
Othor ngomongnya bahasa Indonesia saja, ya? Keseleo lidah othor ngomong bahasa enggres! 🤣🤣 ✌️
...****************...
Zalimar terkekeh melihat pertengkaran kedua orang itu. Zalimar sudah tahu siapa mereka. Revan sempat memberitahunya tadi ketika Zalimar bertanya,
"Abang, kenapa ada tamu bule di pernikahan kita?"
Revan tertawa.
"Beliau itulah penolong abang, Sayang. Daddy Kendrick dan Mom Stefany. Beliau orangtua angkat abang ketika di Amerika. Abang tinggal bersama mereka ketika kuliah dulu," jawab Revan menjelaskan yang diangguki mengerti oleh Zalimar.
Kedua paruh baya itu tersenyum ketika menatap pada Zalimar. Mom Stefany mendekati Zalimar dan memeluknya erat setelah memeluk Revan putra angkatnya.
Zalimar tak bisa melarang Revan untuk tidak memeluk wanita paruh baya lebih tua dari umminya itu.
"Selamat, Nak. Kamu sangat cantik!" ucapnya tulus yang membuat Zalimar tertawa.
"Dari mana Nyo-,"
"Mommy!" potongnya cepat.
Zalimar terkekeh. "Baiklah, baiklah, Mom Stefany!"
__ADS_1
"Good!" balasnya memuji Zalimar. Keduanya tertawa bersama yang membuat seorang wanita di ujung sana semakin merah padam wajahnya.
Daddy Kendrick menoleh lagi pada wanita mirip Zalimar itu. Ia membawa putra angkatnya ke kursi pelaminan di ikuti mom Stefany dan juga Zalimar.
"Dengarkan daddy, Nak. Bukan maksud daddy ingin ikut campur. Daddy hanya mengingatkan saja. Sepertinya, perjalanan rumah tangga kamu tidak akan mudah bersamanya. Daddy melihat wanita yang mirip istrimu di ujung sana," tunjuknya dengan ekor mata sipitnya.
Revan melihat kesana. Seketika wajahnya berubah menjadi dingin dan datar. Daddy kendrick tersenyum. "Jaga pernikahanmu dengan baik. Wanita itu memiliki aura yang tidak baik. Berbeda dengan istrimu. Istrimu putih dan suci. Daddy bisa merasakannya. Ia sama seperti Mommy kamu. Ingat, Nak. Tantangan seorang pengusaha muda seperti kamu, ya, ini. Wanita, tahta dan harta akan selalu mengikuti kamu. Jangan abai dan lalai. Selagi bisa menyingkirkan, maka singkirkan! Jangan biarkan dia menempel seperti lintah denganmu! Jika sudah, akan sangat sulit lepas. Daddy pernah sepertimu san hampir saja terjerumus jika tidak mommy kamu berani menangani wanita itu. Daddy sadar, daddy salah waktu itu. Daddy sengaja mengatakan ini padamu agar kamu tidak salah jalan. Lihatlah saudara kamu yang lain, mereka juga sama seperti kamu. Akan tetapi, mereka semuanya berhasil melewati itu. Kamu muslim, pasti lebih tahu apa yang daddy maksudkan." Ujarnya memperingati Revan yang diangguki oleh pemuda tampan itu.
Keduanya berbisik lirih yang membuat mom Stefany memicingkan kedua matanya.
"Apa yang kalian bicarakan hingga berbisik seperti itu? Tidak bolehkan kami tahu?" Tanyanya penuh selidik.
Revan terkekeh. Daddy Kendrick tersenyum. "Bukan apa-apa Mom. Daddy hanya sedang memberi wejangan pada putra kita agar kuat dalam ujian pernikahannya!" Jawabnya yang diangguki oleh Revan.
Zalimar tersenyum. Ia begitu bersyukur bisa mengenal kedua orang luar ini. Kedua paruh baya itu begitu ramah dan baik. Zalimar bisa merasakannya. Mungkin inilah salah satu alasan Revan hingga bisa menjadi keluarga besar Tuan Kendrick.
Mereka akan ke Bali keesokan harinya. Kenberangkatan keduanya sama seperti pengantin baru itu. Mereka juga akan ke Bali untuk berbulan madu.
Revan menatap datar pada wanita yang kini membawa baki minuman ke hadapannya. Saat ini sudah memasuki waktu maghrib. Mereka beristirahat untuk sholat dan juga makan malam. Selepas isya, barulah acara itu dilanjutkan.
Zianti tersenyum pada Revan. "Di makan Bang. Ummi menyuruhku untuk membawa makanan ini untukmu," ucapnya tanpa mengikut sertakan Zalimar, padahal kakaknya itu ada di sana sedang membuka aksesoris di kepalanya.
Zalimar tersenyum miris. "Makanlah, Bang. Makanan itu khusus untukmu. Aku bisa ambil sendiri atau aku akan meminta Zafran untuk mengambilkannya!" Celetuk Zalimar yang membuat Zianti diatas angin.
__ADS_1
Ia mengangguk menatap revan lagi. "Baik, aku akan makan. Kamu keluarlah. Kamu juga Mbak!" katanya pada kedua orang itu.
Ia sengaja mengusirnya secara halus. Zianti merengut kesal. Mau tak mau, ia terpaksa keluar setelah Mbak MUA itu menariknya keluar.
Revan mengambil nampan itu dan meletakkannya di atas nakas. Ia menghubungi Zafran dan meminta makanan baru padanya. Zafran setuju. Ia pun sudah berniat membawa makanan itu ke kamar kakak dan abangnya.
"Terima kasih, Dek!" ucap Revan
"Sama-sama bang. Adek keluar, ya?" balasnya segera berlalu, tetapi Revan menahannya.
"Makanan ini terlalu abnyak untuk kami berdua. Kamu duduk sini! Kita makan bersama!" titahnya segera menarik adik iparnya itu.
Zalimar terkekeh. Ia yang sedang berusaha membuka hijabnya sedikit melirik kedua orang itu. Begitulah keduanya jika sudah bertemu. Zalimar mendekati keduanya. Sebelum itu, ia mencicipi makanan yang Zianti bawa tadi.
"Hem, masakan buatannya sendiri? Kapan dia memasaknya?" gumam Zalimar yang di dengar oleh Revan.
"Jangan di sentuh atau kamu makan makanan itu!"
Deg!
Zalimar teerkesiap. "K-kenapa?!" tanyanya ketakutan ketika mendengar suara Revan naik satu oktaf.
Zafran mendekati keduanya. "Periksa makanan ini, Dek! Kamu kan dokter forensik?" Ucap Revan yang diangguki oleh Zafran cepat.
__ADS_1
'Apa hubungannya makanan dengan dokter forensik?' gumamnya bingung.
Ia tidak membantah apa yang Revan katakan. Ia mengiyakan saja ucapan abangnya itu. Takut, terlihat jelas wajah Revan mengeras saat ini ketika melihat wajah Zalimar memerah.