Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Dikhitbah?


__ADS_3

Zahara masih sibuk berbalas pesan dengan Revan, abang iparnya. Revan mengatakan ia tidak boleh dikhitbah oleh orang lain. Akan datang seorang pemuda baik untuknya di masa depan. Jodoh pilihan kakaknya, Zalimar.


Berbicara tentang Zalimar, Zahara tidak akan pernah menolak apapun yang kakaknya itu katakan padanya. Zahara akan mengikuti apapun yang kakak sulungnya itu katakan padanya.


"Aku dikhitbah? Pemuda mana Bang?" gumamnya yang terdengar oleh ummi Zee.


"Siapa yang dikhitbah?"


Deg!


Zahara terkejut. Ia menggeleng. "Nggak tahu. Bang Revan kirim pesan begitu padaku. Apakah.. Em.. Abi dan Ummi sudha memiliki calon untukku?" tanyanya dengan suara yang begitu lirih ketika melihat Damar menatap dalam padanya.

__ADS_1


Zahara tertunduk. Sungguh, ia tidak ingin jujur. Akan tetapi, ia tidak pernah biasa berbohong. Jadi, ia terpaksa mengatakan semua itu pada ummi Zee yang baru saja mendengarkan ucapannya.


Ummi Zee tersenyum dibalik niqobnya. "Kami sudah berencana demikian. Abimu sedang mencarikan jodoh untukmu. Tenang saja, waktu itu tidak akan lama lagi!" jawabnya yang membuat Zahara kembali mendoanggakakn kepalanya.


Ummi Zee mengangguk. Zahara mengegleng cepat. "Nggak Ummi! Bang Revan sudah memilihkan jodoh untukku! Jadi, aku tidak menerima jika kalian akan menjodohkan aku!" serunya cepar yang seketika mengatupkan mulutnya karena terkejut dengan tindakan spontannya itu.


Zahara kembali menunduk. Ummi Zee menatap lekat padanya. Kebetulan pintu ruangan itu dibuka dari luar. Zafran dan abi Zidan baru kembali dari musholla untuk sholat dhuhur. Keduanya mendengar ucapan Zahara baru saja.


Zafran mendekati saudara kembarnya itu dna merangkul bahunya. "Kakak tenang saja! Kakakku yang cantik ini tidak akan menikah dnegn siapa pun keculai pemuda yang kak Zalimar dna Bang Revan pilihkan untukmu!"


Deg!

__ADS_1


Deg!


"Kakak tidak usah takut. Kakak tidak akan menikah dnegn laki-laki pilihan siapa pun., Bnag Revan sudha mengajukan lamarannya padaku. Aku menerima pemuda itu. Di baik, sopan dan juga.. Dia seorang mualaf!"


Deg!


"Apa? Mualaf?" tanya abi Zidan sembari mendekati putra danputri bungsunya itu.


Zafran mengangguk. "Ini pesan dari Bang Revan kirimkan padaku tadi pagi setelah mereka tuiba di Singapura. Pemud aitu saat ini bersamanya. Ia warga negara Amerika. Ia sudah lama ingin menjadi mualaf, tetapi menunggu bang Revan menikah dulu dengan Kak Zalimar. Karena keduanya sudah menikah, maka pemuda itu bersedia menjadi mualaf." Zafran menatap kakaknya yang kini menatap lekat padanya.


Ia tersenyum. "Pemuda itu menginginkan istri yang sama seperti bang Revan. Kak zalimar wanita tertutup. Ia menginginkan istri seperti kaka. Jadi, Kak zalimar menyaranakn kakaku yang cantik ini untuk menjadi istrinya!" imbuhnya begitu senang karena Revan sudha memiliki calon untuk kakak kembarnya itu.

__ADS_1


"Tapi, kenapa harus yang mualaf? Masih abnyak pemuda lain yang bisa klita jodohkan dengan Zahra, 'kan?" tanya Damar yang diangguki cepat ioleh Zafran.


"Benar sekali, tidak salah. Pemuda itu sengaja mencari seorang istri yang beragama Isalm agar ia bisa menuntun dan mengajari laki-laki itu untuk menajdi seorang muslim taat. Ia akan kembali ke Indonesia dna belajar di pondok milik Bang Revan. Semuanya sudah siap. Tinggal kesediaan abi dan ummi saja. Aku harap, kalian tidak mengecewakan bang Revan seperti yang kalian lakukan tadi malam!" balas Zafran yang membuat ketiga orang itu langsung bungkam.


__ADS_2