanya mengangguk setuju.
"Baiklah!" ujar semuanya.
"Ah ya, kenalkan dia adalah Naura, dan Naura kenalkan mereka adalah orang-orang yang baik dan seperti keluargaku!" ujarnya sambil memperkenalkan semuanya.
"Kau berasal dari London?"
"Iya, aku berasal dari sini," balas Naura.
"Takdir sangat mengejutkan bukan?" ujar Eisha
"Iya, benar!" balas Veer dan Naura.
Semuanya saling berbincang, walaupun mereka terlihat ramai di ruangan perawatan, tapi hal itu tidak masalah karena itu adalah rumah sakit milik Veer. Setelah semuanya saling berbincang, mereka satu persatu pergi dan tersisa Eisha dan Veer.
"Aku... minta maaf," ujar Eisha dengan lirih. Sungguh ia tidak berniat menyakiti perasaan tulus Veer kepadanya.
"Tidak apa, kau tidak perlu meminta maaf. Tidak ada yang salah, takdir mempertemukan kita untuk saling mengenal bukan saling mencintai."
"Aku yakin kau akan menemukan seseorang wanita yang tepat dan mencintai dirimu," ujarnya.
__ADS_1
"Pasti, aku akan menunggunya dan kau akan melihatnya nanti. Karena aku adalah..."
"Pria yang sempura!" keduanya tertawa setelahnya.
"Kau bisa pulang besok, dan bagaimana aku dengar kau sangat pandai mendesain," ujar Veer yang diangguki oleh Eisha.
"Iya, tapi sepertinya aku lupa. Karena sudah lama tidak melakukannya."
"Aku yakin kau pasti bisa."
"Aku harap. Dan ya, aku senang sekali mengenalmu, aku tidak bisa membalasnya, semuanya."
"Aku ingin balasan dengan kebahagiaan mu tentunya dan kesuksesan mu," ujar Veer.
"Kau juga Dokter!"
"Ia memintaku untuk menjagamu, jadi kau akan tinggal di..."
"Apartemen saja! Aku tidak ingin merepotkan keluarga dokter."
"Baiklah, tapi aku akan mengawasi nya dengan ketat! Mengerti?"
"Mengerti! Siap!"
"Baiklah, selamat malam," ujar Veer.
"Selamat malam Dokter." Ia memandangi Veer hingga menghilang dari pandangannya dan tersenyum kecil.
"Aku berdoa semoga kau dipertemukan dengan seseorang yang mencintai dirimu," ujar Eisha dengan tulus dan tak lama ia menutup matanya.
"Tunggu! Apa Adnan sudah sampai?... Astaga! aku akan meminta ponsel besok, semoga dia baik-baik saja. Adnan aku menunggumu."
Sedangkan pesawat baru saja mendarat, dan terlihat Sam mengikuti langkah Adnan dan mereka langsung masuk ke dalam mobil. " Tuan, kita langsung ke sana?"
"Iya, kita langsung ke sana, pria itu akan terkejut melihat kedatanganku! Aku ingin semuanya segera selesai!"
Bersambung....
Jangan lupa untuk dukungan nya biar author makin semangat ya ❤️❤️.
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya author yang berjudul Pendamping Hidup Mommy Sashi.
Yang mengisahkan tentang perjuangan seorang wanita yang bernama Sashi yang harus membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya, sekaligus menjadi CEO perusahaan besar peninggalan suaminya. Berhasilkah ia menguak misteri kematian suaminya dan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya?
__ADS_1