
Acara nikah dadakan itu membuat penghuni komplek peruamhan abi Zidan dna Ummi Zee geger seketika. Mereka terkejut mengethui jika putri abi Zidan di khitbah sekaligus dinikahi di dalam mesjid itu.
Tidak itu saja, mereka pun nagat terkejut ketika tahu siapa pemuda yang sudha berhasil menaklukkan hati seorang abi Zidan untuk bisa memberikan putri ketiganya itu.
Orang-orang berbondong ingin melihat siapa pemuda yang sudha menikahi Zahara. Di sinilah mereka berada. Mereka duduk berbaris menatap lekat pada Jack yang masih menatap pada Zahara.
Setelah Zahara sadar, Jack tersenyum padanya.
"Assalamu'alaikum Zaujati? Kita bertemu lagi?" ucapnya sembari menggopda Zahara dnegn menaik turunkan alisnya.
Zahara terpaku sejenak, setelahnya ia berteriak panik dan pingsan kembali. Ummi Zee dan abi Zidan panik melihat putrinya demikian. Namun, berbeda dengan Jack. Lelaki tampan itu terkikik geli melihat istrinya pingsan lagi setelah melihat wajahnya yang begitu dekat.
Jack merasa yakin, jika Zahara pingsan tadi pastilah karena mendnegar suaranya. Jack tersenyum-senyum memikirkan mimpinya tadi malam sebelum ia turun dari pesawat.
( Mau dibuat lapak baru untuk Jack atau mau lanjut di sini? Cus, komen!)
Abi Zidan memohon maaf pada warga sekitar. Ia mengatakan jika zahara sednag dalam keadaan kurang sehat, tetapi sengaja datang untuk menjemput mereka. Zahara shock kletika melihat suaminya, itu saja.
Para warga sekitar percaya. Mereka memilih pulang ke rumah setelah mengucapkan selamat pada ustadz dna ustadzah itu.
Setelah para warga berpamitan, abi Zidan pun berpamitan. Mereka harus pulang ke rumah. Sebab zafran pasti kebingungan menunggu mereka. Belum lagi jika besok, Zianti dan Damar harus pergi ke bukit saweru.
Zahara di gemndong oleh Jack untuk dibawa pulang oleh ke rumah abi Zidan. Tidak butuh waktu lama untuk tiba di rumah mereka. Ketiganya turun tergesa. Jack tetap menggendong istrinya sembari terus menatap dengan bibir terus menyunggingkan senyum manis.
Zafran terkejut melihat saudara kembarnya di gendong oleh pemuda yang baru ia kenal malam kemarin.
"Loh, bang Jack? Bukannya?" Zafran terkejut melihat pemuda yang tadi malam baru berbicara dengannya.
Jack tersenyum. "Nanti abang ceritakan. Tunjukkan dulu di mana kamar kakakmu? Sudah masuk waktu maghrib!" jawabnya membalas ucapan Zafran yang sedikit bingung melihat saudarinya itu di sentuh olehnya, tetapi abi Zidan tidka marah padanya.
"Adek!"
"Hah? I-iya, ummi! Adek tunjukkan jalannya! Mari, Bang!" Zafran berjalan lebih dulu.
__ADS_1
Kepalanya teleng sedikit karena memikirkan hal yang baru saja terjadi. Namun, ia tidak akan bertanya. Kedua orang tuanya pasti memiliki jawaban dari semua yang terjadi saat ini.
Ia terus emnuntuk keduanya emnuju ke kamar zahra yang berdampingan dengan kamarnya.
"Tunggu abang mandi, ya! Kita sholat berjamaag bersama!"
Deg!
"Hah?" mulutnya menganga menatap pada Jack yang kini membaringkan Zahara di ranjangnya.
Sebelum masuk ke kamar mandi, ia lebih dulu membuka niqob zahara. Lagi, zafran terkejut.
"Bang-,"
"Abang muslim, Dek. Baru saja tadi masuk islam. Abang mualaf," potongnya cepat seraya tersenyum pada Zafran yang kini semakin terperangah mendengar ucapannya.
"Tunggu abang, ya!" ucapnya sebelum pintu kamar mandi tertutup rapat.
Zafran segera mengatupkan bibirnya ketika abi Zidan menepuk pelan bahunya. Beliau terkekeh, kejadian yang Zafran alami sama seperti mereka tadi saat di mesjid.
