Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Posesif man


__ADS_3

Zalimar mendongak melihat pada Revan yang kini menghalanginya dari lelaki muda itu.


"Kenapa Abang berdiri dihadapanku, sih?" ucapnya kesal.


Revan tidak mengindahkan ucapan Zalimar.


"Awas, ih! Aku mau lihat pantai! Kenapa pula Abang menutupinya?" lanjut Zalimar lagi menggeser tubuh tegap itu dari hadapannya.


Jack yang masih mengerjab lucu, sadar dari rasa kagumnya akan kecantikan Zalimar. Jack berdehem. Ia mendekati Revan dan menepuk punggung kekar itu.


"Brother, aku tidak sengaja melihat wajah kakak ipar. Jangan halangi pandangan matanya-," mulutnya terkatup ketika melihat tatapan tajam yang Revan tujukan padanya.


"B-brother, a-aku hanya mencoba u-untuk," ucapannya kembali terputus ketika Revan berbalik melihat padanya. Jack mengatup rapat bibirnya melihat wajah datar dan tatapan tajam dari saudara angkatnya itu.


"B-brotrher," cicitnya menunduk.


Zalimar kebingungan melihat kedua pria itu. Ia memilih bangkit dan memegang lengan kekar Revan.


"Kenapa? Ada apa?" tanyanya tidak mengerti.


"Dengar, Jack. Jika itu wanita lain kamu melihatnya, kakak tidak masalah. Tapi, Zalimar istriku! Seluruh tubuh dan wajahnya itu hanya milikku! Hanya aku yang bisa melihatnya! Tidak boleh lelaki manapun termasuk daddy!"


Deg!


Zalimar melototkan matanya ketika Revan berbicara seperti itu. "Abang!" tegurnya tak suka.


Revan bergeming. Ia tetap pada pendiriannya. Ia menatap tajam pada Jack yang masih menunduk tak berani menatapnya lagi.


"I am sorry, Bro! I am sorry, Please.." ucapnya mengiba pada Revan yang membuat Zalimar menatap lekat pada adik ipar angkatnya itu.


Ia tersenyum melihat sikap Jack yang begitu takut pada Revan. "Ehem, Jack?"


"Ya?" sahutnya cepat menoleh pada Zalimar secara spontan. Revan melototkan matanya. Jack menunduk kembali.

__ADS_1


Zalimar menepuk punggung suaminya sedikit kuat membuat Revan sedikit maju. Ia menatap protes pada istrinya. Zalimar nyengir kuda di balik niqobnya. Revan berdecak. Jack mengintip keduanya dari ekor matanya.


Ia mengulum senyum tipis melihat tingkah keduanya. "Kakak ipar cantik sekali. Kira-kirra, di dalam keluarga kakak, apakah masih ada yang sepertimu?" gumamnya lirih yang terdengar jelas oleh keduanya.


Revan semakin melototkan matanya sembari berkacak pinggang. "Kau...!" serunya kesal bukan main.


Zalimar terkekeh. Jack nyengir kuda hingga menunjukkan gigi putihnya dengan pipi kirinya terlihat ada lesung di sana.


Satu kata yang tepat untuk putra bungsu Dad Kendrick yaitu.. Tampan!


Eh?


Zalimar menggelengkan kepalanya ketika hatinya berbisik kata kata itu. Sekiranya Revan tahu, habislah dia saat ini. Eh, salah! Bukan Zalimar, tetapi Jack!


Ck. Dasar posesif!


Zalimar terkekeh lagi. Jack semakin terpana melihatnya. Revan meradang. Ia membawa Zalimar ke belakang tubuhnya untuk ia sembunyikan.


"Stop Jack! She is my wife! You understand?!" seru Revan pada Jack yang kini mengangguk dengan senyum manis terus terukir di bibirnya.


Zalimar mengintip dari punggung kekar Revan. Revan kembali menariknya. Punggung Revan di tepuk kuat dari belakang. Zalimar marah.


Ia kembali duduk di pohon kelapa di belakangnya sembari menikmati kelapa muda yang belum lagi habis ia minum.


Revan mengalah, ia mendekati Zalimar yang membuat Jack ikut serta duduk di kaki keduanya. Ia duduk bersila di sana. Ia menengadah menatap sepasang suami istri itu.


"Kakak, katakan padaku. Apakah masih ada seseorang yang sama sepertimu untuk bisa aku jadikan istri?" tanyanya serius yang membuat Revan kesal padanya.


Ia berdecak. "Dari sekian banyaknya wanita di Amerika sana, kenapa kamu menyukai yang seperti istriku, Jack!" serunya gusar.


Zalimar mengusap lembut lengan suaminya. Ia menatap pada Jack yang kini menatap serius padanya.


