
Puas dengan makan siang, kini ke empat orang itu sedang berkeliling untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Bali. Tak ada sakit dan lelah di tubuh kedua pengantin baru itu.
Zalimar begitu senang berjalan-jalan bersama Revan. Mereka berdua saja mengelilingi pantai sambil berjalan kaki di tengah teriknya matahari siang.
Ketika mereka lelah, Zalimar memilih untuk duduk di pohon kelapa yang sedikit bengkok. Memikirkan kelapa bengkok, pipi Zalimar mendadak bersemu merah. Ia malu sendiri memikirkan kejadian tadi malam dan juga selepas subuh tadi.
Zalimar menggelengkan kepalanya mengingat hal itu. Ia terkekeh sendiri sembari menatap lurus ke tengah laut di mana para nelayan sedang mencari ikan dan para wisatawan sedang melakukan kegiatan surfing di sana.
Zalimar duduk seorang diri menatap luasnbya lautan ketika seseorang menghampirinya yang membuat ia terkejut bukan main.
"S-siapa kau?!" tanya Zalimar mundur ke belakang hingga hampir terjungkal.
Zalimar terkesiap ketika tamu tak undnag itu menyentuhnya sampai memeluk.
Plak!
Tangan Zalimar menepuk lengan itu begitu kuat karena lancang sudha memeluknya. Lelaki itu melepaskannya dan zalimar jatuh terjungkal dengan kepala mendarat lebih dulu.
Laki-laki itu terkekeh. Zalimar menahan rasa pusing di kepalanya karena kepalamnya baru saja mengenai batu sebesar genggaman tangan orang dewasa ada di sana.
__ADS_1
Zalimar menahan npas yang kini memburu akibbat rasa sakit yang kini ia rasakan. Zalimar bangkit dna menatap nyalang pemuda yang masih saja menertawainya itu. Pemuda keturunan bule yang sama sekali tidka di kenalnya.
Dengan cepat Zalimar bangkit langsung menendang perut dna juga kaki pemuda itu hingag ia jath terjkungkal ke belakang dnegn kepala mendarat lebih dulu.
Zalimar mengibas gamisnya dengan elegan dna kembali duduk di pohon kelapa nbengkok itu. Kepala zalimar mendadak mengingat sesutu yang bengkok. Ia mengumpat kesal. Seseorang nan jauh di sana melongo sekaligus terkekeh melihat tindakannya.
Revan berlari-lari kecil menuju pada zalimar yang kini terus mengomel dnegn bahasa yang tidak pemuda itu paham. Ia meringis menahan sakit di perut dna juga tulang keringnya.
Revan menepuk pundak lelaki itu dna mendekati zalimar.
"Revan!" serunya kesal.
Revan tertawa. "salah siapa menyentuih istriku?" ledeknya mengejek putra bungsu dari Dad kendrick dna mom Stefany itu.
Zalimar melotot kesal padanya. Napasnya kembali memburu. Revan terkekeh melihat istrinya marah pada Jack.. Ya, nama pemuda tampan dna jangkung itu adalah Jack Javery Kendrick. Putra bungsu kedua orangtua angkat Revan.
Tadi, ketika ia membeli kelapa muda di ujung sana, Jack nerlari sambil berseru memanggil namanya. Di belakangnya ada mom dan Dad Kendrick. Kedua orang itu tertawa melihat tingkah kocak putra bungsunya itu tipa kali bertemu Revan.
"masbro!" serunya kegirangan ketika melihat Revan sednag membeli kelapa muda yang sednag di kupas.
__ADS_1
Semua orang menatap melongo padanya. "Ada bule bisa bahasa Indonesia, euy!" celutuk salah satu warga asli Bali.
Revan terkekeh. Ia melambaikan tangannya pada Jack yang berlari cepat langsung saja menerkam Revan hingga keduanya jatuh terjungkal ke pasir pantai.
"Sudah datang?" tanyanya pada Jack yang amsih memeluk erat Revan.
Suami Zalimar itu menepuk pelan punggung kekar adiknya. "Sudah sedari akau datang, kak. Tapi, mom dan dad melarangku untuk menemuimu!" jawabnya setengah kesal.
Revan terkekeh. "Mana kakak ipar?" lanjutnya mencari sosok yang begitu ingin ia temui.
"Ada," Revan mengulurkan tangannya pada Jack yang di sambut baik olehnya. "Pergilah. Kakak iparmu ada di pohon kelapa di ujung sana. Hati-hati!" ucapnya memberi peringatan pada pemuda berusia sembilan belas tahun itu.
Pemuda jangkung mirip Dad Kendrick itu berlari ke ujung sana di mana Revan tadi menunjuknya. ia sudha tahu jika zalimar memakia pakaian tertutup. Mom Stefany sudjha menunjukkan fotonya pada Jack. Jadi, pemuda itu tahu yang mana zalimar sebenarnya.
Kembali pada zalimar yang kini siap akan menyerang pemuda itu lagi. Ia menyinsing gamisnya dan akan menendang kembali tulang kering pemuda itu.
Jack terkesiap melihat sifat bar bar kaka iparnya itu. "Stop! Wait! Tunggu! Aku Jack! Adik iparmu! Putra bungsu dari Dad Kendrick dan mom Stefany!" serunya cepat yang membuat Zalimar berhenti mengayunkan tungkai jenjangnya untuk menghajar pemuda itu.
Lagi, ia sinsingkan gamisnya itu dnegn elegan. Jack terpana melihat itu. Zalimar berdehem dan duduk kembali di phon kelapa itu. Ia merampas kelapa muda yang berada di tangan Revan dan menenggaknya cepat.
__ADS_1
Jack dan Revan melongo di buatnya. Jack lagi dan lagi terpana melihat wajah kakak iparnya yang tertutup niqob itu.
Revan segera menutup wajah Zalimar dengan tubuh kekaranya. Jack mengerjab.