Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Kilas balik part 4


__ADS_3

Dua ambulan tiba di rumah sakit hampir malam. Zalimar bersama Revan menuju ke ruangan lain. Sedangkan Damar segera ditangani. Ia harus di operasi demi menyembuhkan lukanya itu.


Operasi itu berlangsung cukup lama. Mereka sibuk berkabung akan keadaan Damar tanpa mengingat bagaimana dengan keadaan Zalimar.


Operasi itu harus terhenti ketika dokter keluar dan meminta salah satu keluarga untuk mendonorkan ginjalnya untuk Damar. Ginjal Damar rusak parah akibat benturan keras yang menghantam tubuhnya.


Keluarga lagi dan lagi shock. semuanya shock. Tak tahu harus berbuat apa. Di saat yang sama, Zalimar mendengar semuanya. Tanpa sepengetahuan semua orang, Zalimar menemui salah satu dokter dan memintanya untuk mengambilkan ginjalnya untuk Damar.


Dokter pun setuju. Ia segera memeriksa ginjal Zalimar yang ternyata cocok. Zalimar berpesan agar tidak ada seoprang pun yang tahu akan kejadian itu. Akan tetapi, Zalimar lupa. Ada seorang pemuda yang terus mengawasi dan melindungi dirinya hingga ia dibawa ke ruang operasi.


Pemuda itu dengan setia menunggu Zalimar. Tak ada yang tahu keadaan gadis malang yang tertuduh itu. Pemuda itu mengepalkan kedua tangannya.


"Hanya karena ucapan lain, kalian tega mengabaikan jodohku! Tunggu saja kalian! Di saat kalian tahu apa yang jodohku lakukan untuk lelaki sialan itu, maka kalian semua akan sangat tersiksa dalam rasa bersalah nantinya! Tunggu saja!" Gumamnya dengan rahang mengetat.


Operasi cangkok ginjal itu berhasil. Operasi yang dilakukan pada Damar pun berhasil. Semua keluarga bernapas lega.


Berhari-hari mereka menunggu Damar. Tak ada seorang pun yang mengingat Zalimar ada di mana. Hanya seorang pemuda yang terus setia menunggunya hingga ia siuman. Pemuda itu segera keluar dnan menghubungi seseorang untuk menjaganya.


"Jaga dia untukku. Aku harus kembali ke pesantren. Buya sudah memangilku untuk segera kembali. Jangan katakan apapun pada semua orang. Kamu dengar, Dek?" katanya pada bocah kecil berusia tujuh tahun itu.


"Tentu, Bang. Adek akan menunggu kakak sampai sembuh. Apapun perkembangannya, akan adek kabarkan pada Abang. Terima kasih karena sudah menemani kakak," ucapnya tulus.

__ADS_1


Pemuda itu mengangguk dan mengecup dahi adik sepupunya itu. Revan berlalu bersama papa Kenan dan mama Bella yang juga mengecup kening adik bungsu Zalimar, Zafran.


Mereka berlalu setelah memastikan jika Zalimar baik-baik saja. Papa Kenan sudah menitipkan Zalimar pada salah satu orang kepercayaannya yang akan mengurus Zalimar.


Zalimar sadar ketika bagian pinggangnya terasa nyeri. Ia melihat jika ada adik bungsunya sedang belajar bersama seorang mbak yang tidak ia tahu siapa.


Zalimar ingin bertanya padanya sebelum pintu ruangannya terbuka dengan kasar dari luar. Zalimar menatap nanar pada abi dan juga ayah Jerry. Kedua orang itu menatap Zalimar seakan ingin menerkamnya. Zalimar tersenyum miris.


Ia memilih diam tanpa berkata apapun. Apapun yang ia katakan tidak akan berguna lagi saat ini karena pengaruh dari adiknya sudah melekat pada hati dan otak mereka jika Zalimarlah pelakunya.


Ya, Zalimar tahu apa yang Zianti katakan untuknya ketika ia belum sepenuhnya meluncur ke bawah. Betapa miris hidupnya. Di tuduh berzina hingga di tuduh sengaja mendorong Damar.


Abi Zidan menegurnya dengan kata lembut, tetapi begitu menyakiti hatinya. Apalagi ayah Jerry. Ia juga memutuskan hubungan perjodohan keduanya. Abi Zidan hanya bisa pasrah waktu itu.


