Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Into


__ADS_3

Hidup di dunia ini memang tidak mudah, semuanya memang harus diperjuangkan. Ini bukan surga yang apapun bisa didapatkan dengan mudah. Akan selalu ada arah melintang yang bisa menghambat langkah kita kapan pun dan dimana pun. Namun selama kita mau berusaha dan berjuang disitulah akan ada hasilnya.


Seorang gadis cantik tengah berjalan dengan langkah cepat sembari memperhatikan langkahnya dan arloji di tangan kirinya.


"Mampus gue telat." Gumam gadis itu.


Langkah gadis itu semakin mendekati dimana tempat yang ia tuju. Terdengar samar-samar seseorang sedang berbicara didalamnya.


"Saya peringatkan jika ada yang terlambat dalam mata kuliah saya lebih dari 1 kali. Maka wajib hukumnya mengikuti mata kuliah saya tahun depan. Mengerti." Ucap orang itu.


"Mati gue." Ucap gadis itu sangat pelan.


"Masuk gak yah. Masuk kena marah. Gak masuk bakalan ngulang." Gumam gadis itu dengan pikirannya sendiri.


"WOI" teriak seseorang yang mengejukannya.


"Astaga dragon... Lo ini ya mau buat gue jantungan huh!" Pekik gadis itu kesal.


"Habis lo dipanggil gak nyaut. Ngapain sih lagi pms atau banyak pikiran?" Tanya orang itu.


"Bukan urusan lo." Ucap gadis itu sembari mendengus kesal.


"Wihh lagak lo." Ucapnya lalu mengacak-acak rambut gadis itu.


"Giooo!" Pekiknya kesal.


"Kalian!" Ucap seseorang yang keluar dari ruangan didepan gadis itu. Membuat gadis itu dan gio berbalik dan menghadap orang itu yang tak lain adalah dosen yang paling di galak dan disegani dikampusnya.


"Kalau mau berisik jangan disini." Ucapnya dosen itu ketus membuat gadis itu meringis dan memalingkan wajahnya lalu meninggalkan dosen itu.


"Maria..." panggilnya gio yang menyusul langkah gadis itu.


Maria Aprily Kariso atau sering disapa Maria blasteran manado korea, sedangkan lelaki itu Giorgino Abraham atau disapa Gio. Mereka adalah sahabat namun tingkah mereka seperti Tom and Jerry. Mereka berdua kuliah di fakultas yang sama, persahabatan mereka dimulai sejak mereka duduk di bangku universitas.


"Apaan." Jawabnya jutek.


"Lagi PMS bu." Ucap gio dengan menaik turunkan alisnya.


"Stop it... Udah deh gio jangan buat gue kesel." Ucap maria.


"Oke oke..." ucap gio sembari mengangkat tangannya.


Mereka pun berjalan beriringan menuju kantin di selatan kampusnya. Hanya suara langkah kaki mereka yang terdengar tidak ada percakapan diantara keduanya.


*K*ryukkk


Sebuah suara luamayan terdengar ditelinga gio ia pun menyipitkan matanya sembari menatap pada pemilik suara itu.


"Apa Liat-liat." Ucap maria dengan nada judes padahal yang sebenarnya terjadi padanya ia sangat malu karena perutnya berbunyi meminta di isi.


"Hmph... Lo laper.. Hmph.." Ucap Gio yang menutupi tawanya dengan mulutnya.


"Iya gue laper, sangkin lapernya sampek mau makan lo." Ucap ketus Maria lalu berjalan cepat meninggalkan gio dengan wajah sinis.


"Woi... jangan tinggalin gue lah." Ucap gio yang berjalan cepat menyusul maria.


"Bodok" Ucap maria yang tak mengubris gio.

__ADS_1


Didalam kantin terlihat dua orang laki-laki dan perempuan yang duduk tengah sibuk dengan ponselnya masing-masing. laki-laki itu memandang kearah pintu masuk kantin terlihat Maria berjalan masuk dengan muka ditekuk menghampiri mereka.


"Huh" Hela maria dengan nafas beratnya.


"Kenapa lo?" tanya si perempuan yang duduk didepan maria.


"Apes dan Kesel." Ucap Maria.


"Kenapa si beb?" tanya Laki-laki itu, yang tak lain adalah kekasih Maria.


"Gini lo beb, aku Apes karena telat masuk kelas dan alamat bakal ngulang tahun depan. udah gitu di buat Kesel sama si kamfret." Ucapnya.


"Kamfret kamfret gini lo tetep mau aja jadi temen gue." Ucap gio yang mendengarkan keluhan maria.


"Kalian ini gak ada habisnya apa berantem kayak tom sama jerry aja." Sela Perempuan itu.


