
Zee tercenung saat Anna menceritakan kejadian yang sebenarnya yang membuat Putri menggeleng tidak percaya.
"Jadi.. Kamu sengaja menipu dua pemuda tampan diluar sana hanya karena harta dan paras tampan keduanya? Padahal kamu sudah tahu kalau keduanya itu bersaudara walau tidak sedarah??" tanya Putri yang sangat ingin menceramahi istri Jerry itu.
Zee hanya bisa terdiam. Fakta yang baru saja ia terima sangat mengejutkan dirinya. Anna kini melihat Zee yang melihat ke depan dengan tatapan kosongnya.
"Maaf dokter. Jika boleh saya tahu, dokter ini siapa nya Bang Zidan ya? Selama saya mengenalnya, Bang Zidan tidak memiliki teman wanita ataupun saudara wanita. Ada, tapi sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Jakarta." Ucapnya penasaran pada Zee yang kini masih terdiam dan termenung.
Putri menghela nafasnya melihat Zee yang tidak menyahuti Anna.
"Zee, apakah aku yang menjawab pertanyaan Anna?" tanya Putri pada Zee yang kini mengerjab saat Putri menyentuh lengannya.
"Ah, Maaf. Saya melamun. Ehm, kamu nanya apa tadi?"
Putri terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Anna tersenyum kecut. "Tidak jadi dokter! Lebih baik saya-,"
"Anna bertanya sama kamu, kamu itu ada hubungan apa dengan Bang Zidan. Karena setahu dia nih, kalau bang Zidan itu tidak memiliki teman wanita. Kalaupun ada itu hanya Kezia adik bungsunya!"
Anna menoleh pada Putri. "Kenapa kamu terkejut? Jangan lupakan siapa keluarga Zee." Ucapnya sangat percaya diri.
Zee terkekeh, "Bang Zidan dan saya sedang menjalani ta'aruf Nona Anna. Dan kami akan menikah minggu depan!"
Deg!
__ADS_1
Deg!
Anan terkejut lagi. "Me-menikah dokter?? Dengannya?? Bang Zidan??" tanya Anna mengulangi jawaban dari Zee baru saja.
Zee terkekeh lagi. Putri pun sama. "Iya Neng Anna! Benar sekali! Dokter Ziara ini merupakan cucu dari pengusaha sukses mami Alisa dan Papi Gilang. Sering mendengarkan ya nama mereka berdua? Tentunya kamu tahu dong? Siapa mereka berdua? Nah, Ummi nya Zee ini merupakan putri sulung kedua orang itu. Dan Zee ini putri sulungnya. Ummi Ira Sarasvati. Sesuai dengan nama rumah sakit ini." Jelas Putri yang membuat Anna menganga lebar.
Putri tertawa melihat Anna terkejut dengan ucapan nya baru saja.
Zee pun terkekeh-kekeh melihat tingkah Anna yang terkejut melihatnya dengan mulut menganga.
"Ja-jadi.. Do-dokter Ziara ini cucu Nyonya Alisa pengusaha sukses yang memilki Mall dan juga toko kue?? Hah?" Ucpanya masih dengan tergagap.
Hahahhaha..
Suara gelak tawa kedua gadis itu membuat Zidan dan Jerry terkejut. Mereka saling pandang kemudian menuju pintu ruangan Zee yang sedikit terbuka.
Keduanya mematung di tempat saat melihat dua orang gadis itu tertawa hingga kepal mendongak ke atas dengan Anna yang masih menganga.
Tak disangka kedua pemuda itu terkekeh-kekeh melihat kelkaun Zee dan Putri. Jika Zidan melihat Zee. Lain dengn Jerry, ia merasa sangat geli saat mendengar suara gelak tawa renyah dari Putri.
Deg!
Anna mengatupkan bibirnya saat melihat tatapan suaminya kepada Putri. Seperti di sayat sembilu. Tetapi ia memaksa mengukir senyum manis di bibirnya.
__ADS_1
Ia kembali menoleh pada Zee yang kini masih tertawa.
"Kalau begitu saya permisi dokter. Jangan lupa undangannya untuk saya ya? Khusus tapi!"
Zee menghentikan gelka tawanya dna tersenyum melihat Anna. "Tentu. Kamu orang pertama yang akan mendapatkan surat undangan pernikahan ku nantinya."
Anna tersenyum walau sendu. "Tentu. Assalamu'alaiku.."
"Wa'alaikum salam.." jawab Zee yang kini bersitatap dengan Zidan yang tersenyum padanya.
Anna menundukkan pandangan nya ketika melewati Zidan.
"Saya sudah selesai. Jika Tuan masih ada urusan, saya akan oulang sendiri."
Deg!
Jerry terkejut mendengar ucapan Anna. "Apa maksudmu?!" tanya Jerry
Anna tersenyum tipis. "Tak ada maksud apapun. Saya permisi. Ah, ya. Setelah anak ini lahir, segera carikan ibu pengganti untuknya. Dan.. Putri kandidat yang cocok untuk menjadi istri dan ibu pengganti untuk mu dan juga darah dagingmu!"
Nyuuuttttt..
Berdenyut ngilu Jerry mendengarnya.
__ADS_1