Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Tidak sempurna


__ADS_3

Grep!


Zidan membatu di tempat saat merasakan tubuhnya di peluk erat oleh Zee dengan suara yang sudah terisak.


Zidan tidak tahu harus berbuat apa aat ini. Ia kira, Zee akan pergi darinya ataupun akan menolaknya karen kekurangan yang ada pada dirinya itu.


Ternyata Zee..


"Hiks.. Ya Allah.. Semoga Engkau memberikan keajaiban mu untuk suamiku agar kami bisa memiliki keturunan penerus kami yang akan Engkau amanah kan kepada kami. Jika menurut Mu kami belum berhak dan belum pantas, maka jauhkan lah. Maka kami akan bersabar. Tetapi jika menurut Mu kami sudah pantas dan layak, maka berikanlah keajaiban mu kepada Kami. Jika Engkau sudah berkehendak maka kami akan memilikinya. Kun fayakun.. Bismillahirrahmanirrahim.. Kami siap menerimanya ya Allah...."


Ddduuuaaarrr!!


Tubuh pemuda tampan berkumis tipis itu semakin membeku saat mendengar ucapan yang disertai doa untuk dirinya.


Zidan menunduk melihat Zee yang masih tersedu di pelukannya.


Tes.


Tes.


Tes.

__ADS_1


Buliran bening itu menetes di pipinya. Wajah pucat berganti dengan wajah sedikit memerah karena Zidan menahan isak tangisnya.


Ummi Ira, Abi Raga, Papa Reza dan Mama Rani terpaku di tempat mendengar doa Zee untuk Zidan. Terdengar begitu tulus langsung dari hatinya.


"Sayang-," Leher Zidan tercekat untuk melanjutkan perkataannya saat Zee menoleh padanya dengan air mata berlinangan.


Zee tersenyum walau air mata terus bercucuran. "Kita makan yuk? Abang harus minum obat biar cepat sembuh dan acara pernikahan kita yang kedua tetap akan berlangsung. Ayo!" Zee menarik lembut tangan Zidan yang memegang botol infus.


Zidan bergeming, Zee menghela nafasnya. "Aku menerima mu karena Allah. Aku menerima kamu bukan karena kelebihan dan kekurangan mu."


Deg!


"Aku memilihmu sama seperti yang kamu lakukan. Aku sholat istikharah setiap malam meminta petunjuk. Dan ya, petunjuk itu mengarah padamu. Di dalam mimpiku dan juga keseharian ku nama kamu yang selalu ku dengar. Setiap kali nama kamu ku dengar, jantung ini berdetak tidak karuan. Coba rasakan sekarang? Apakah aku berbohong?" Imbuh Zee yang kini membawa salah satu tangan Zidan dan ia letakkan di dada nya yang tertutup hijab panjang.


Deg, deg, deg..


Detak jantung seirama dengan miliknya. Zidan terharu. Ia merengkuh Zee dan memeluknya lagi. Ia tersedu. Begitu pun dengan Zee.


"Aku mencintaimu sejak nama kamu selalu ku dengar Bang Zidan. Perasaan ini bertambah saat pertama kali kita bertemu.. Hiks.. Salahkah aku mencintaimu bang Zidan??"


Zidan menggeleng, "Nggak. Cinta tidak pernah salah. Karena cinta tahu dimana tempatnya ia berpulang dan berlabuh nantinya. Hanya saja.. Abang tidak sempurna sayang.." bisik Zidan begitu lirih di telinga Zee.

__ADS_1


Ia semakin tersedu saat merasakan cengkraman tangan Zee semakin kuat di pinggangnya yang tertutup baju pasien yang ia kenakan.


Zee mengurai pelukannya dari tubuh Zidan secara paksa. Ia menatap datar dan dingin pada Zidan membuat pemuda tampan itu terkejut bukan main.


"Memangnya kenapa jika kamu memiliki kekurangan? Toh, aku juga memiliki kekurangan? Dimana salahnya jika kita sama-sama memiliki kekuragan?! AKU MEMILIHMU BUKAN KARENA KELEBIHAN DAN JUGA KEKURANGANMU! AKU MEMILIHMU KARENA AKU YAKIN, KAMU BISA MENUNTUNKU UNTUK MENUJU SURGANYA ALLAH! BUKAN KARENA HAL LAIN! PUAS?!"


Deg!


"Sayangku.." lirih Zidan semakin mencintai Zee.


Ia mendekati Zee dan ingin memeluknya kembali. Tetapi sayang, istrinya itu melengos ke arah nasi yang sudah di sediakan oleh kedua orang tuanya.


Zidan mengikutinya. "Maaf.. Abang salah.. Maafkan Abang, Ziara.." lirih Zidan dengan air mata semakin bercucuran.


Tetapi Zee tidak peduli. Ia sibuk menyendokkan nasi ke piring dan memberikan kepada kedua orang tua nya yang kini terpaku dengan sikapnya. Apalagi papa Reza dan Mama Rani yang kini menatapnya dengan raut yang tidak terbaca.


"Nak.." panggil Abi Raga


Zee menoleh, "Makan dulu!" tegas nya yang membuat pria paruh baya itu mengangguk setuju.


Zidan semakin tersedu. Ia tetap berdiri di belakang Zee yang sedang menghidangkan makanan untuk ke mpat orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2