Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Perusuh datang


__ADS_3

Ketiganya kembali ke resort setelah mom Stefany menghubungi Zalimar untuk segera kembali. Jack lebih banyak berbicara dengan Zalimar dan bertanya, adakah seorang gadis yang sama sepertinya?


Zalimar menjawab ada. Betapa senang Jack ketika mendengar hal itu. Zalimar melirik Revan yang kini berwajah masam padanya.


"Jangan marah, aku melakukan ini untuk menguatkan keluarga kita. Aku ingin menjodohkan Zahara dengan Jack!" bisiknya yang membuat Revan terkejut.


Tungkai jenjang itu berhenti seketika. Ia menatap Zalimar dan mencari jawaban dari balik mata hitam itu. Zalimar mengangguk antusias. Jack sudah lebih dulu tiba di resort dan sedang memeluk mom Stefany dan mengatakan keinginannya.


"Mom, kakak ipar sudah menemukan calon istri untukku!" ucapnya girang.


Mom Stefany menatap tak percaya padanya. "Oh, ya?"


Jack mengangguk. "Seperti yang aku katakan dulu, izinkan aku mengikuti jejak Kak Revan. Aku ingin menjadi sosok laki-laki sepertinya. Aku tidak akan meninggalkan kalian berdua. Aku ingin membuat kedua orangtuaku masuk surga karenaku," ucapnya pada Mom Stefany yang membuat mata tua itu berkaca-kaca.


Beliau tersenyum. "Seperti janji mom dulu padamu. Mom mengizinkannya. Semua itu pilihanmu. Mom tidak akan melarangnya. Di mana kamu merasa tenang dan nyaman, maka lakukan. Jika semua itu membuatmu bahagia, maka lakukanlah. Mom Ikhlas dan memberi restu untukmu." Jack tersenyum girang. "Apalagi jika kamu bisa memberikan seorang istri seperti Zalimar lagi. Pastilah mom akan sangat bahagia!" lanjutnya terlihat begitu tulus. Jack mengangguk dan memeluk mom Stefany yang juga membalas pelukannya.


"Terima kasih, Mom!" ucapnya begitu girang.


"Sama-sama, Nak. Untukmu dan kebahagiaanmu, apapun akan ibu lakukan untukmu, putraku!" balasnya lagi seraya menuntun Jack untuk masuk ke dalam resort mewah tersebut.


Zalimar dan Revan tersenyum melihat kedua orang itu. "Kamu pembawa cerah untuk keluarga itu, Bang." Puji Zalimar yang diangguki dengan kekehan tampan khas suaminya itu.


Keduanya masuk ke dalam resort itu sambil bergandegan. Sesekali Revan tertawa karena sudah berhasil menggoda Zalimar yang kembali ketus dan malu padanya.


Revan sangat suka menggoda Zalimar seperti itu. Ada kesenangan sendiri untuknya ketika menggoda Zalimar. Bukankah pasangan itu harus sering-sering berlaku romantis agar hubungan keduanya semakin awet dan langgeng ketika kakek nenek?


* * * * *


Malam harinya.

__ADS_1


Sebuah sedan berhenti dihadapan resort megah itu. Ia turun dari mobilnya dan melihat pada resort mewah tersebut. Seringai licik terbit di bibirnya.


"Jiak aku tidak bisa mendapatkannya, maka kamu pun tidak akan bisa mendapatkannya!" gumamnya sembari menarik kopernya dan melangkahi masuk resort tersebut.


Ia masuk tanpa mengucapkan salam. Lagaknya seperti pemilik sah dari resort itu. Ia melihat sekelilingnya dan tersenyum sinis.


"Aku akan berhadapan langsung denganmu, Kakak. Selamat menyambut kedatanganku di kediaman yang sebentar lagi akan menjadi milikku!" ucapnya tersenyum menyeringai.


Ia semakin masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu menunggu tamu mereka untuk turun. Waktu baru saja memasuki waktu maghrib. Revan dan Zalimar saat ini masih melakukan ibadah bersama.


Keduanya saling tersenyum ketika tangan Zalimar mengecup tangannya dan Revan mengecup kening Zalimar juga kedua pipinya. Keduanya hanyut dalam gelora yang baru saja keduanya rasakan.


Kedua pengantin baru itu kembali mereguk manisnya madu pernikahan. Madu pernikahan yang akan membuat darah dan amarah seseorang di bawah sana akan berkobar sebentar lagi. Keduanya tidak sadar akan hal itu.


Ponsel Revan sudah berulangkali berbunyi. Akan tetapi, snan pemilik sedang menikmati masa-masa pengantin baru. Keduanya tidak sadar waktu dan tempat saat ini. Bagi mereka, tunaikan, maka akan bahagia.


