Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Rencana Revan


__ADS_3

Revan sengaja menyalakan GPS di ponsel zalimar agar ia bisa mencari keberadaan zalimar jika ia pergi begitu saja atau menghilang lagi darinya.


Ya, zalimar akan menghilang darinya. Revan tahu rencana itu. Tadi pagi ketika ia membuka lemari baju istrinya, terkejut melihat koper besar tersembunyi di balik tumpukan pakian lainnya.


Karena penasaran,. Revan membuka koper itu dna melihat isinya. Betapa terkejutnya Revan ketika melihat semua barang zalimar sudah penuh di dalam koper itu.


Revan membuak smeua sudut koper untuk mencari petunjuk kemana zalimar akan pergi. Revan terhenyak ketika melihat buku rekening zalimar yang banyak sekali isinya. Ia tersenyum melihat itu.


"Ternyata, uang pemberianku beluam sama sekali kamu pakai, ya, Sayang? Tapi, untuk apa kamu menyimpan baju ini di kopermu? Apakah kamu berniat pergi dariku? Lagi?" gumamnya sembari tangan terus sibuk membuka semua sudut koper hingga dirinya terkejut ketika menemukan sebuah tiket pesawat bertujuan ke Kairo satu minggu yang lalu.


Jantung Revan mencelos. Ia menggenggam tiket pesawat itu dengan erat. Rahanganya mengetat. "abang tidka akan mengizinkanmu pergi lagi Zalimar! Cukup dulu aku membiarkan kamu pergi bersama pemuda sialan itu! Sekarang setelah aku mendapatkan kamu, kamu berniat pergi dariku? Tidak! Aku tidak akan membiarkannya! Kamu, istriku! Selamanya akan seperti itu! Baik, kita lihat. Sejauh mana kamu akan pergi, Sayang!" ucapnya tersenyum sinis ketika menatap layar ponselnya.


"Di sana kamu ternyata!" gumamnya segera mengembalikan koper itu ke tempat smeua agar zalimar tidka curiga.


Revan pun segera bersiap. Di saat ia sednag bersiap ingin ke tempat tujuannya, pintu di ketuk dari luar. Ummi zee dnegan wajah paniknya menyuruh Revan untujk menahan zalimar pergi. Revan mengatakan untuk tenang dna tidka panik. Ia yang akan menemui zalimar. Ummi Zee percaya saja.


Revan pun pergi ke tempat tujuan. Sebelumnya, ia menemui seseorang di sebuah restoran kecil di pinggir danau buatan.

__ADS_1


"Maaf, gas1 Kmau lama menunggu!" katanya seraya terkekeh kecil melihat wajah kesal sahabatnya itu.


"Ck. Jika buakn karena permintaanmu, maka aku tidak akan datang kesini!" balasnya ketus.


Revan tertawa. Keduanya mulai makan dulu sebelum berbicara. Setelah selesai, sahabatnya itu memberikan berkas padanya dna Revan membukanya.


Ia tersenyum menyeringai. "Ini sudha semua?" tanyanya pada pemuda jangkung berambut cepak itu.


"Sudah. Informanku mengatakan jika dia sudha da di sini saat ini. Ingta, kamu harus hati-hati dnegannya. Wanita itu licin dna licik seperti ular! Salah-salah kamu bisa terperangkap dengan akal bulusnya!" jawab pemuda itu begitu serius.


Revan tersenyum santai. "Aku tahu. Makanya aku ingin menemuinya di restoran itu. Hanya saja, aku takut. Zalimar akan benar-benar pergi karena hasutan wanita itu seperti yang ia lakuakn pada adik kembar Zalimar," ucapnya membals ucapan pemud ajangkung itu.


Revan tersenyum sendu. "Aku melakuakn ini untuk istriku, Bagas. Jika bukan karena Zalimar, maka aku tidak akn mau masuk ke perangkap wanita itu. Beruntungnya bukan aku yang meklakuaknnya! Tetapi, pemuda yang selama ini begitu memebencinya. Aku yakin, setelah ini. Ia akan mengikatku dnegan kebohongannya yang lain. Terima kasih kamu sudha mengingatkanku, Gas. Jika tanpa kamu, mungkin aku sudha menikahi wanita ular sepertinya dan membuat zalimarku semakin terluka," ucapnya tulus pada pemuda jangkung yang bernama Bagas itu.


