Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Pulang ke Medan


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah keduanya mengungkapkan rasa, hari ini mereka akan kembali ke Medan untuk menyusun acara pernikahan mereka yang ternyata sudah berjalan.


Zalimar dan Revan berpamitan pada pemilik pesantren. Beliau yang ternyata teman dekat papa Kenan itu banyak memberi wejangan pada Kenan sebagai kepala keluarga.


Zalimar pun demikian. Ia pun diberikan wejangan oleh ustadzah, istri pemilik pesantren itu. Keduanya kini sudah mengantongi nasihat demi nasihat sebagai pasangan suami istri.


Keduanya patuh dan akan selalu mengingat wejangan tersebut. Papa Kenan dan mama Bella sudah lebih dulu kembali ke Medan, sebab keduanyalah yang mengurus pernikahan putranya itu.


Kenapa di Medan? Kenapa tidak di Aceh? Kenapa juga tidak di Jakarta?


Semua itu dikarenakan permintaan Opa Reza yang sudah sepuh. Beliau meminta pada papa Kenan untuk mengadakan pernikahan ulang dan resepsi itu di Medan saja. Beliau sudah tua. Sudah tidak mungkin bisa melakukan perjalanan jauh lagi walau itu dengan pesawat. Beliau meminta itu agar semua kelurga berkumpul di rumahnya.


Papa kenan menuruti itu. Ia segera menghubungi saudara kembarnya di Jakarta dan Bandung sana. Mereka pun akan segera kembali untuk memenuhi undangan dari papa Kenan.


Saat ini Revan sedang dalam perjalanan bersama Zalimar menuju ke Medan menggunakan pesawat. Ada Bagas ikut serta bersamanya serta beberapa anggota mereka yang lainnya demi menjaga Revan dan juga Zalimar yang belum terlalu pulih.


Sepanjang perjalalanan Revan terus berbicara dengan Zalimar dengan guyonannya yang membuat Zalimar selalu tertawa karenanya. Belum lagi kehadiran Bagas yang selalu berhasil memecahkan suasana sepi menjadi ketus swketika karena ulahnya itu.


Zalimar sampai sakit perut dibuatnya. Ada saja yang keduanya ributkan. Jika bukan masalah pekerjaan, maka masalah wanita ular bernama Tiara itu.

__ADS_1


Zalimar baru tahu jika keduanya sangat tidak menyukai Tiara. Tetapi, yang membuat Zalimar bingung, kenapa Revan sengaja mengungkapkan cinta dan sayang pada wanita itu?


"Tenanglah, Sayang. Abang itu cuma pura-pura! Tidak beneran! Abang itu cintanya cuma sama kamu!" ucapnya merayu Zalimar yang membuat Bagas muntah seketika.


Sauasana romantis berubah menjadi gelak tawa lagi. Benar-benar membuat Zalimar sakit perut karena tertawa.


"Hilih! Cinta, kok, bodoh?" ketusnya menyindir.


Revan mendelik. "Heh! Semua itu gara-gara elu juga, ya! Kalau saja elu cepat ngomong waktu itu, pastinya gue nggak akan kepincut tuh curut!" balas Revan sengit.


Zalimar masih tertawa.


"Sialan lu!" Revan menendang sahabatnya itu.


"Emang iya, ketimbang elu? Kalem tapi peak!"


Lagi dan lagi suara perdebatan itu membuat Zalimar dan pengikut mereka terkekeh melihat tingkah kocak bos mereka.


Zalimar salut dengan kedua orang itu. Walau mereka bos, tapi keduanya tidak perlu jaga image dihadapan bawahan. Keduanya terlihat natural dan apa adanya.

__ADS_1


Zalimar menyukai sifat yang seperti itu. Sisi lain yang baru Zalimar tahu, jika Revan itu humoris orangnya. Bagaimana tidak, ia sering beradu mulut dengan Bagas sahabatnya yang membuat keduanya selalu menjadi bahan tertawaan Zalimar di sepanjang jalan menuju ke Medan.


Mereka semua terus bersenda gurau hingga tiba di bandara Kuala Namu, Medan. Di sana mereka sudah ditunggu oleh dua mobil alphard yang akan membawa pulang mereka ke rumah Zalimar tentunya untuk mengantarkan istrinya itu sebab Abi Zidan dan ummi Zee begitu khawatir akan keadaan putrinya.


Mereka sempat shock karena Zalimar kecelakaan. Akan tetapi, setelah papa Kenan menjelaskan, barulah mereka paham kenapa dan apa.


Mereka menunggu Zalimar di sana. Hal yang tidak Zalimar sangka ialah ternyata, di rumah itu juga ada Zianti dan suaminya. Mereka sengaja ke rumah itu setelah mendapat kabar dari Abi Zidan jika Zalimar akan segera kembali.


Zalimar memasuki rumah itu dipapah Revan. Damar yang melihat Zalimar terluka spontan saja bangkit. Namun, ia urung bergerak ketika tatapan tajam dari Revan padanya membuat ia mundur kembali. Zianti yang ingin mendnekati kakaknya pun menjadi urung.


Tatapan dingin dan tajam yang Revan dan Zalimar berikan pada keduanya membuat keduanya tidak bisa bergerak saat ini. Zalimar dibawa masuk ke kamarnya oleh Revan di tuntun oleh Zafran.


Pemuda itu memeluk kakak sulungnya sambil menangis. Cengeng? Jelas! Zafran sangat manja pada Zalimar. Jadi, jangan heran jika melihat pemuda itu menjadi cengeng jika menyangkut Zalimar dan ummi Zee.


Putra bungsu Abi Zidan itu begitu mirip abinya. Akan tetapi, sifatnya lebih menurun dari umminya yang sedikit keras kepala dan juga cengeng. Walau begitu, ia sangat menyayangi Zalimar, kakaknya.


Mengenai Zianti, ia sudah memaafkan kakaknya itu. Demi abi Zidan, ia memaafkan, tapi belum tentu ia menerima hubungan keduanya. Hubungan keduanya saat ini belum sepenuhnya di restui oleh ummi Zee selaku ummi mereka. Sebab ummi Zee tidak akan merestui hubungan mereka jika Zalimar belum bahagia bersama Revan.


Zalimar dan Revan segera beristirahat. Keduanya tidak akan menemui kelurganya hingga besok pagi, sebab Zalimar tidak ingin melihat Damar di sana. Revan menyetujui hal itu. Ia pun mendukung istrinya.

__ADS_1


__ADS_2