Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Kaki gunung Sameru


__ADS_3

Sindiran Zafran begitu mengenai ulu hati Zianti. Ia menatap datar pada adiknya itu. Abi Zidan menghela napasnya.


"Sudah, sebaiknya kalian segera berangkat. Jika sudah tiba di sana, jangan lupa ziarah ke makam tua yang ada di pesantren itu, paham?" ucap abi Zidan melerai ketiganya agar tidka bertempur seperti yang sudah-sudah.


Zafran melengos kala tatapan ummi Zee sedikit tajam padanya. "Tak usah ummi mendelik seperti itu. Setelah ini, kami bertiga akan pergi dari rumah kalian!" tukas zafran segera berlalu di ikuti oleh Jack di belakangnya.


Lagi dan lagi abi Zidan menghela napasnya. "Pergil;ah. Lakuakn setulus hatimu. Jika kamu tulus, maka ujian itu cepat selesai. Akan tetapi, jika hatimu menolak dna menyangkal, maka prosesnya akan semakin panjang!"


Zianti dan Damar mengernyitkan dahinya. "kenapa Abi berkata seperti itu? Ada apa sebenarnya, dengan pesantren itu? Ada hal yang tidka kami tahu?" cecar Damar pada abi Zidan yang kini menatap dalam padanya.


"Tak ada apap-apa. Tapi, perjalana kalian berdua tidak akan mudah untuk tiba di sana. Maka dari itu, abi peringatkan. bersihkan hjati kalian sebelum melangkah ke sana. Sebab sedikit saja hatimu kotor, maka kalian akan sulit untuk tiba di daerah itu. Pergilah!" titahnya yang diangguki oleh Zianti dan Damar walau dalam keadaan bingung.


Mereka tidak membantah sedikit pun. Bagi mereka, cepat di kerjalan maka akan semakin cepat kalian bisa bebas dari sana. Abi Zidan emnatap sendu pada kedua anak itu.


"Apakah mereka akan berhasil Ummi?" tanya abi Zidan lirih.


Ummi Zee memeluk suaminya itu. "Serahkan semuanya pada allah. Berhasil atau tidaknya, tergantung mereka berdua. Abi 'kan tahu, kenapa zalimaer sengaja mengirimkan mereka ke sana? Bukankah kita berdua juga pernah ke sana?"


Abi Zidan emngangguk. "Iya, sih. Waktu itu, kita berdua berhasil. Zalimar pun demikian. Entahlah dnegn keduanya. Salah satu dari keduanya masih berhati kotor, maka perjalanan itu semakin sulit dan akan semakin lama. Bisa bertahun-tahun mereka di sana. Beruntungnya kita hanya sampai tiga bulamn sepuluh hari saja. Zalimar 40 hari. Entahlah dengan mereka berdua," beliau merasa tidak tega memikirkan nasib kedua orang itu.


Ummi Zee tersenyum, " Ada Allah. Tenang saja. Kita cukup berdoa saja untuk keduanya, ya?"


Abi Zidan mengangguk pasrah. Apa yang bisa ia lakuakn jika Zalimar sudah memutuskan? Ketika mereka mengalami masalha dulu, zalimar jugalah yang menunjukkan pesantren itu.


'Apakah merek akan lulus? Bukan aku tidak percaya pada keduanya. Aku percaya mereka pasti bisa melewatinya. Hanya saja, tempat itu sangat menyeramkam. Di sana, iman sebagai manusia benar-benar di uji. Entah dari mana zalimar mendapatkan pesantren itu, aku pun tak tahu. Putriku itu jadi berubah setelah ia mengalami banyak hal. Semoga Zianti bisa. Aku takut, putri keduaku itu akan sangat lama berada di sana. Hatinya snagat hitam,' batinnya menerawang memikirkan Zianti yang kini sudah dalam perjalanan menuju ke sana.

