Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Kejutan di saat yang tepat


__ADS_3

Zee melenguh saat Zidan mengusap wajah pipi dan perut datarnya yang masih polos.


"Eumm.. Bang." Panggil Zee dengan suara seraknya.


"Ya, bangun yuk. Udah hampir masuk waktu duhur loh. Nggak baik tidur-tiduran terus." Jawab Zidan sembari mengangkat tubuh Zee yang kini bertumpu pada kedua lehernya dan sedang menghirup wangi dari tubuh sang suami yang sangat ia rindukan.


"Bantu ke kamar mandi, Bang. Lemas banget badannya. Mana mata lengket banget lagi! Hoaamm.. Ini lagi mulut. Kok nguap terus sih?" sungut Zee pada dirinya sendiri.


Zidan yang mendengar gerutuan Zee, tertawa kecil. Ia tetap menggendong Zee yang kini bersikap manja padanya.


Zidan membantu Zee mandi besar sampai selesai. Setelah selsai, ia kembali menggendong Zee untuk dibawa ke dalam kamar.


Zidan membantu Zee untuk menggenakan pakaian. Setelahnya mereka makan bersama. Zee begitu senang karena Zidan sudah kembali.


Mereka berdua makan dengan lahap saat ini. Zee terus saja menatap zidan yang kini sednag menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Kenapa? Butuh sesuatu?" Tanya Zidan yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Zee.


Zee hanya tersenyum saja. Zidan kembali makan setelah melihat gelengan kepala dari Zee pertanda tidak butuh sesuatu.


Maaf Bang. Belum waktunya Abang tahu. Tunggu satu bulan lagi untuk memastikannya. Aku harap Abang tidak terkejut! Hihihi..


Batin Zee terkikik geli.


Entah apa kejutan dari Zee sehingga ia terasa senang seperti itu.


*


*


Hari-hari yang keduanya lewati semakin terasa bahagia. Tingkah Zee yang sedikit manja padanya, membuat Zidan selalu gemas sendiri.


Sudah satu bulan sejak kepulangannya dari jakrta Zidan tidak pernah lagi kembali ke sana. Perusahaan yang di Medan pun membutuhkannya. Terlebih lagi Zee, tiap kali Zidan meminta izin untuk menjenguk Kenan ke Jakarta, ia sellau mendiamkan Zidan tanpa sepatah katapun.


Zidan mengalah. Daripada Zidan terus tidak di diamkan, lebih baik ia mengalah. Cukup mendengar kabar jika Kenan dan Bella baik-baik saja.


Malam ini Zee sudah berniat ingin mengungkapkan tentang kejutannya itu. Ia sudah bersiap sedrai habis ashar menunggu Zidan pulang kerumah dari kantornya.


Ia sudah menyiapkan makanan enak untuk semua orang. Ia memaasak sendiri tanpa bantuan siapa pun.

__ADS_1


Pukul enam sore Zidan dan Abi Raga serta Arga baru pulang dari kantor. Mereka tertegun saat melihat meja makan penuh dengan makanan dimana Zee seorang diri berdiri disana dengan senyum yang begitu manis.


"Kak? Kamu sehat?" tanya Arga meledek Zee yang sedikit berbeda.


Zee merengut. "Diam kamu Ga! Masuk kamar, mandi dan sholat dulu! Baru setelahnya turun untuk makan malam!" ketus Zee yang disambut kekehan oleh arga.


Zidan terus saja menatap zee yang kini sedikit berbeda. "Abi duluan ya? Ummi kamu belum pulang kan?"


"Belum Bi. Palingan habis maghrib. Nah.. Itu Ummi baru pulang! Hallo cantik!" sapa Zee pada putri Mami Annisa yaitu Tania dan Alzana


"Hallo Kakak! Hehehe.. Maaf ya aklu datang kesini dan ingin menginap disini. Ummi nih yang ngajak. Iya kan dek?" katanya pada Alzana yang kini juga ikut serta bersama nya.