Sementara itu di bawah, mom Stefany terkejut melihat kedatangan saudara kembar Zalimar ke resort mereka.


"Akan aku panggilkan kakak dan kakak ipar!" katanya ingin beranjak dari sana.


Akan tetapi, mom Stefany melarangnya. "Jangan! Biarkan mereka berdua. Memang inilah yang harus terjadi. Ayo, kita temui wanita ular itu!" ucap Mom Stefany sembari mengajak Jack untuk turun ke bawah menemui Zianti.


Ya, Zianti. Yang baru saja datang ke resort itu adalah Zianti. Wanita itu begitu nekad datang kesana tanpa izin dari suaminya. Entah apa yang akan terjadi jika Damar tahu Zianti saat ini sudah tiba di resort milik Revan. Yang pastinya, Zianti akan mendapat masalah nantinya.


Mom Stefany tersenyum sinis melihat wanita itu. Sedangkan Jack menatap datar dan dingin padanya. Zianti terkejut melihat pemuda jangkung mirip Dad Kendrick itu.


"Mom!" sapa Zianti sembari mengulurkan tangannya pada wanita paruh baya itu.


Mom Stefany menggerakkan satu alisnya hingga menukik tajam. Jack tetap menatap datar dan dingin padanya.

__ADS_1


Zianti tersenyum menatap Jack. "Ini?" tunjuknya pada Jack yang kini menatap datar tanpa ekspresi padanya.


"Oh, ini Jack putra bungsu saya!" jawab Mom Stefany berusaha melembutkan suaranya, padahal saat ini beliau snagat ingin menampar dan memukul wajah wanita ular itu menurutnya.


Mom Stefany sangat tahu wanita seperti apa Zianti ini. Wanita penuh akan dendam dan juga ambisi. Terlihat jelas di wajahnya.


"Untung aku sudah tahu kedatangannya. Jika belum, pastilah saat ini ia sudah berhasil menggganggu Revanku yang sedang mencetak generasi baru untuk kami! Ck. Dasar wanita sialan!" umpat mom Stefany di dalam hatinya.


Jack mengulum senyumnya melihat wajah mom Stefany menatap Zianti dengan malas. Jack tahu, jika momnya itu tidak menyukai Zianti. Terlihat jelas dari senyum palsu yang beliau berikan. Ia sangat mengenal siapa momnya itu. Sekali ia tidak menyukainya, maka akan terus tidak menyukainya.


Mom Stefany sengaja bermuka dua agar rasa tidak sukanya itu tidak terlihat jelas di mata saudara kembar Zalimar itu.


"Silahkan duduk," katanya mempersilahkan Zianti.


Tanpa rasa malu, Zianti bergelayut manja di tangan mom Stefany yang membuat wajah wanita tua itu menyeramkan saat ini.


Jack melipat bibirnya agar tidak tertawa. Zianti menatapnya dengan tersenyum yang membuat mom Stefany pun tersenyum padanya, padahal hatinya begitu dongkol saat ini.


Jacka terkekeh kecil ketika melihat mulut momnya itu mengumpati wanita yang kini duduk di sampingnya. Zianti menoleh pada Jack.


"Em, kamu baru tiba juga?" tanyanya dalam bahasa Inggris.


"Ya," jawabnya singkat dan terkesan malas melihat wajahnya.


Zianti tidak peduli itu. Baginya, Revan. Ia menatap ke sekeliling dan tidak melihat Revan dan Zalimar.


"Kenapa?" tanyanya. "Apakah kamu mencari Revan? Mimpi kamu!" lanjutnya dalam hati sambil tersenyum sinis pada Zianti yang kini mengangguk antusias padanya.


Adik Zalimar itu sengaja memikat kedua orangtua angkat Revan yang kaya raya itu. Sedangkan mom Sefany tersenyum sinis melihatnya.

__ADS_1


"Kamu tak akan bisa menemui mereka sebaba saya sudah memberikan sesuatu yang akan membuat keduanya tidak keluar malam ini. Melalui makanan yang saya antar tadi, keduanya pasti sedang mencetak cucu untuk saya! Cih! berani sekali wanita gila ini mencari putraku?! Siapa dia untuk putraku?!" batinnya semakin dongkol melihat kelakuan zianti saat ini.


Untung saja Zafran menghubunginya sore tadi dna mengabarkan jika perusuh itu akan datang. Jika tidak, mom Stefany pasti tidak akan bisa menahan pertemuan Revan dan wanita ular itu.


__ADS_2