
Revan meringis menahan sakit di bokongnya akibat perbuatan Zianti. Zalimar melipat kedua kakinya dan turun santai dihadapan adiknya yang kini semakin geram melihat padanya.
Zalimar mengambil baju gamisnya dan menggenakannya dihadapan zianti serta hijabnya. Zianti berdecih.
Pemandangan yang baru saja terlihat ternyata hanya manipulasi belaka. Ternyata, Revan dan zalimar masih menggenakan pakaian utuh ketika berada di balik selimut. Revan menggenakan kemeja yang sengaja ia buka. Sedang untuk celananya, ia menggunakan celana pendek selutut.
Zalimar menggunakan lingeri berwarna hitam tanpa lengan. Hingga dari kejauhan, ia terlihat tidak menggenakan pakaian sama sekali. Wajah zianti semakin merah padam melihat keduanya ternyata menipu dirinya.
Dengan amarah yang meletup-letuop, ia mendekati zalimar dan melayangkan tangannya ke pipi zalimar hingga istri Revan itu terjatuh dna menabrak pinggiran nakas. Darah segar mengalir dari sana.
Revan diam terpaku di tempatnya berdiri. Iangin maju, tetapi ia sudah mengatakan kepada Revan, apapun yang zianti lakukan, cukup di rekam saja. Semua perbuatannya itu harus ia tunjukkan pada keluarga besarnya.
Zalimar menahan pusing di kepalanya. Belum lagi ia berdiri, Zianti kembali mendekati dirinya dan menarik hijab zalimar hingga saudaranya itu mengikuti arah tarikannya. Zianti menyeret zalimar keluar dari kamar itu. Ia ingin menghajar kakaknya itu dihadapan kedua orangtua angkat Revan.
Ia berjalan sambil menyeret zalimar yang terus beristighfar menahan rasa sakit yang kini ia rasa. Seakan lepas kulit kepalanya karena Zianti menariknya tidak hanya hijab, melainkan rambut panjangnya sekalian.
Zianti mengumpati zalimar dan memakinya sesuka hati dengan suara lantangnya. Mom Stefany dan Dad kendrick terkejut mendengar suara itu. Keduanya keluar dari kamar dan semakin terkejut melihat zalimar ditarik dari bagian rambutnya hingga ia terseret-seret.
Wajah putihnya merah padam menahan sakit di kepalanya saat ini. Mom Stefany berteriak melihat menantunya dianiaya sedemikian rupa oleh Zianti.
Ia menampar zianti hingga jatuh terpelanting ke sisi tangga.
Dahinya bocor seketika. Napas wanita tua itu menderu. Jack segera menarik momnya itu sembari memberi kode pada Dadnya yang diam terpaku melihat wajas asli zalimar tanpa niqob.
"Rekam semua perbuatananya, Jack. Abang akan menghubungi keluarga kita dari panggilan grup!" ucap Revan yang diangguki oleh Jack.
__ADS_1
Dad Kendrick segera menarik istrinya dan memeluknya erat dari belakang, sebab wanita tua itu begitu marah saat ini.
tangan revan menekan tombol grup hingga smeua panggialn itu mereka angkat bersamaan. Ada lima puluh anggota grup itu yang menyaksikan keadaan zalimar yang terus dianiaya oleh zianti tanpa ampun.
Termasuk Damar yang ikut serta melihat pemandanagn itu. Zalimar menahan semua rasa sakit yang Zianti berikan padanya. Belum waktunya ia membalas adiknya itu. Ia ingin melihat sang adik terkuras tenaganya barulah ia membalasnya.
Zianti memukuli kakaknya memba bi buta tanpa sadar jika Zalimar sudah tergetak dengan wajahnya penuh luka lebam akibat gamparan darinya. Revan tetap tidak membela istrinya. Ia sedang memperlihatkan tontonan menyeramkan itu kepada seluruh keluarganya.
"Aarrgghhtt, dasar murahan! Kenapa kau selalu merebut apa yang aku punya Zalimar?!" teriaknya dihadapan zalimar yang kini memejamkan kedua matanya.
"kenapa semua orang yang aku suka selalu memilihmu? Apa lebihnya kamu dibandingkan denganku?! Heh?! Mulai dari Ihsan, Damar, bahkan sekarang bang Revan! semuanya kamu miliki! Dasar ******! Kau anak haram zalimar!!!" teriaknya murka yang membuat mata zalimar terbuka seketika.
Semua yang mendengar ucapan zalimar tercengang. Ummi zee jatuh pingsan melihat putrinya bertindak anarkis pada saudarinmya sendiri. Abi zidan segera memapahnya.
Di sana terjadi kegaduhan saat ini. Jangan tanya seperti apa wajah Revan saat ini. Begitu datar dan dingin. Tak ada yang berani memanggil atau bertanya padanya. Wajahnya begitu menyeramkan saat ini.
Zalimar berdiri begitu cepat dihadapan zianti yang kini menatap nyalang padanya. Entah kekuatan dari mana, zalimar membanting zianti hingga terhempas ke lantai.
Revan membulatkan matanya melihat itu. Jack pun demikian. Apalagi keluarga mereka. Tidak cukup sampai di situ, zalimar kembali menegakkan tubuh Zianti hingga menghadap padanya. Mata wanita itu melotot padanya.
Zianti jatuh tersungkur dengan kepala mendarat lebih dulu.
"Arrgghht," suara teriakan zianti menggema di dalam ruangan itu. Revan menagnga melihat perbuatan istrinya.
"Jika bukan kau saudaraku, aku sudah membunuhmu sejak tadi! Kau pikir, aku mau seperti ini? Heh? Kau mengatakan aku anak haram? Lalu bagaimana denganmu? Jika aku anak haram, bukankah kamu juga anak haram?!"
__ADS_1
Deg!
Zianti menatap datar padanya.
"kau dan aku, kita berdua sama. Jika kau haram, maka kau pun haram! Apa kau tidak malu mengatakan aku seperti itu? Kemana otakmu itu? Apakah sudah rusak akibat ambisi yang masih bersarang di kepalamu?!" teriak Zalimar membahana di dalam ruangan itu.
Zianti tersenyum sinis. "kenapa aku harus malu? Pada kenyataan kamu memang anak haram bukan? Makanya setiap laki-laki yang mendekati kamu akan bernasib sial! Sama seperti kamu! pembawa sial!"
Dduuaar!
Zalimar meradang. Tangannya melayang untuk menyentuh wajah cantik adiknya yang sudah lebam itu.
"Arrgghht," Zianti memekik kesakitan ketika perutnya di tendang kuat oleh zalimar.
Zianti terus menahan rasa sakit di perutnya. Ia terkejut ketika menyadari baju gamisnya basah dengan darah.
"Anak haram yang ada di dalam rahimmu itu pantas mati!"
Deg!
Zianti terkejut.
"Dia tidak pantas ada di dalam rahim seorang wanita hina sepertimu! Karena obsesimu, kau rela menjajakan tubuhmu pada lelaki yang lebih kaya dari suamimu!"
Ddduuaaar!
__ADS_1
"Apa?!" teriak semua orang di atas tangga sana.
Mereka terkesiap ketika Zalimar mengatakan hal itu.