"Gue si ogah berantem tapi ini pacarnya si Ammar suka marah-marah kalau dijahili, jadi gue gak bosen buat jahilin dia ibel." Ucap Gio dengan senyum tanpa dosanya.


"Udah lah beb jangan ngambek sama Gio, kamu kayak gak tau aja kelakuan dia gimana." Ucap Ammar yang pemikirannya lebih dewasa.


Muhammad Ammar Alruvy kekasih dari Maria Aprily Kariso, mereka telah menjalin kasih hampir setahun. Hubungan keduanya belum ada ikatan yang serius karena mereka ingin fokus pada karir dan masa depan mereka. Sedangkan Perempuan yang bernama Ibel ialah Irish bella De Beule, ibel adalah sahabat dari Ammar. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil sehingga sampai sekarang mereka tetap berteman baik.


"Ya ya ya belain terus Gio nya." Ucap Maria sedikit kesal.


"Aku gak belain Gio sayang." Ucap Ammar sembari merangkul pundak Maria.


"Terserahlah." Ucap maria sembari memainkan tangannya.


"Minta maaf gi." Ucap Ibel dengan tatapan mengintimidasi.


":o ... Ogah ah." Ucap Gio yang malas meminta maaf pada maria.


"Aw... sakit ogeb." keluh Gio yang merasakan sakit.


"Makanya kalau di bilangin gak usah ngeyel." Ucap Ibel tanpa melepas tangannya.


"Iya Iya.. Ampun ampun bel." Ucapnya sembari meringis.


Ibel pun melepaskan lilitan tangannya membuat Gio mengelus tangannya. "Sorry Mar gue keterlaluan." Ucap Gio akhirnya.


"hmm" gumam Maria.


"Please maafin gue ya." Ucapnya sembari mengedip-ngedipkan matanya.


"Walaupun dimaafin pun gak bakal menjamin lo untuk gak ganguin gue." Ucapnya kesel.


"iya janji gue gak akan gangguin lo." Ucap Gio memelas.


"hmm" Gumam Maria.


"Ya udahlah maria maafin gionya. Btw habis ini mau kemana." ucap Ibel untuk mengalihkan pembicaraan.


"Kalau Gue mau Ketemuan sama sohib gue." Ucap Gio.


"Lo?" tanya ibel pada Ammar dan Maria.


"Enaknya kemana kita beb?" tanya Ammar pada kekasihnya.

__ADS_1


"Bebas." ucap Maria menyengir.


"Nonton aja gimana beb?" tanya Ammar.


"Boleh" Ucap Maria.


"Huh pada acara sendiri ya." ucap ibel ia pun mengetuk-ngetuk dagunya.


"Kenapa memang bel?" tanya Maria yang menatap kearah ibel.


"Jadi gini gue ada rencana si mau buat party kecil-kecilan untuk acara ultah nyokap. Niatnya mau minta tolong kalian, tapi kalian malah ada acara." Ucap Ibel.


"Tunggu deh. Bukannya masih lusa ya bel ultah nyokap lo?" Tanya Ammar.


"Yups tapi gue mau dekor cafe gue, mumpung nyokap beberapa hari ini keluar kota. " Jelas Ibel.


"Memang kapan Nyokap Lo Balik." Ucap Gio yang mendengarkannya.


"Lusa nyokap balik." Ucap Ibel.


"Oh ma-" Ucapan Maria terputus karena ponselnya berbunyi.


Kring... Kring...


"Iya mah." Jawab Maria.


"Huh... Hari ini mah, tapi mah." Sela Maria pada ucapan mamanya.


"Iya iya mah." Ucap Maria, lalu menutup teleponnya dengan nada lesu.


"Kenapa beb?" Tanya Ammar.


"Mama minta aku balik." Ucapnya.


"Ada apa?" tanya Ammar lagi.


"Entahlah. Iya udah aku balik dulu ya. Gaess gue balik ya." Pamit Maria pada Ammar dan yang lainnya


"Okay. Gue juga cabut ya gaes." Pamit Gio juga.


"Hati-hati ya beb." Ucap Ammar pada maria.


"iya." jawab Maria.


"Dadah." Ucap Maria melambaikan tangan pada Ibel dan Ammar.


"So..." ucap Ibel setelah kepergian Maria dan Gio.


"Ya karena pada pergi kita dekorasi ada cafe lo yuk." Ajak Ammar padanya.


"Yok." Ucap Ibel. Mereka pun pergi meninggalkan kantin kampus kearah yang berlawanan dengan Maria.


Sedangkan Maria berjalan dengan santainya sembari memainkan ponselnya karena ia harus memesan Grabcar.


Tin.. Tin..


Siapa tuh yang bunyiin Tlakson....

__ADS_1


penasarankna tunggu kelanjutannya ya.


__ADS_2