Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Malam Pertama


__ADS_3

Seluruh rangkaian pesta itu berjalan dengan lancar. Walau ada masalah sedikit tadi saat resepsi, tapi bisa terselesaikan dengan baik.


Ada-ada saja ulah anak Mami Annisa itu. Bisa-bisanya ia terkilir gara-gara membawa mangkuk kuah opr hingga harus berurusan dengan seorang pemuda yang ternyata kerabat dekat dari Rayyan sendiri.


Keduanya sempat ribut dengan Pince Pratama yang terkenal alot dan sangat posesif melebihi Papi tama itu.


Mengingat itu, Zee terkekeh kecil. Zidan yang melihatnya keheranan. Dirinya yang baru saja membersihka diri setelah acara resepsi keduanya kini sudah pulang kerumah.


Hanya mereka berdua.


Sedang yang lainnya memilih menginap di hotel. Ummi Ira menyarankan kedua untuk pulang kerumah saja. Pasti riweh kalau Zee nanti di hotel, pikir paruh baya itu.


Ia yang pernah muda sangat tahu akan hal itu. Ummi Hani tahu, jika Zidan belum menyentuh Zee sama sekali selama seminggu sudah pernikahan mereka saat dirumah sakit.


Entah apa dan kenapa, hanya Zidan yang tahu. Dan malam ini, Ummi Ira sudah menyiapakn segalanya untuk keduanya.


Zee sangat suka saat melihat seluruh kamarnya sudah di rubah selayaknya kamar pengantin baru lainnya.


Zidan yang melihat sang istri terkekeh, mendekatinya. Sejak seminggu ini, Zee belum pernah memperihatkan mahkotanya pada Zidan.


Baru malam ini, ia menunjukkan nya pad asang suami. Dan Zidan sangat bahagia akan hal itu. Sekarang ia tahu apa maksud dari tujuan snag istri selam seminggu ini tidak melepas hijabnya. Hanya niqobnya saja.


Dan Zidan pun tidak mempermasalahkannya. Karena ia tahu jika Zee dan dirinya baru saja saling mengenal.


Nggak afdol dong, baru kenal udah minta hak aja? Padahal Jika dipikir lagi, Zee berdosa bila menolaknya.


Tetapi tidak menurut zidan. Ia menunggu kesiapan Zee sendiri. Dan ya, malam ini Zee menunjukkan kulit halusnya dan juga mahkotanya yang selama ini tertutup hijab dan juga niqobnya.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Kok tertawa sendiri? Ada yang lucu kah sam sarung Abang?" tanya zidan yang membuat zee spontan saja terkejut hingg hampir saja terjengkakng k belkang jika tidak dipegang pinggangnyaoleh Zidan.


Cup!


Zee terpaku di tempat.


Tubuhnya menegang seketika. Keduanya baru saja selesai melaksanakan sholat sunnah setelah pernikahan keduanya.


Zidan tersenyum, melihat tidak ada penolakan dari Zee ia mulai merebahkan tubuh halus itu di pembaringan dan mulai melkuakn tugasnya untuk pertama kali.


"Sudah siap kan sayang?" tanya Zidan pada Zee setelah paguutan keduanya terlepas.


Wajah Zee merona seketika. Zidan terkekeh lagi. Ia kembali mengecup sekilas putik ranum yang sudah membuatnya candu itu.


"jawab sayang.." bisik Zidan di telinga Zee yang memebuat tubuh Zee meremang.


"Ya, aku milikmu Bang Zidan suamiku.." jawab Zee dengan mata terpejam saat mersakan sentuhan yang Zidan berikan padanya.


Tetapi karena pernikahan keduanya dadakan, ia jadi terpaksa memendamnya sendiri sampai waktu yang di tentukan.


Dan inilah malamnya.


Malam pertama keduanya untuk bersatu setelah pernikahan dirumah sakit waktu itu.


*


*

__ADS_1


*


Ke esokan paginya.


Zee selesai subuh langsung saja turun ke dapur. Ia akan memasak sarapan pagi untuk mereka berdua.


Dengan menggunakan celana pendek selutut serta baju nya yang hanya sebatas lengan saja membuat kulit putih dan halus itu terekspos keluar.


Zidan yang baru saja sia olahraga segera menuju padanya. Ia tersenyum saat melihat ada bintang berkelipan di tubuh Zee yang diakibatkan oleh ulahnya.


Ia berjalan perlahan dan segera memeluk Zee dari belakang.


Grep.


"Astaghfirullah!" seru Zee karena begitu terkejut.


Zidan terkekeh, "Segitunya kaget sampai tangan gemetaran gini? Ini suami kamu loh.." katanya pada Zee yang kini menghela nafas lega.


"Bukan gitu Abang. Khawatirnya ada yang masuk saat aku nggak pakai baju begini."


"Lah, ini apa dong kalau bukan baju?" goda Zidan yang membuat Zee terkekeh geli karena kelakuan Zidan yang membuat ceruk lehernya geli.


"Hahaha.. Baju juga sih. Tapi baju ini khusus buat Abang saja begitu loh..." jawab Zee uyang diahdiahi kecupan-kecupan mesra dari Zidan untuknya.


"Nggak akan ada yang masuk sayang.."


"Kok bisa? Bukannya hari ini semua keluarga kita bakalan pulang kerumah ya?"

__ADS_1


"Nggak.. Mereka semua kan pulang seminggu lagi. Mereka semua menginap dirumah Oma. Hem.. Ummi mertuaku sangat baik hati. Dan beliau sangat mengerti jika kita berdua butuh Privasi! Cup!"


Zee tertawa saat Zidan terus menghujani nya dengan kecupan kecupan lembut yang membuat Zee tertawa karena kegelian.


__ADS_2