
Pukul delapan lewat tiga puluh acara pernikahan keduanya pun dimulai. Dengan memakai kebaya yang dimodifikasi membentuk gamis oleh Ummi Ira, kini Zee sangat tampil cantik di hari bersejarahnya.
Begitu pun dengan Zidan. Pemuda tampan berusia tiga puluh lebih itu juga sangat tampan dengan baju putih tulang yang ia kenakan dengan bawahannya songket khas dari aceh pemberian Nenek Hani yang juga ikut hadir disana bersama Kakek Hendra.
Oma Alisa dan Opa Gilang pun ada disana. Semua keluarga besar Bhaskara hadir disana tanpa kecuali. Termasuk Algi dan Tiara, Rayyan dan Cinta yang sudah tiba dari tiga hari kemarin.
Rayyan dan Cinta tidak menyangka jika Zidan akan berjodoh dengan keponakannya. Anak dari Kakak nya. Ummi Ira dan Abi Ragata.
Bahkan Untuk Mami Zahra sendiri pun ikut hadir disana lengkap dengan personelnya. Tak lupa juga papa Azlan ikut bersama mereka karena permintaan Cinta.
Acara pernikahan itu pun segera dimulai dengan Zidan yang kembali berjabat tangan dengan Abi Raga untuk yang kedua kalinya.
Kedua tangan menantu dan ayah mertua itu sudah saling bertaut dan akan segera mengucap Sighat nikah ulang untuk keduanya disaksikan oleh semua tamu yang kini hadir disana.
"Saudara Zidan!"
"Saya Bi!"
"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung saya Ziara Puteri Hariawan binti Ragata Hariawan dengan mas kawin satu set perhiasan emas seberat 25 gram dan sebuah mushaf Al qur'an serta saham di Alamsyah Group 25% dibayar tunai!"
Deg!
Zee menoleh pada Zidan yang kini baru saja mengucapkan sighat akad ulang pernikahan keduanya. Jantung itu berdegup tidak karuan.
Sangat berdebar.
"Saya terima Nikah dan Kawinnya Ziara Puteri Hariawan dengan mas kawin satu set perhiasan emas dan sebuah mushaf Al qur'an serta saham di Alamsyah group sebanyak 25% di bayar tunai!" jawab Zidan dengan mantap mengulang ijab yang dulu pernah ia ucapkan ketika dirumah sakit.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya pak penghulu pada saksi yang kini mengangguk.
__ADS_1
"Sah!"
"Sah!"
"Alahamdulillahirobbil'alamin.. Barakallahi 'alaikuma wabaraka 'alaikuma fi khairi.." Pak Penghulu mengucapkan doa untuk keduanya lagi setelah pernikahan ulang untuk keduanya.
Zidan tersenyum lembut melihat Zee yang baru saja di tuntun oleh Mami Annisa Dan Kinara yang kini tersenyum melihatnya.
"Aihh.. Cakep banget sih pangeran kamu Zee?" Goda Annisa pada Zee yang kini sednag tersipu malu karena melihat senyum manis dari zidan yang membuatnya salah tingkah dan gugup.
"Hooh, benar itu Kak. Nggak nyangka aja kan ya? Jika Bang Zidan yang jadi suami Zee?? Eh, tapi nggak panggil Abang lagi dong?"
"Kenapa?"
"Lah.. kakak pikun atau gimana sih? Kelihatan banget ya kalau udah tuir!"
Plak!
"Kan benar kakak ku sayang.. Bang Zidan itu nikahnya sama keponakan kita loh.. Otomatis panggilannya pun ikut berubah kan ya? Sesuai dengan adat dan peraturan. Jika Zee menikah dengannya, berarti kita harus dipanggil Ibu atau tante begitu loh!"
"Hehehe.. Kamu ingat saja ya dek?"
"Pastinya!" jawab Kinara yang disambut gelak tawa oleh semua tamu undangan itu.
"Baiklah, doakan dulu istrimu setelahnya berikan mahar itu padanya."
Zidan mengangguk.
Ia segera berbalik dan menghadap pada Zee yang kini juga menghadapnya. Zidan memegang ubun-ubun Zee dengan tangan kanan dan tangan kiri ia tadahkan untuk berdoa.
__ADS_1
"Bimillahirrahmanirrahim.. Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.”
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ada padanya.
Setelahnya Zidan mengecup kening Zee dengan lembut dan penuh kasih sayang disaksikan oleh semua orang yang kini terharu melihat pasangan itu.
"Alhamdulillah.. Akhirnya tujuan kita tersampaikan Mbak." Ucap mama Rani pada Oma Alisa dan Nenek Hani yang kini duduk bertiga dibelakang pengantin itu.
"Benar. Inilah yang dinamakan jodoh. Ikatan takdir keduanya memang sudah di tentukan. Hanya saja.. Keduanya butuh waktu untuk bertemu. Maka sebelum itu keduanya di didik dulu agar bisa pantas unduk berdampingan satu sama lainnya."
"Ya, kamu benar Lis. Sama seperti kita ini. Siapa sangka jika Hendra dulunya sangat mencintaimu tetapi malah menikah dengan ku?" seloroh Ummi Hani yang disambut gelak tawa ketiga wanita beda usia itu.
Benar kata mereka, memang seperti itu jalan takdir keduanya. Hanya saja.. Saat ini salah satu dari adik Zidan yaitu Kenan dan Bella tidak bisa hadir karena sedang berusaha menjinakkan dalang teror itu.
Mama Rani hanya bisa berdoa, semoga Kenan dan Bella sanggup menghadapi musuh mereka itu yang sebenarnya anak dari seorang dekan di Fakultas dimana Bella kuliah kedokteran dulunya saat ia sekolah di Medan.
...****************...
...Besok pagi othor akan terbitkan karya baru lagi. Kisah ini tentang anak Annisa. Tania, dan kedua saudara kembarnya....
...~ Princess Pratama ( Tania )...
...~ Dua hati satu Cinta ( Almaira dan Alzana )...
...~ Terpaksa menikahi sepupu ( Prince Arryan dan Almaira )...
...Jangan lupa ikutin ye?...
...Othor tunggu kalian disana untuk meninggalkan jejak....
__ADS_1
...See you...😘😘...