Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Kemarahan Zianti


__ADS_3

Mereka berempat langsung berangkat setelah pesawat yang akan berangkat ke Bali sudah mengumumkan keberangkatannya. Mom Kendrick duduk bersama Zalimar. Sedang kedua pria itu duduk slaing berhadapan. Mereka sednag membicarakn bisnis saat ini.


Ada Tuan Smith dan juga asisten Dad Kendrick ikut serta. Mereka juga akan kembali ke negara masing-masing besok pagi langsung dari Bali. Banyak anggota dan pengawal Dad Kendrick yang ikut mengawal mereka menggunakan pakaian bisa dan berbaur bersama warga lokal.


Zalimar memilih memejamkan matanya karena lelah. Mom Stefany tersenyum melihat istri putra angkatnya itu.


'Kau sungguh beruntung mendapatkan istri seperti Zalimar. Mom beruntung bisa melihatmu menikah dengan gadis yang selalu kamu ceritakan pada kami. Setelah dekat dengannya, mom tidak yakin jika Zalimar mampu melakukan hal itu. Semoga kamu kuat menghadapi semua ujian ini, Nak.' Batinnya memikirkan sesuatu yang akan terjadi ke depan nanti.


Beliau khawatir akan keadaan Revan dan Zalimar. Makanya mereka berdua ikut ke Bali. Ada hal besar yang akan terjadi di sana nantinya. Tidak hanya di keluarga Zalimar, tetapi juga dari keluarganya.


Mom Stefany menatap Dad Kendrick yang kini tersenyum dan mengangguk padanya. Beliau pun tersenyum. Saat ini Revan sedang berbicara dengan salah satu anggota pengawal untuk memastikan keselamatan Dad dan Mom angkatnya itu.


Revan memilih duduk di samping Zalimar setelah mom Stefany berpindah tempat. Ia memeluk Zalimar dan merebahkan kepala istrinya itu di dadanya yang membuat tidur Zalimar semakin nyenyak.


Mereka akan tiba subuh hari di Bali. Selama perjalanan mereka harus tidur untuk memulihkan tenaga yang terkuras banyak ketika acara pernikahan mereka tadi.


Ke esokan harinya.

__ADS_1


Di Hotel sedang terjadi kekacauan karena Revan dan Zalimar tidak ada di kamarnya ketika ummi Zee mengantarkan sarapan pagi untuk pengantin baru itu. Beliau berteriak histeris ketika melihat ada bercak darah di lantai kamar pengantin baru yang masih rapi itu.


"Tidak!" teriaknya terkejut saat melihat ada bercak darah yang sudah mengering di lantai.


Abi Zidan berlari mendekati istrinya dan terkejut melihat ada darah di sana. Zafran, Zianti dan Damar pun terkejut melihat bercak darah itu. Zafran mendekati darah itu dan menyentuhnya.


'Darah hewan?' batinnya seketika menoleh pada sebuah kertas yang terselip di tepi ranjang.


Zafran mendekati selembar kertas itu dan membacanya.


"Kami berangkat ke Singapura tadi malam. Ada penyusup masuk ke kamar kami dan ingin mencelakai Zalimar. Ummi, Abi, maafkan abang yang terpaksa pergi tanpa pamit." Zafran membaca surat itu dengan suara lantang.


'Sialann!' batinnya menjerit kuat.


Ia berlalu dari kamar itu dengan wajah menahan amarah. Zafran berbalik melihat kakak keduanya itu. Senyum tipis terukir di bibirnya.


'Sudah aku katakan, Kak. Bang Revan bukan lawanmu. Kamu salah jika memilih lawan dengannya. Kita lihat, apa yang akan kamu lakukan dan apa akan terjadi setelah ini? Orang nekad sepertimu harus diberikan pelajaran!' Batinnya tersenyum smirk.

__ADS_1


Damar keluar dari kamar itu mengejar Zianti yang pergi dalam kemarahan. Entah kenapa istrinya itu sudah sedari semalam bersifat aneh. Ia ingin melihat keadaan wanita yang sudah menempati hatinya itu.


Sementara itu Zianti saat ini sedang mengamuk di dalam kamarnya. Istri Damar itu sedang mengamuk melampiaskan amarahnya ketika mengingat rencananya gagal ketika ia menakuti Zalimar dengan darah hewan.


Zianti sangat tahu, jika Zalimar akan takut jika mencium bau amis darah hewan. Ada kejadian di masa lalu yang membuatnya trauma dengan darah hewan tersebut.


"Aaaa, sialann!!!" umpatnya gusar berulang kali.


"Sialan! Breng sek! Gagal rencanaku! Awas kau Zalimar! Aku akan datang menemuimu ke Bali dan membuat perhitungan denganmu! Jika aku tidak mendapatkan bang Revan, maka kamu juga tidak boleh memilikinya! Aku akan berangkat ke Bali hari ini juga! Tunggu aku di sana! Akan aku tunjukkan tempatmu yang sesungguhnya! Tunggu saja! Arrgghhtt, sialan!! Bajingan! Setan!" umpatnya semakin menjadi-jadi.


Damar terkejut mendengar umpatan istrinya yang luar biasa keluar dari mulutnya. Tubuhnya mematung ketika mendengarkan umpatan itu keluar dari mulut Zianti, istrinya untuk pertama kalinya.


Laki-laki itu terdiam tanpa kata ketika terus mendengar umpatan demi umpatan yang istrinya itu katakan untuk saudara kembarnya, Zalimar. Baru kali ini ia melihat istrinya itu mengamuk demikian. Dua tahun menjalani biduk rumah tangga bersamanya, tidak pernah sekalipun ia mendengar ucapan kasar istrinya.


Akan tetapi, kali ini ia begitu terkejut dengan kelakuan istrinya itu. Ada apa dengan istrinya itu hingga umpatan kasar itu keluar dari mulutnya.


Zalimar?

__ADS_1


Ada apa dengan saudara kembarnya itu? Kenapa? Apakah Zalimar membuat masalah dengan istrinya hingga Zianti mengamuk dan begitu marah padanya?


__ADS_2