"Hooh. Adek ingin menginap disini. Bukan kah Bnag Prince malam ini akan tiba dari singapura?"


Zee tersenyum. "Iya. Ayo. Mandi dan sholat. Setelahnya kalian turun untuk makan malam. Ada kejutan untuk kalian semua."


Deg!


Zidan menatap dalam pada Zee. Zee tersenyum padanya. Ia mendekati Zidan dan merangkulnya sebelumnya ia menggamit tangan Zidan terlebih dahulu.


"Ayo bang. Mandi dulu. Setelahnya baru kita makan. Sambil menunggu Prince pulang!"


Zidan mengikuti langkah Zee dengan hati dan pikirannya yang gamang. Ia sednag menerka-nerka, apa yang akan Zee katakan padanya.


Selepas maghrib.


Kini semua orang sudah berkumpul di meja makan. Dan mereka sedang menikmati makan malam yang Zee sediakan untuk mereka.


Mereka semua makan dengan lahap. Yang mana Prince pun sudah tiba disana. Mereka amkan malam bersama sambil menggoda Prince dan Alzana yang terlihat begitu kompak.


Ummi Ira dan Abi Raga tertawa melihat kekompakan kedua orang itu.


"Baiklah. kakak akan menyampaikan sesuatu kepada kalian semua," ucap Zee di sela-sela makan malamnya.


Zidan menghentikan kunyahannya dan menatap Zee yang kini tersenyum pada semua orang.


Manis sekali.


Jantung Zidan berdegup tidak karuan. dengan dada berdebar ia tetap menunggu zee mengatakan kejutannya itu.

__ADS_1


Zee segera mengeluarkan sesuatu dari saku gamisnya dan ia tunjukkan kepada semua orang.


Ting!


Sendok yang ada di tangan Zidan terlepas seketika. Wajahnya mendadak pucat saat melihat benda persegi panjang nan pipih itu menunjukkan dua garis merah disana.


"Zee??'


"Sayang?? I-ini.." ucap Ummi Ira yang terkejut dan juga Zidan yang kini mengambil benda pipih itu dari tangan Zee dengan mata yang sudah berkabut.


"kakak hamil?" tanya Arga dengan wajah berbinar senang.


Zee tersenyum lebra dan mengangguk. "Ya, sudah jalan tiga bulan."


Ddduuuaarr!


"Hah?"


"Apa!" seru Zidan yang membuat Zee meringis menahan sakit di telinganya saking kerasnya suara teriakan Zidan di sebelahnya.


Zee nyengir kuda. "Hehehe.. Maaf abang. Sebenarnya dari bualn kemari, Aku ingin mengatakan hal ini sama Abang. Tapi aku belum yakin. Dan kemarin, aku coba tes lagi kemudian aku meminta dokter Gia untuk memeriksakannya. Dan ya. Aku positif hamil! Tiga bulan dan.. Kembar!!" pekik zee yang membuat Zidan pingsan seketika.


Bruukk.


"Astaghfirullah Abang!"


"Abang!"


"Zidan!!" pekik semua orang saat melihat Zidan jatuh ke lantai dengan mata terpejam.


Saat semua menyadari jika Zidan ternyata sangat shock, mereka semua pun tertawa bersama melihat tingkah Zidan yang benar-benar lucu bagi mereka.


baru sebentar Zee ingin memegang kepala Zidan, ponsel milik Zidan berbunyi. Zee mengambilnya.


"Mama? Iya Ma. Assalamu'alaikum."


".."


"Apa? Ya Allaah.. Alhamdulillahirobbil 'alamin.. Kaka ituk senang mendengarnya ma. Iya, iya. Akan kakak sampaiakn seegra. Iya, wa'alaikum salam.. ya Allah.. Ummi abi.. Kenan dan tente Bella sudah sudah sadar dari koma nya!"

__ADS_1


__ADS_2