"Sabar, Bang. Apa salahnya Jack mencari istri sepertiku? Bukankah itu bagus?" ucap Zalimar yang diangguki oleh Jack.

__ADS_1


"Kakak ipar, benar! Aku ingin mencari istri yang sama sepertinya. Tertutup dari semua mata yang melihatnya. Taat dan patuh pada Robbnya. Aku ingin mencari wanita yang sama sepertimu, Kakak ipar! Apakah masih ada?" Timpalnya mengakui apa yang membuatnya begitu ingin memiliki istri yang sama seperti Revan.


Zalimar tersenyum. "Berapa umurmu?"


"Sembilan belas masuk dua puluh," jawabnya yang diangguki oleh Zalimar.


"Kenapa kamu begitu ingin mencari istri sepertiku? Apakah kamu tahu apa yang kamu katakan itu akan bertentangan dengan agamamu?" tanya Zalimar lagi.


Ia ingin tahu apa jawaban iparnya itu. Jack menghela naaps panjang. Ia menatap lekat pada Revan yang kini memandang lurus ke laut lepas.


"Aku ini sama seperti Kak Revan. Aku lemah dan tidak pintar seperti ketiga saudara laki-lakiku yang lainnya. Aku sering di olok karena bodoh. Ketika pertama kali aku bertemu Kak Revan, ia membuatku ingin menjadi sepertinya. Kak Revan inspirasiku, Kak. Apa yang kakak punya dan mau, aku pun ingin seperti itu. Karena apa yang kakak lakukan itu sungguh membuatku ingin sepertinya. Aku tahu, aku tidak pintar sepertinya. Akan tetapi, aku punya tenaga yang bisa dimanfaatkan. Kakak sering menceritakan kak Zalimar padaku. Ia juga sering mengatakan, jika kamu wanita shalihah yang selalu menyejukkan hati dan juga menenangkan ketika dipandang."


"Kak Revan begitu mencintaimu hingga ia rela banting tulang, bahkan hampir terbunuh karena ingin mencukupi kehidupanmu." Ucap Jack yang membuat Zalimar terkejut.


Revan tersenyum. "Hidupku berat, Dek. Tak perlu kamu mengikuti jejak kakakmu ini. Hiduplah seperti keinginan mom dan dad. Mereka yang lebih tahu tentangmu," uucap Revan yang di jawab dengan gelengan oleh Jack.


"Mom dan Dad tidak memaksaku untuk ikut peraturan mereka. Jika aku ingin menjadi sepertimu, mereka mengizinkan. Apalagi jika aku mendapatkan istri seperti kakak ipar. Mereka dukung, kok!" balasnya begitu yakin.


Revan menghela napasnya. "Tapi, kenapa harus sama seperti istriku, sih? Yang kayak nggak ada wanita lain aja? Ingat, keyakinan kamu dan kita berbeda!" ucapnya ketus.


Jack tekekeh. "Aku akan menganut keyakinanmu agar kakak yakin akan ucapanku ini. Jadikan aku muslim dan mengikuti semua aturan agama kalian. Aku ingin hidup tenang dan dekat dengan Tuhan yang sesungguhnya," balasnya serius yang membuat Zalimar menitikakn air matanya.


Revan tertegun mendengar ucapan adik angkatnya. "Kenapa?" tanyanya pada Jack yang kini tersenyum teduh padanya.


"Karena aku, adikmu. Aku ingin menjadi sepertimu. Yang taat pada Tuhanmu dalam keadaan apapun. Kamu inspirasiku, Kakak. Aku ingin hidup tenang dan damai sepertimu," jawabnya yang membuat hati Revan membuncah haru.


Ia berjongkok dan memeluk adiknya itu. Jack membalasnya dengan mata menatap lekat pada Zalimar. Kakak iparnya itu mengangguk padanya.


"Kakak bisakan mencari seorang gadis muslim yang sama seperti kakak ipar?" tanyanya yang memancing ke posesifan diri Revan kambuh lagi.


Ia mengurai paksa tubuh itu dan menatap kesal padanya. "Tidak! Tidak ada wanita yang sama seperti istriku! Jika kamu mau, kamu cari sendiri! Jangan sama seperti istriku! Aku tak terima! Dia wanita satu-satunya di muka bumi ini!" jawabnya ketus yang membuat Jack tertawa.


"Aku yakin sekarang, aku akan mencari wanita yang sama seperti kakak ipar!" ucapnya lagi sengaja memancing emosi Revan.

__ADS_1


Jack, bahkan sengaja mengedipkan matanya pada Zalimar yang membuat jiwa posesif seorang Revan muncul lagi. Ia menyembunyikan Zalimar di belakang tubuhnya.


Jack tertawa lepas melihat itu.


__ADS_2