Bagas tersenyum. "Kita sudha bersahabta sedri kita SD, Van. Aku sudha menganggapmu saudaraku sendiri walau kita bukan saudara. Aku ahnya seorang anak yatim yang kamu rawat dna kamu tampung di keluargamu hingga aku menjadi sesukses sekarng ini. Aku melakuakn ini untuk saudaraku. Agar kamu tidka terluka dnegan wanita itu. Beruntungnya aku, kamu lebih percaya padaku daripada wanita itu., seandainya kamu lebih percaya dia, mungkina ku akan pergi dari hidupmu." Ujarnya serius yang membuat Revan menggeleng kuat.


"Tidak! Tidka sekalipun aku meragukan kamu! Kamu saudaraku! Sedari kecil sudha bersama. Jadi, kamu tidka mungkin merusakku hanya karena wanita itu! Aku lebih percaya saudaraku daripada wanita itu yang baru saja masuk ke dalam hidupku karena terjebak. Beruntungnya aku waktu itu karena kamu yang menolongku. Sekali lagi, terima kasih, Gas." Ucap Revan tulus pada Bagas yng kini mengangguk padanya.

__ADS_1


"sama-sama. Sebaiknya kamu beregrak cepat wanita itu. Kamu akan melihat sendiri seperti apa dirinya!" ucapnya meradang mengingat waniat itu.


"tapi.. Di restoran itu ada istriku. Apa tak apa, gas? Aku takut, dia salah paham padkau nanti." Revan menatap serius pada Bagas.


bagas menetap lurus ke depan. "Jika itu terjadi, maka kamu harus lebih giat lagi dalam meluluhakn hatinya. Buktikan padanya, jika kamu tidka seperti pemud ayang ia cintai. Kmau tulus padanya. Jika suatu saat zalimar tidka mempercayainya, aku yang akan maju sebagai saksi smeua itu. Kita akan menunjukkan berkas itu padanya. Ia pasti akan shock saat tahu siapa dalamg dari kecelakana yang terjadi pada cintanya itu." bagas tergelak melihat wajah kesal Revan.


"Bukan cintanya, tapi istriku!" ketusnya semakin kesal.


Bagas tergelak lagi. "Sudah. Pergilah. Aku akan menyimpan berkas ini. Sebelum kamu masuk ke restoran itu, pastikan dulu keberadan istrimu agar ia tidka slaah paham dengan pertemuan akmu dna wanita ular itu! Ayo!" ajaknya yang diangguki oleh Revan.


Kedua pemua jangkung nan tampan itu segera menuju ke restoran yang sudha dijanjikan. Keduanya menggunakan mobil sewaan Revan selama di sana. Revan menunjukkan pesan wanita ular itu pada bagas.


ia mengangguk menaggapi. Setibanya di sana, langsung masuk ke dalam restoran itu. Ia menatap sekeliling dna tidka melihat zalimar di sana. Ia langsung duduk di sebuah kursi yang dekat dnegna dinding restoran itu yang membuat Bagas terkejut buakn main.


Bukan karena dindingnya, melainakn wanita yang duudk di belakang revan saat ini. Ia menghubungi Revan untuk memberitahunya. Aakn tetapi, ia dikejutkan dnegan wanita ular itu sudha tiba di sana.


Bagas hanya bisa menghela napasmnya. "Semoga kamu kuat, Van. Aku akan berusha menjelaskan pada zalimar nanti jika istrimu itu slaah paham padamu. Ck. kenapa juag kamu terjebak dnegan wanita yang sama? Wanita yang memiliki dendam pada zalimar karena merebut pria yang dia suka?" ucapnya menggerutu memikirkan nasib hidup revan tidak semanis yang terlihat.

__ADS_1


Hanya Bagas yang tahu kehidupan Revan seperti apa di laura negeri sana. Jiak bukan karenanya, mungkin Revan tidak akan pernah emnikahi zalimar. Hanya saja, rencana kali ini harus berjalan denagn zalimar ikut serta di sana.


__ADS_2