Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Terpecah belah


__ADS_3

Zafran dan Zahara menatap nanar pada kakak keduanya itu. Keduanya tidak berbicara apapun setelah Zianti meneriaki keduanya.


"Apa yang kalian tahu tentangku, huh? Kalin tidak tahu apapun! Kalian tahunya aku ini jahat! Ya, benar! Aku jahat! Aku tidak baik seperti kalian bertiga! Aku buruk! Aku wanita iblis! Benar, itulah aku! Tetapi," ucapannya terhenti ketika melihat lima orang berdiri di depan pintu dengan air mata bercucuran melihat padanya.


Zianti terkekeh sinis lagi. "Abi tahu? Aku sakit hati karena ulahmu yang selalu memuji Zalimar pada setiap orang karena kepintarannya! Aku kecewa pada ummi yang selalu mementingkan Zalimar daripada aku! Aku iri melihat kasih sayang kalian untuknya begitu besar, berbeda denganku! Kalian selalu mengabaikan jika aku juga ada di sana!"


"Aku bertahan hidup hanya karena belas kasihan kalian setelah memberikan banyak pada Zalimar. Kalian tidak pernah peduli padaku! Kalian tidak pernah bertanya apapun padaku selain pada Zalimar! Kalian hanya melihat Zalimar saja! Apakah karena ia pintar dan bisa membuat kalian bangga? Apakah aku yang bodoh ini bukan anak kalian berdua? Kenapa kalian pilih kasih terhadap kami berdua?"


"Kenapa kalian begitu menyanjungnya hingga melupakan aku yang juga anak kalian? Kalian pikir, aku mau menjadi bodoh? Tidak! Aku, bahkan ingin pintar seperti kakakku! Aku iri padanya! Dia pintar danselalu menjadi kebanggaan kedua orantuaku! Ia selalu dibanggakan, sedang aku? Kalian kucilkan! Aku berusaha bertahan selama aku remaja. Aku berharap, kalian bisa melirikku walau hanya sekedar menyapa. Jangankan kalian menyapa kalian, bahkan tidak peduli padaku!"


"Yang kalian pedulikan hanya Zalimar! Zalimar dan Zalimar! Apakah hanya Zalimar saja putri kalian berdua?!" teriak Zianti terdengar begitu pilu.


Zafran dan Zahara menutup kedua matanya. Buliran bening juga mengalir di sudut pipi mereka. Sakit ketika mendengar pengakuan dari Zianti. Sangat sakit! Bahkan othor sendiri sebagai penulis pun sakit melihat keadaan yang terjadi pada Zianti.

__ADS_1


"Kalian seolah hanya memiliki satu putri saja. Aku, kalian abaikan. Kalian tidak pernah bertanya aku sedang apa, sudah belajar sampai mana? Sudah pintarkah? Sudah khatam? Mau lanjut sekolah di mana? Tidak! Kalian tidak pernah menanyakan hal itu padaku! Kalian selalu menganggap apa yang Zalimar inginkan sama seperti keinginanku! Bertahun-tahun aku mengikuti apa mau kalian dan Zalimar. Tidakkkah sekali saja kalian mengizinkan diri ini untuk aku menuruti keinginanku? Kenapa? Kenapa hanya kakakku? Kenapa tidak padaku? Kalian pikir, aku mau menjadi bodoh? Aku mau hidup seperti ini? Tidak! Aku tidak menginginkannya!"


"Aku sengaja membuat Zalimar tersingkir dari kalian agar kalian selalu melihatku. Benar, kalian melihatku! Aku puas! Aku bahagia karena sudah menyingkirkannya! Jadi, jika kalian ingin menyalahkan. Jangan salahkan aku! Salahkan diri kalian yang terlalu pilih kasih hingga aku melakukan hal ini! Seharusnya, kalian bisa adil padaku! Tapi, tidak!"


"Apalagi setelah kelahiran Zahara dan Zafran! Kalian semakin jauh dariku! Kalian, bahkan tidak peduli lagi padaku! Bagi kalian hanya Zafran dan Zahara setelah Zalimar! Aku benci! Aku benci hidup ini! Aku benci terlahir kembar! Kenapa Allah membuatku hadir hanya untuk merasakan sakit seperti ini?! Pergi! Aku tidak ingin melihat kalian berdua di sini! Selamanya, aku akan tetap menjadi satu-satunya! Aku tidak ingin berbagi kedua orang tuaku dengan kalian! Pergi!" pekik Zianti mengamuk memukuli Zafran dan Zahara yang kini memeluk erat dirinya.


Zianti terus mengamuk dan meronta-ronta di dalam peluka kedua adiknya yang menangis melihat kejiwaan kakaknya yang sedikit terganggu akibat kurangnya kasih sayang.


Abi Zidan tergugu. Air mata itu terus saja mengalir tanpa bisa dicegah. Sakit hatinya tidak terkira saat ini. Ternyata, Zianti melakukan itu karena ingin menjadi satu-satunya yang mereka perhatikan. Zianti berbuat nekad demi mendapatkan perhatian keduanya.


Zianti sampai merebut Revan itu pun karena kesalahan keduanya. Abi Zidan tidak bisa berkata apapun lagi. Lidahnya kelu walau hanya untuk memanggil putri keduanya itu.


Selama ini, keduanya mengaggap, jika perhatian mereka itu sudah cukup. Mereka berdua sudah berlaku adil pada anak-anak mereka. Mereka pikir, ke empat anaknya masih baik-baik saja hingga saat ini.

__ADS_1


Ternyata, semua itu hanya topeng kepalsuan dihadapan keduanya. Ke empat anaknya sudah terpecah karena ketidak pekaan mereka sebagai orangtua. Karena terlalu bangga pada Zalimar yang memiliki kepintaran sama sepertinya, mereka berdua melupakan Zianti yang juga putri mereka.


Zianti memiliki sedikit kekurangan dalam urusan sekolah. Ia lebih pintar dalam urusan mendesain pakaian dan perhiasan. Bakat itu sudah ia salurkan pada perusahaan suami dan juga mertuanya. Abi Zidan tahu itu.


Makanya ia tidak pernah menuntut Zianti untuk bisa pintar seperti Zalimar. Tapi ternyata, ia salah. Perhatiannya pada Zalimar melukai putrinya yang lain. Hingga terjadilah kejadian seperti itu. Abi Zidan merasa gagal sebagai orang tua. Ia berhasil sebagai suami, tetapi gagal menjadi ayah untuk ke empat anaknya.


Beliau tidak menyangka, jika semua itu berimbas saat ini. Benar kata Zianti. Semua masalah itu disebabkan olehnya. Ketidak pekaannya terhadap Zianti, hingga terjadilah kejadian seperti ini dan menyebabkan ke empat orang itu terpecah belah.


Abi Zidan lunglai. Kedua matanya terpejam ketika ia merasa degup jantungnya semakin lemah. Sayup-sayup suara teriakan semua orang terdengar di telinganya. Namun, ada satu suara yang begitu mengganggu telinganya.


"Zalimar," lirihnya seketika mata itu terpejam rapat. Gelap dan gelap hingga tidak terdengar apapun lagi.


Typo bertaburan, besok othor revisi! 🙏

__ADS_1


__ADS_2