Pemuda tampan miruip abi Zidan itu berlalu turun ke bawah dnegn keadaan bingung. Lagi, abi Zidan terkekeh. Sebelum ia keluar, beliau menatap pada zahara yang baru saja sadar dan menatap kosong padanya. Beliau tersenyum.
"Jangan pikirkan apapun. Semua yang terjadi itu kehendk allah. Mandilah1 abi turun dulu," ucapnya lagi yang diangguki oleh Zahara.
Ia beralih duduk dna menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Tak alam, pintu kamar terbuka. Menunjukkan laki-laki yang tadi malam menemuinya di dalam mimpi. Pemnuda itu tersenyum teduh padanya.
Matanya yang keabuan membuat zahara terpesoan menatapnya.
"mandilah, mas tunggu kamu di bawah untuk sholat berjamaah, ya?" ucapnya seraya berllau yang lagi dna lagi membuat zahara terpesoan melihat senyum memabukkan itu.
Zahara tersadar. Ia mengegelngkan kepalanya. "Ini mimpi 'kan, ya?" gumamnya bingung sembari mengambil handuk yang Jack pakia dna masuk ke kamar mandi.
Malam itu, di rumah abi Zidan untuk pertama kalinya jacka menjadi imam untuk penghuni rumah itu. Zafran terpaku mendnegra suara alunan lembut itu begitu emndayu hingga menusuk relung hatinya.
__ADS_1
Bacaan yang fasih dna tajwid yang pas membaut zafran terkagum-kagum pada abang iparnya itu. Ya, abi Zidna sudha menjelaskannya tadi sebelum kedua orang itu turun ke bawah. Zaframn baru pahama akan kejadian yang ia lihat tadi.
Zafran setuju, jikalau zahara menikah dnegn Jack. Entah kenapa, ia merasa Jack pemuda yang tepat untuk kakaknya itu. Semua keluarga setuiju termasuk Zalimar.
Entahlah dengan Zianti. Semua itu akan terlihat ke esokan paginya.
*****
Pagi harinya di ruang tanu abi Zidan. Zianti menatap bingung pada Jack yang kini menatapnya datar tanpa ekspresi. Berbeda ketika menatap ke empat orang di dalam rumah itu termasuk mbok Yem pembantu di sana.
Zianti terus emnunggu apa yanga kan abi Zidan katakan padanya.
"Abi sudha mengurus semuanya. Mulai hari ini, zalimar, zahara dna Zafran tidka tercantum lagi di dalam kartu keluarga kita. Semua ayang kamu inginkan, sudha abi penuhi. Hari ini juga, kamu harus ke gunung saweru. Zafran yang akan mengantarmu," ucapnya yang diangguki oleh damar.
"Baik, kami akan ke sana. Semua persiapan sudha siap." balas damara yang diangguki abi Zidan.
"Maaf menyela, Bi. Kakak berpesan, aku dna Zafran yang harus ke sana. Kami ditugaskan untuk emngantar keduanya," ucap Jack sengaja mengatakan tujuannya.
"Siapa dia, Bi?" tanya Zianti
"Baiklah, kamu dan Zafran yang akan mengantarkan kalian berdua ke sana. Kamu tak apa jika suamimu pergi mengantarkan saudaramu, Nak?" bukannya menjawab pertanyaan Zalimar, beliua malah bertanya pada zahara yang kini menatap datar pada kakaknya itu.
Zianti terkejut. "apa maksudnya ini, Bi? Dia suami zahara?" tunjukanya pada Jack yang kini tersenyum tipis meliaht reaksi kakak iparnya itu.
"Ya, Jack suami Zahara. Putra bungsu dari Tuan Kendrick orang tua angkat suami Zalimar. Mereka sudah menikah kemartin sore. Setelah kepulanganmu nanti, maka kami akan mengadakan resepsi pernikahan untuk keduanya." jawab ummi Zee yang semakin membuat Zianti terperangah.
"Tapi, Bi! Zahara itu amsih sembilan belas tahun! Masih kecil! Kenapa Abi menikahkan keduanya? Seharusnya, abi ngomong dulu padaku!" serunya kesal pada kedua orang tuanya itu.
Zafran tersenyum sinis. "siapa kami untukmu hingga segala sesutu yang terjadi pada diri kami hingga kami harus mengatakannya padamu?"
Deg!
Deg!
__ADS_1
Mulut Zianti terkatup seketika ketika ucapan menghunus itu tertuju padanya.
Satu lagi ntar malam, ye?