
Ketiga orang itu bungkam tanpa kata ketiak Zafran kembali menyindir tentang hal yang terjadi malam. Salah satunya Zianti yang baru saja sadar dari tidurnya.
Ia menatap nanar atap ruangan yang ia temapti saat ini. Sakit dan sakit. Inilah yang Zianti rasakan. Sedari ia kecil hingga sekarang, keluarganya hanya membanggakan Zalimar saja. Seolah mereka hanya memiliki satu putri dan tidak memiliki putri yang lainnya, padahal mereka punya Zinati yang saat itu sama seperti Zalimar.
Zianti sering mendengar kedua orang tuanya yang seringkali membanggakan Zalimar pada keluarga besar dna juga rekan bisnis papa. Mereka begitu menyanjung Zalimar yang begitu pintar dalam segala hal.
Benar, zalimar memiliki otak pintar. Tidak hanya nilai akademi, juga dalam menghafap Alqur'an. Ia terkena; karena kefasihannya dalam membaca Alqur'an. Berbeda dnegannya yang tidak sefasih dna sepintar Zalimar.
Zalimar menjadi anak kebanggaan, sedangkan dirinya anak yang dikucilkan. Ia tidka pernah dibanggakan sedemikian rupa. Ia lebih sering tidak di sebut namanya setiap kalu perkumpulan keluarga serta rekan bisnis abi Zidan.
Zianti kecewa. Ia marah pada kedua orangtuanya. Kenapa ahnya Zalimar saja yang terlihat? Kenapa dirinya juga tidak dilihat? Apakah sebodoh itu dirinya hingga ia tidak dibicarakan sedikit pun di dalam keluarga mereka?
Zinati sakit hati setiap kali melihat piala dna piagam yang Zalimar bawa pulang katik ia mengikuti musabaqah dna juga lomba akademi di sekolahnya. Zianti iri akan kepintaran yang zalimar miliki. Zianti juga mau pintar sepertinya. Zianti juga mau dibanggakan oleh kedua orangtuanya pada keluarga dna juga rekan bisnisnya.
Zinati ingin semuanya. Semaunya. Apa yang menjadi milik Zalimar harus menjadi miliknya. Apapun caranya, akan ia lakukan. Ia akan membuat zalimar berada di posisinya. Ia akan membaut zalimar merasakan apa yang ia rasakan.
__ADS_1
Niat buruk itu pun terlaksana. Ketika pertama kali seorang pemuda bernama Ihsan emndekati kakaknya, ia langsung merebut pemud aitu dnegn mengatakan padanya, jika Zalimar wanita yang tidak baik. Zalimar memiliki penyakit hati iri dan dengki.
Zalimar juga menunjukkan sebuah rekaman pada pemuda itu tenatng kejadian di masa lalmpau. Di mana zalimar pernah memukuli seseorang menggunakan tikus yang masih hidup. Kejadian itu merupakan penyelamatan Zalimar untuknya. Namun, karena tidka ingin melihat laki-laki itu menyuaki Zalimar, amka ia mengedit foto itu dan menambah-nambahk kesan buruk di dalamnya.
Pemuda tanggung itu percaya padanya. Ia memutuskan zalimar secara sepihak dan beralih pada Zianti. Zalimar tahu akan kelakuan adiknya, tetapi ia tidka mau mempermasalahkannya. Selagi Zianti tidka mengusiknya hingga terdengar oleh kedua orang tuanya, zalimar tidka akan marah.
Kakak sulungnya itu rela melepas pemuda itu untuk Zianti, adiknya. Tidak hanya cukup di sana Zianti berbuat ulah. Ketika acara perjodohan pun ia sempat membuat ulah. Ia sempat melarang kedua orang tuanya untuk tidka mengikat Zalimar dengan Damar. Hanya karena alsan tidka jelasmnya, membuat keluarga percaya.
Damar tetap akan menjadi suami zalimar setelah keduanya dewasa. Betapa senangnya Zianti kala itu. Ia berhasil mempengaruhi semua orang untuk berpihak padanya.
Ia juga menjele-jelakkan Zalimar pada semua orang jika kakaknya itu sudha berzina dengan pemuda lain sebelum menikah. Betapa kecewanya kedua orangtuanya kala itu. Mereka sepakat tidka melihat zalimar dna mengabaikannya. Mau hidup ataupun mati, mereka tidak peduli lagi dnegn kehidupan zalimar.
Zianti benar-benar menghasuk kedua orangtua dna juga keluarga besarnya. Termasuk keluarag abang sepupunya. Keluarga besar papa Kenan. Ia mengadukan hal buruk pada mereka semua yang sayangnya, tidka mereka gubris.
Keluarag papa Kenan malah semkain dekat dan menyayangi zalimar melebihi kedua orang tuanya. Mereka tidak tanggung-tanggung dalam mengurus zalimar. Baik makan, baiya sehari-hari dna juga biaya sekolahnya hingga menadapatkan gelar spesialisnya, mereka talangi.
__ADS_1
Semakin sakit saja hati zianti padanya. Ia sengaja berpura-pura baik pada kakaknya itu untuk menyingkirkannya dengan cara memainkan mentalnya. Benar, Zalimar sempat terpuruk dna hampir mati karena bunuh diri.
Jika Zafran dan Zahara tidka pulang sekoalh tepat waktu kala itu, maka bisa dipastikan kalau zalimar mati dalam keadaan bunuh diri. Setelah mendnegar kabar itu dari kedua adiknya, buaknnya kedua orang tua mereka mengurus Zalimar, keduanya semakin emngabaikan Zalimar. Hanya seorang perawat khusus dan juga kedua adiknya yang mengurus Zalimar waktu itu.
Abi zidan dna Ummi Zee benar-benar mengabaikannya dan itu membuat Zianti puas karena sudha menyakiti kakak sulungnya itu. Kejadian itu tidka cukup baginya. Zianti amlah bertekad ingin merebut Revan dari zalimar untuk yang ke sekian kalinya.
Buaknnya menagalah, zalimar malah membalasnya hingga janin yang baru berusia dua bualn itu luruh sebelum melihat dunia fana ini. Air matanya jatuh menetes. Ia memeluk kedua perutnya dengan tangan terkepal erat. Ia benci zalimar. Ia semakin marah pada saudarainya itu. Ia, bahkan emngutuk Zalimar tidak memiliki keturunan jika ia tidak bisa memiliki keturuann.
Ucapannya itu ditertawakan oleh Zafran dan Zahara yang tetap tinggal di ruangan itu demi kedua orangtuanya.
"Aku mengutukmu Zalimar! Kau! Tidak akan memiliki keturunan sebelum aku memiliki keturunan!"
Hahahahaha...
Zianti menoleh pada kedua adiknya yang kini menertawakan dirinya.
__ADS_1