Ketika abi Zidan menghentikan semua uang jajan dan biaya sekolahnya lantaran pria itu kecewa, Revanlah yang meminta pada papa Kenan untuk membiayai sepupunya itu.


Revan rela bekerja dan menggantikan semua uang yang papanya berikan. Papa Kenan melarangnya untuk mengganti, tetapi Revan tetap keras kepala.


Selama ia kuliah di Amerika lalu ke Inggris, ia bekerja sambil kuliah demi bisa mengembalikan uang papa dan mamanya yang sudah membiayai sekolah Zalimar hingga ke jenjang yang lebih tinggi.


Keadaan Zalimar tidaklah baik. Ia tetap tidak dianggap oleh kedua orangtuanya karena telah mencelakakan Damar. Zafran yang tidak tega, mengadukan semua hal itu. Revan yang marah, segera mengirimkan semua bukti yang ia punya kepada uwaknya itu yang membuat kedua orangtua itu begitu shock.

__ADS_1


Ummi Zee sampai pingsan melihat kejadian yang sebenarnya. Ya, Revan sengaja tidak membantu Zalimar karena ia butuh bukti itu untuk ditunjukkan pada semua orang ketika waktunya tiba. Akan tetapi, kedua uwaknya itu semakin menjadi hingga membuat Zalimar hidup segan mati pun tak mau.


Betapa sakit hati Revan ketika Zafran mengatakan jika Zalimar hampir bunuh diri jika tidak mbak dan dirinya cepat mendobrak kamarnya itu hingga berhasil terselamatkan.


Revan begitu marah pada kedua uwaknya itu. Kehidupan Zalimar berubah kala itu. Dirinya sadar dan berubah setelah diberikan kesempatan kedua untuk hidup. Ia menutup tubuh serta wajahnya dengan niqob. Tujuan utamanya ialah agar tidak ada seorang pun yang tahu raut wajah sakit terlihat oleh semua orang.


Yang kedua, cukup dirinya direndahkan hingga serendah-rendahnya oleh keluarganya sendiri. Zalimar bertahan karena Zafran selalu menyemangati dirinya dengan mengatakan jika Bang Revan akan datang untuk menjemputnya ketika waktunya tiba.


Zalimar hanya bisa mengangguk saja. Ia tidak bisa berharap apapun lagi. Toh, harapannya sudah pupus ketika ia dibuang, diabaikan oleh keluarga besarnya kecuali mama Bella dan papa Kenan yang selalu menjenguknya dan juga membawanya jalan-jalan bersama dengan adik sepupu dan juga kakak sepupunya.


Mereka menerima Zalimar dengan lapang dada. Karena mereka sudah tahu kenyataan yang sebenarnya. Hunbungan Zalimar dan abi Zidan semakin memburuk ketika pria itu memintanya untuk diam ketika Zianti yang terpilih untuk menggantikannya.


Betapa sakit hati Zalimar waktu itu. Ummi Zee sempat menentangnya. Akan tetapi, lelaki itu tetap pada pendiriannya. Hingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Zalimar harus menahan rasa sakit itu hingga bertahun lamanya. Puncak rasa sakit itu terjadi ketika ia kembali diminta oleh umminya untuk menikahi Damar. Pemuda yang sudah menunduhnya tanpa bukti. Ia percaya hanya karena ucapan dan juga sebuah foto yang belum tentu kebenarannya.


Zalimar menahan rasa sakit itu seorang diri. Kehadiran Damar yang juga kembali membuka luka lama di hatinya. Damar hilang ingatan setelah itu. Yang ia ingat hanyalah Zianti. Wanita yang ia kira sudah menolong dan juga mendonorkan ginjal untuknya.


Lelaki itu berubah haluan. Dari yang dulu mencintai Zalimar berbalik mencintai Zianti dengan mudahnya. Zalimar tersenyum kecut melihat kelakuan Damar. Ia yakin, jika pemuda itu tidak tetap pendiriannya. Terlihat jelas apa yang ia lakukan padanya.


Mengucap cinta untuknya dan juga mengajaknya menikah. Akan tetapi, ketika ia tahu jika Zalimarlah yang mendorongnya, lelaki itu berubah haluan. Ia terus mempercayai apa yang Zianti katakan padanya. Ucapan yang semuanya itu adalah kebohongan untuknya dan juga Zianti sendiri.

__ADS_1


Keduanya hidup dalam kebohongan hingga Zalimar memutuskan pergi di hari pernikahan mereka.


__ADS_2