
Daddy Kendrick berbalik membelakangi Revan ketika Revan akan mengambil hijab milik istrinya. Mom Stefany segera mendekati Zalimar.
"Mari, Nak. Duduk dulu," imbuhnya yang diangguki oleh Zalimar.
Keduanya pun duduk di ranjang. Revan mendekati Daddy kendrick dan berbisik lirih membicarakan tentang rencana mereka nanti saat di Bali.
Mom Stefany mengambil piring makanan yang sudahh terisi penuh dan ingin menyuapi Zalimar. Istri Revan itu menoleh pada suaminya. Seakan mengerti, Mom stefany memanggil Revan yang segera menghentikan omongan mereka dan mendekati kedua orang itu.
"Kenapa Mom?" tanya Revan pada Mom Stefany yang kini tersenyum dan menggamit lengan kekar itu untuk duduk di samping Zalimar yang kini menunggunya.
Beliau bangkit dan berdiri. "Makanlah. Zalimar ingin makan bersama dengan suaminya," jawabnya tersenyum sembari memegang pipi Revan yang mengangguk padanya.
Mom Stefany tersenyum pada suaminya. Kedua orang itu pun segera keluar dari ruangan itu. Zalimar dan Revan mulai makan malam mereka. Sesekali Revan menyuapi Zalimar yang kini terdiam tanpa kata walau Revan terus berbicara padanya.
Zalimar masih memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Ia tidak menyangka, jika adiknya itu nekad ingin mengambil Revan darinya.
Rahang Zalimar menggeletuk kuat. Kedua tangannya terkepal erat.
'Aku tidak akan membiarkanmu untuk mengambil suamiku! Cukup sudah! Cukup! Kamu ingin melihat marah padamu, Zianti? Baik, akan aku lakuakn! Aku tunggu permainanmu berikutnya! Jangan salahkan aku jika bersikap kasar padamu!' batinnya begitu geram ketika mengingat kelakuan adiknya itu.
__ADS_1
Zalimar tidka habis pikir dengan adiknya itu. Kenapa harus merebut Revan yang jelas-jelas sudah menjadi suaminya? Belum cukupkah ia mengambil Damar saja? Kenapa harus terulang lagi? Apakah ia harus mengalah lagi untuk yang ke sekian kalinya?
Tidak!
Zalimar tidak akan pernah menyerahkan Revan pada adiknya yang terobsesi dengan milik orang lain. Kali ini, Zalimar akan bertindak tegas padanya. Sekiranya Zianti tidak mau, maka ia akan melakukan sesuatu yang akan membuat adiknya itu sadar jika perbuatannya itu salah.
Akan Zalimar pastikan nanti jika adiknya itu kembali berulah. Zalimar bertekad dalam hati. Revan tetap menyemangati dirinya walau masalah itu silih berganti datang, Revan tidak akan pernah meninggalkannya.
Acara resepsi tetap dilanjutkan seperti rencana awal. Tidak ada seorang pun yang tahu akan keberangkatan mereka sebentar lagi. Revan sengaja merahasiakan kepergiannya. Takut, akan ada drama atau masalah yang akan menghambat perjalanan mereka ke Bali nantinya.
Acara resepsi itu selesai pukul sebelas waktu Medan. Semua tamu undangan sudah pada pulang ke rumah masing-masing. Hanya tinggal petugas Hotel yang sedang membersihkan semua ruangan itu saat ini.
Zafran memberi kode jika situasi aman. Revan mengangguk. Ia segera menuntun sang istri dan kedua orangtua angkatnya pergi meninggalkan Hotel dalam keadaan menyamar.
Zalimar terpaksa menggunakan masker untuk menutupi wajahnya karena sedang menggunakan baju pelayan saat ini.
Begitu pun dengan Revan. Ia menjadi kepala pelayan. Mom Stefany dan Daddy Kendrick terpaksa menyamar menjadi office boy dan office girls.
Daddy Kendrick sempat menolak ide Revan. Namun, ketika melihat jika benar apa yang Revan katakan, ia memilih diam di sepanjang perjalanannya.
__ADS_1
Mereka berempat tetap menggunakan masker. Mereka melewati Zianti yang kini sedang berjaga di depan pintu Hotel. Benar kata Revan, Zianti itu licik. Ia punya banyak macam cara agar bisa keluar dari kamarnya demi melihat kepergian mereka.
Entah dari mana ia tahu, Revan pun tak tahu. Ia sudah menyuruh Zafran untuk mencari tahu dan menarik kakaknya itu untuk masuk dengan alasan Damar sedang mencarinya.
Wanita itu mendnegkus tidka suka padanya.
"Lepas, ih! Kamu apaan, sih, Dek?! Kakak bisa jalan sendiri!" ucapnya ketus melewati Zafran begitu saja.
Zafran menghela napasnya. "Akhirnya..." ucapnya bernapas lega.
Zafran mengangguk pada Revan yang kini bersembunyi di balik tiang koridor. Ia melewati mereka semua dan menyusuli kakaknya itu.
Revan, Zalimar, Mom Stefany dan Daddy Kendrick segera menuju ke mobil yang sudah menunggu mereka di lobi Hotel. Tas dan segala sesuatunya, petugas Hotel yang membawanya atas bantuan Zafran yang berhasil mengelabui Zianti sekali lagi.
Revan terkekeh melihat pesan yang zafran kirimkan padanya. Zalimar yang duduk di sampingnya pun ikut terkekeh. Revan merangkul Zalimar dengan erat yang membuat mom Stefany terkekeh akan kelakuan pengantin baru itu.
Butuh waktu dua jam untuk tiba di bandara. Setibanya di sana, Zalimar mengganti dulu pakiannya di dalam mobil setelah supir dan Daddy kendrick turun. Awalnya Revan tidak mau, tetapi mom Stefany mengusirnya keluar yang membuat pemuda tampan itu merengut masam wajahnya.
Daddy Kendrick tertawa saja.
__ADS_1