Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Brother


__ADS_3

Di bandara soekarno hatta, Maria sedang berjalan menuju lobby kedatangan. Ia menoleh kekiri dan kekanan mencari seseorang yang akan ia jemput.  Hampir 20 menit ia berkeliling ia pun menempukan seseorang yang ia cari sedang duduk di salah satu restoran cepat saji sembari menyesap kopi yang ia beli.


Dengan langkah malas Maria menghampirinya dengan wajah di tekuk, pasalnya orang tersebut sudah membuatnya kesal karena Maria tak dapat menghubungi orang tersebut.


"Bagus!! Malah enak-enakan duduk disini ya!" Tegur Maria dengan nada kesalnya.


Orang itu menoleh pada Maria ia pun segera melepas kacamata yang dikenakannya. Senyum merekah tercipta di bibir orang itu lalu memeluk maria erat.


"Ngomel-ngomel mulu si. Ntar cantiknya ilang lo." Ucap orang itu.


"Bodok ah... Nyalain Hpnya tuh! jangan di matiin bikin kesel tau... Punya Kakak 1 aja selalu bikin kesel." Ucap Maria dengan tampang cemberutnya.


"Hehehe..." Kakaknya maria pun terkekeh melihat adiknya kesal. Dengan gemas ia pun mencubit pipi Maria dengan  kedua tangannya.


"Kakak!" pekik Maria.


"Upss... Sorry habis gemes guenya." Ucap Kakak Maria. "Ya udah balik yuk." ajak Kakaknya Maria. Mereka pun segera menuju mobil yang berada di parkiran.  Disana sudah ada Pak tejo supir pribadi keluarga kariso yang tadi menjemput Maria di kampusnya.


Verrel Kariso adalah kakak satu-satunya yang di miliki oleh Maria, sebenarnya maria memiliki 2 kakak yang pertama Alen Kariso namun meninggal karena penyakit yang ia derita. Verrel adalah kakak kedua maria, ia melanjutkan studynya di London selama 5 Tahun dan sekarang ia kembali ke indonesia karena ia akan mengambil alih usaha papa mereka yang saat ini di pegang oleh adik dari papanya.


Mereka tiba di sebuah rumah yang terlihat Asri dan sangat sejuk karena di kelilingi pepohonan pada halaman rumah itu.


"Masih sama." gumam Verrel yang masih terdengar ditelinga Maria.


"iya dong, Mama selalu merawat taman ini karena ini kenang yang kita miliki bersama dengan almarhum papa." Ucapnya.


"Kakak janji akan melindungi kalian berdua, karena kalian hidup Kakak." Ucap Verrel lalu memeluk pundak adiknya untuk masuk kerumah mereka.


"Assalamualaikum mah." Ucap Maria yang sudah masuk kedalam.


"Waalaikumsalam." Ucap Joanita Ibunda dari Verrel dan Maria.


Joan pun langsung memeluk erat putra kesayangannya itu dengan lembut, sesekali ia mengecup pipi verrel. "Makin ganteng aja kamu kak." Ucap Joan setelah melepas pelukannya.


"Iya dong mah, anak siapa dulu." Ucap Verrel dengan senyumannya.


"Iya iya iya... Ganteng tapi gak punya pacar sama aja boong." kecus Maria sembari berjalan cepat menuju kamarnya.


"Eh lo ya buka kartu gue aja." Ucap Verrel yang hampir mengejar Maria namun ditahan oleh mamanya.


"Sudah-sudah, ganti baju dulu terus makan. Mama udah masak makanan kesukaanmu." Ucap joan.


"Oke mah." Ucap Verrel lalu menuju kamarnya.


Disisi lain Maria tengah merebahkan tubuhnya diranjang, dengan santai ia mengeluarkan ponsel yang ada disakunya.  Terlihat beberapa pesan masuk melalui aplikasi chat miliknya. Ia pun lebih dulu membuka pesan dari kekasihnya.


My Beb


Hai beb, km ud dimna?


Beb ni aku di cafenya ibel mau dekor.


Beb kok gak dibales, kmu dimna beb? udah di rumah.

__ADS_1


Beb


Beb jngn buat aku kuatir,


Beb


Maria hanya terkekeh ia pun segera membalas chat dari Ammar dengan wajah yang dipenuhi dengan senyum.


iya hadir dsini loh...


Uda dirumh aku, baru jemput kakak.


maaf ya beb.


udah selesai ngedekor cafe nya?


Setelah mengirim pesan ia pun segera mandi karena risih akibat keringat yang melekat pada tubuhnya. Usai mandi ia pun segera mengganti pakaiannya lalu menuju ke ruang makan dengan membawa ponselnya sembari membalas pesan dari kekasihnya.


