
"Ya Allah, Nak! Ini kenapa? Zee kenapa??" tanya Ummi Ira dengan sangat panik saat melihat wajah Zee membiru.
Ia memegang wajah Zee yang sedikit panas.
Abi Ragata yang juga seorang doker segera memeriksa Zee yang kini terlelap dengan wajah membiru. Abi Raga melototkan mata nya saat tahu jika Zee keracunan.
"Allahu Akbar. Zee keracunan Hunny!" pekiknya pada Ummi Ira yang membuat keduanya terkejut bukan main.
"Apa?!" pekik Zidan dan Ummi Ira bersamaan
Abi Raga mengangguk. " Benar, Zee keracunan. Ini pasti teror lagi!"
Deg!
"Hah? Teror lagi??" jawab keduanya dengan mulut menganga.
Ummi Ira sampai tidak berkedip melihat suaminya yang kini sibuk memeriksa seluruh tubuh Zee yang mulai membiru.
"Angkat Zee dan baringkan di ranjang, Bang. Setelah itu ganti bajunya. Abi akan mengambil sesuatu dulu diruang kerja. Hunny!"
"Iya By?"
"Bantu Zidan dengan cara menggosol kedua tangannya agar Zee terjaga. Jangan biarkan Zee terlelap seperti ini! Bangunkan dia!"
Titah Abi Ragata dengan segera berlari keluar dari kamar Zee bertepatan dengan Arga yang baru saja pulang dari olahraga.
__ADS_1
Ia terkejut melihat Abi Raga berlari dengan kencang menuju ruang kerjanya yang berada tidak jauh dari kamar Zee.
Arga segera naik ke atas dan mencari sumber dari kepanikan Abi Raga baru saja.
Pintu Zee yang terbuka lebar membuat Arga tahu jika Zee saudara kembarnya sedang dalam masalah.
"Astaghfirullah! Kakak kenapa Ummi?!" serunya begitu terkejut dan segera mendekati ranjang Zee dan melakukan seperti yang kedua orang itu katakan.
Ummi Ira tidak menyahuti ucapan sang Putra. Karena dirinya sibuk membuat Zee sadar.
Dan ya, Zee sadar. Ia mengerjabkan matanya. Pusing. Itulah yang Zee rasakan. Lehernya terasa sangat pahit.
"Ummi.. A-abi.. Ha-us.." ucapnya terbata dan begitu lirih.
"Tunggu, Nak! Campurkan obat ini dulu ke dalam minumannya agar rasa pahit di lehernya berkurang."
"Baik," jawab Zidan dengan segera mencampurkan obat tetes itu ke dalam minuman Zee.
Setelahnya ia berikan kepada Zee yang kini wajahnya semakin membiru karena menghirup asap tadi.
Abi Raga menghela nafas lega. Zee yang sudah minum pun segera membaringkan tubuhnya lagi.
"Pusing bang.." lirihnya tanpa suara.
Zidan mengangguk. Ia paham apa yang Zee katakan dan bisa terbaca dari gerakan mulut Zee yang berangsur membaik.
__ADS_1
Ummi Ira dan Arga pun bisa bernafas lega melihat Zee sudah lebih baik.
"Ummi, Abi, bang!" panggil Arga pada mereka bertiga.
Ketiganya pun menoleh. Zidan menatap Zee dengan sendu. "Semua ini pasti ulah peneror itu lagi. Bukankah hari ini kita akan mengadakan pernikahan ulang di hotel papa Reza?" ucap Zidan menjawab ucapan Arga
Abi Raga mengelus pundaknya. "Sabar.. Semua ini ujian untuk kalian berdua. Berdoa saja jika Kenan dan Bella sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik."
"Tapi Bi, ini sangat berbahaya bagi Zee. Jika itu aku tidak apa-apa. Lihatlah Zee. Gara-gara teror itu Zee yang kena dampaknya. Ini masih racun bi. Bagaimana kalau nanti senjata tajam saat acara pernikahan kami?? Abang sangat tahu dalang teror ini. Ia tidak akan berhenti jika Kenan tidak menuruti kemauan nya.." lirih Zidan begitu merasa bersalah karena masalah ia dan Kenan malah Zee yang mendapat kan akibatnya.
Ummi Ira memegang lengan Zee yang kini sudah mendingan. "Tak apa, Nak. Lebih baik kalian bersiap. Sebentar lagi acara sakral kalian akan dilakukan. Jangan pikirkan hal itu dulu. Cukup tunggu dan bersabar. Mohon sama Allah, agar usaha Kenan cepat berhasil dalam menaklukkan dalang teror itu." Imbuh Ummi Ira dan diangguki oleh ketiganya.
Zee menerawang jauh saat tadi ia tanpa sengaja melihat dua orang berpakaian hitam dan sangat tertutup masuk ke taman belakang melalui pintu samping.
Awalnya ia tidak criga. Tetapi setelah melihat lagat kedua orang lelaki itu begitu mencurigakan, Zee melihat mereka bertiga dengan tatapan menyelidik dari atas balkon kamarnya.
Sadar karena sedang diawasi, kedua orang itu segera melempar botol yang berisi gas beracun yang sudah ia bakar itu.
Zee tidak bisa mengelak saat botol itu mengenai pondok miliknya dan terdengar suara gaduh. Dan akhinya ia pun pingsan karena keracunan oleh gas beracun itu.
Ada saja masalah untuk keduanya. Disaat acara sakral pernikahan ulang mereka akan dilakanakan sebentar lagi, ia malah keracunan.
Keracunan yang diakibatkan dengan sengaja oleh pelaku teror yang sama. Zee tahu itu.Tetapi ia tidak bisa melakukan apapun karena waktu mereka begitu mendesak saat ini.
Yang penting dirinya selamat dan bisa melanjutkan acara pernikaha ulang keduanya disaksikan oleh semua orang dan semua masyarakat kota Medan.
__ADS_1