Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Permainan di mulai!


__ADS_3

Mom Stefany semakin malas mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Zianti. Sebisa mungkin wanita itu bertahan untuk mendengarkan, padahal hatinya begitu dongkol mendnegra ucapan recehan Zianti yang tidka bermutu.


Jack melipat dalam-dalam bibirnya ketika melihat mom Stefany Mendengkus pada zianti ketika wanita itu menoleh padanya. Ketika ia kembali menoleh pada mom Stefany, momnya itu kembali antusias menanggapi setiap ucapan yang terasa mual oleh wanita tua itu.


Jack saat ini sedang berbalas pesan dengan Revan. Ia terkikik geli ketika kakaknya itu kembali jutek padanya ketika ia bertanya tentang keberadaan zalimar saat ini.


📩 Kakak, musuhmu sudha datang. Apa perlu aku yang menanganinya?


Revan melirik ponselnya. Ia mendengkus yang membuat zalimar melihat padanya.


"kenapa?" tanya Zalimar


"Adikmu sudah datang kesini," jawabnya sembari menerima suapan makan malam dari tangan Zalimar setelah aktivitas keduanya selesai.


Zalimar manggut-manggut. "Sudah Abang siapkan semuanya? Jangan sampai gagal, loh!" balasnya yang diangguki oleh Revan.


"Tentu. Memang inilah tujuanku. Kamu harus bersiap-siap. Abang ingin melihat dia mendengar suara syahdu kamu!" ucap Revan yang membuat Zalimar tersedak seketika.


Revan terkekeh. "Apa harus? Malu, ih! Masa iya, lagi iya-iya malah di dengar olehnya? Malu," balas zalimar dengan pipi merona.


Revan terkekeh lagi. "Memang ini rencananya, Sayang. Kamu ikuti saja apa yang abang perintahkan, oke?" ucap Revan mengelus pipi Zalimar yang kini merasa ragu.


"Tapi,"


"Tak usah takut. Abang akan melindungimu. Kamu harus segera menuntaskan obsesi yang adik kembar kamu miliki. Cukup Maira saja yang seperti itu. Jangan lagi adikmu, paham?" ucapnya yang terpaksa ia angguki mengingat kisah Maira dan Alzana, sepupu ummi mereka. ( Baca satu hati dua cinta dan terpaksa menikahi sepupu )

__ADS_1


Keduanya segera menyelesaikan makan malam. Revan kembali memegang ponselnya dan membalas pesan Jack yang baru saja ia kirimkan.


📩 Kakak, kakak ipar di mana? Kenapa kalian berdua belum turun juga? Lihatlah muka mommy sudah berubah jutek seratus enam puluh derajat!


Revan mendengkus sekaligus terkekeh. Ia membalas pesan adiknya itu.


📨 Kami akan turun pada waktunya. Biarkan wanita itu puas berbicara pada mommy. Mom tahu apa yang ia lakukan setelahnya. Cukup membuat wanita itu nyaman bersama kalian.


Pesan itu terkirim. Jack menghembuskan napas berat. Ia melirik pada mom Stefany yang kini sesekali menunjukkan raut wajah tidak sukanya pada Zianti yang terus berceloteh padanya.


'Heuuhh! Panas kupingku! Kalau bukan karena rencana Revan, aku tidak akan mau berbicara dnegn wanita ular ini! Revan, please.. help me! Kamu tega membuat mommu tersiksa seperti ini?' Batinnya mengeluh pada Revan yang saat ini sedang menunggu kode darinya.


Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Dad kendrick yang baru saja kembali dari pertemuan terkejut melihat keberadaan Zianti di sana. Mom Stefany memberi kode padanya. Beliau mengangguk lirih. Tanpa menegur Zianti, pria paruh baya itu segera menuju ke kamarnya.


Zianti kesal melihat pria tua itu tidak memperdulikan kehadirannya.


Mom Stefany tersenyum sinis melihat kekesalan yang Zianti rasakan untuk suaminya.


"Baiklah, Zia? Karena Dad Kendrick sudah kembali, ayo, mom antarkan kamu ke kamarmu yang berada di lantai dua! Mom juga harus istirahat. Kau juga Jack!" titahnya pada putra bungsunya itu.


Jack mengangguk begitu pun Zianti. Ketiganya mulai menaiki tangga. Jack berlalu melewati keduanya menuju ke kamarnya yang berada di depan kamar Revan dan zalimar.


Mom Stefany tersenyum licik. "Okey, permainan di mulai! Kita lihat, apakah kamu akan sanggup bertahan hingga besok pagi?" batin mom Stefany semakin ingin melihat perbuatan Zinati yang akan menunjukkan sifat aslinya.


"Masuklah ke kamar yang berada di sisi kamar yang berukiran emas itu. Mom tidak bisa mengantarmu sampai kesana, lihatlah! Dadmu sudah menunggu mom!" ucapnya seraya menunjuk Dad Kendrick yang kini tersenyum pada istrinya.

__ADS_1


Zianti mengangguk patuh. Ia segera berlalu ke kamar ujung itu. Mom Stefany menyeringai. Ia kemudian masuk ke dalam kamarnya yang tak jauh dari kamar Revan dan zalimar.


Sementara itu, Zianti menelisik setiap pintu kamar yang ada di resort itu. Di antara banyaknya pintu, hanya satu pintu yang bercorak emas di setiap reliefnya. Ia menebak jika itu kamar Revan.


Zianti menyeringai. Ia ingin mengganggu kedua orang itu dan menendang Zalimar keluar dengan rencana yang sudah ia susun matang. Ia mempercepat langkahnya menuju pintu kamar itu.


Tubuhnya terpaku secara tiba-tiba ketika sayup-sayup terdengar suara erangan halus dan desahaan dari balik pintu kamar itu.


Tangan Zianti terkepal erat. Wajahnya merah padam. Ia ingin menghajar zalimar yang sudah berani mengeluarkan suaranya di dalam kamar itu.


Ia segera membuka pintu itu dna terpaku melihat kedua insan yang sedang bergelut itu. Tubuhnya meremang seketika kala melihat jika Revan sedang menggagahi kakaknya.


Wajahnya semakin merah padam. Tangannya terkepal semakin erat.


"Sialan!" umpatnya kasar yang terdengar oleh Revan dan zalimar.


Zalimar ingin bangkit, tetapi Revan menambah durasinya dalam mengayuh gua surgawi milik zalimar yang membuat istrinya itu berteriak manja. Revan tersenyum senang. Istrinya berhasil memancing harimau yang sedang mengaum itu.


Ia sengaja mempertontonkan aktivitas keduanya dihadapan zianti agar adiknya itu sadar. Revan tidaklah bodoh. Ia tahu akan sifat Zianti seperti apa.


"Sialan!! Bisa-bisanya kalian bersenang-senang dihadapanku!!" pekiknya garang.


Zalimar tersentak. Namun, Revan sengaja memaguut putik ranum itu dengan pinggul terus menghentak kuat, tetapi nik mat di rasa oleh zalimar.


Bukannya berhenti, kedua suami istri itu semakin menunjukkan perbuatan mereka yang seharusnya, tidak di lihat oleh Zianti, adik iparnya.

__ADS_1


"Aarrgghht," teriak Zianti begitu garang.


Ia mendekati keduanya yang sedang sibuk mandi keringat itu. Tanpa perasaan, ia menarik Revan hingga terjungkal ke belakang. Zalimar menatap tajam padanya.


__ADS_2