"Woi." Ucap Verrel yang mengejutkan adiknya.


Prank


"Kakak!" pekik Maria Kesel karena ponselnya jatuh.


"Ups sorry." Ucap Verrel dengan cengirannya.


"Tuhkan pecah, ganti pokoknya itu gue gak mau tau." Ucap Maria.


"Iya Iya kakak ganti." Ucap verrel dengan tampang memelas.


"Ada apa si ribut-ribut?" Tanya Joan yang keluar dari dapur karena mendengar keributan diruang tengah.


"Kakak nih mah, ngagetin dedek jadi hpnya jatuh pecah deh layarnya. Pokoknya dedek mau minta ganti titik." Ucap Maria menjelaskan pada mamanya.


"Kakak... kalau mau becanda jangan keterlaluan kenapa si." Ucap Joan sembari memperingatkan Verrel.


"Gak keterlaluan mah, kakak juga udah janji gantiin." Ucap Verrel.


"Nah itu udah mau diganti sama kakak." Ucap Joan.


"Ya udah ayo kak berangkat." Ajak Maria lalu menarik lengan kakaknya.


"Tapi gak harus sekarang dek, makan dulu baru kalian berangkat." Ucap Joan sembari menggelengkan kepalanya.


"Tap-" Sela Maria.


"Gak ada tapi-tapian." Ucap Joan yang meninggalkan anak-anaknya.


"Kikiki" Suara kikikan berasal dari belakang Maria ia pun menoleh dan mendapati kakaknya sedang mentertawakannya.


"Puas!" pekik Maria kesal, ia pun segera menuju meja makan.


Usai menyantap makanan yang di sediakan oleh Joan, mereka pun berangkat ke salah satu mall terbesar di ibu kota.

__ADS_1


"Udah donk cantik ngambeknya." Pinta Verrel sembari menoel-noel pipi adiknya.


"Jangan Toel Toel." Ucap Maria dengan mengibaskan tangan Verrel.


"Aish... Ya udah kalau masih ngambek mending batal aja deh beli ponselnya." Ucap Verrel lalu pura-pura membalikkan badannya.


"Kakak!" Pekik Maria sembari menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Apa?" Tanya Verrel cuek.


"Iya deh gak ngambek lagi." Ucap Maria dengan memasang senyum terpaksanya.


"Nah gitu donk." Ucap Verrel lalu merangul bahu adiknya kemudian mereka pun masuk ke galeri Apple.


Maria pun melihat-lihat ponsel disana. "Mumpung kakak yang beliin nih. So.... Cari ponsel yang baru dan mehol. Biar tau rasa." Batin Maria tersenyum senang.


"Kak" Panggil Maria saat melihat ponsel yang menarik perhatiannya.


"Apa?" Tanya Verrel yang sedari tadi memainkan ponselnya.


"Yang ini." kata Maria sembari menunjuk ponsel yang ia mau.


"Mbak ini harganya berapa?" tanya Verrel pada pegawai galeri apple.


"Oh yang ini harganya masih sekitar 15 jutaan mas." Jawab pegawai tersebut.


"Gimana dek?" Tanya Verrel pada Maria.


"Mau ini" Pinta Maria persis seperti anak kecil yang sedang menginginkan barang.


"Iya udah ambil ini satu ya mbak." Ucap Verrel lalu memberian kartu debit miliknya.


"Makasih kak." Ucap Maria sembari mengedip-ngedipkan matanya yang tak gatal.


"Sama-sama." Ucap Verrel lalu mengacak rambut adiknya.


"Ih kakak ini." Pekik Maria dengan memanyunkan bibirnya.


"Sorry Sorry kelepasan." Ucap Verrel dengan kikikannya.


Setelah melakukan proses pembayaran dan melakukan pemindahan kartu ponsel Maria pun sudah mulai menyala kembali. Ia pun memasukan kembali ponselnya didalam tas, mereka pun berjalan keliling mall tersebut.


"Kak gelato" Ucap Maria Saat melihat kedai gelato yang menjual berbagai jenis gelato dengan beragam rasa.


"Aish lo dek. Tetep demem banget sama gelato." Ucap Verrel lalu mengikuti adiknya yang akan membeli gelato.


"Biar... Wekk.." Ucap Maria sembari menjulurkan lidahnya.


"Dihh...." Gumam Verrel.


"Maria!"


Siapa itu yang manggil penasarankan, makanya ikutin terus ya.

__ADS_1


jangan lupa like kawan


__ADS_2