__ADS_1


Zalimar menatap datar pada layar ponselnya. Revan menatap lekat istrinya itu. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya setelah zafran dna Jack berbicara singkat padanya.


"Yang," panggil Revan yang tidka ditanggapi oleh zalimar.


Wajah pucat lebam kebiruan itu begitu menakutkan terlihat saat ini.


"Abang tenang saja. Kedua adikku tidak akan mengalami hal apapun saat datang dna juga pergi dari kaki gunung saweru. Lain jika kedua orang itu," ucapnya datar dna dingin.


Bulu kuduk revan meremang ketika mendnegar suara zalimar begitu datar dan terkesan berat itu. Revan memaksakan senyumnya.


"ya, abang tahu. Semoga mereka bisa melewati kaki gunung itu dengan selamat. Sebab jika salah satu dari keduanya menyangkal keberadaan tempat itu, maka mereka tidak akan pernah bisa keluar dari hutan tersebut," mata revan menatap tajam keluar jendela yang saat ini zalimar lihat.


Zalimar tersenyum tipis. "abang dari mana tahu tentang hutan itu? Kenapa bisa Abang menyuruh ummi, abi, dan aku untuk kesana, padahal sebelumnya, abang kan berada di amerika?"


Cup.


Kecupan singkat berubah menjadi ******* di putik ranum zalimar. Mata kedua sepasang pengantin baru itu terpejam. Revan tersenyum.


"abang pernah tersesat di hutan saat melakukan pengejaran terhadap pemuja iblis di kaki gunung saweru. Abang dna dua teman abang yang lainnya berpisah di sana. Abang yang tidka tahu itu di mana melangkah amsuk. Akan tetapi, pemandangan di dalam hutan itu berubah seketika. Sekiranya abang nggak kuat mental, pastilah abang sudha tiada saat itu juga," jawab revan mengingat masa-masa ia pesantren dulunya.


Bisa-bisanya dari pesantren yang ada di Jawa ia tersesat sampai di kaki gunung saweru yang berada di daerah perbatana kampung halam mam bella dna juga papa Kenan. Entah apa yang membuatnya hingga tersasar ke sana, hanya Tuhan eh, salah! Hanya othorlah yang tahu.


Zalimar memeluk erat tubuh Revan yang terasa begitu nyaman ketika ia peluk. Zalimar candu dnegn bau harum tubuh suaminya. Revan pun memebalas pelukan itu tak kalah eratnya.


Mereka bisa berpelukan erat di dalam kamar kedaunya, berbeda dnegn empat orang yang kini sudha memasuki kawasan kaki gunung saweru. Zianti dna Damar terkejut melihat l;okasi yang mereka datangi.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan hingga lima jam, baulah mereka tiba di sana. Akan tetapi, apa yanga binya ceritakan itu tidka benar. Tidak ada pesantren yang mereka maksudkan di sana. Yang mereka lihat hanyalah hutan belantara yang begitu lebat dna hawa yang cukup menyeramkan.


Zinati menyapu kedua tangannya yang merasa meremang. Begitu pun dengan Damar.


"Kita sudha sampai. Ayo, turun!" ucap Zafran yang diangguki oleh Jack dnegan wajah dinginnya.


Begitu pun zafran. Kedua wajah itu begitu dingin datar tanpa ekspresi. Zianti segera merangkul lengan suaminya merasakan hawa aneh menelusup ke dalam mobil mereka ketika kedua pemuda itu muali turun dna berdiri dihadapan mobil.


Zafran dna Jack sama-sama menengadahkan tangan mereka ke atas. Tak lama, mereka berbicara entah apa dna dengan siapa. Terlihat mereka tersenyum sambil menoleh pada mereka di dalam mobil.


"Susul Dek! Katakan pada mereka, bersihkan hati sebelum turun untuk masuk ke sana," ucap Jack yang diangguki oleh zafran.


"Ayo, turun!" ucapnya yang diangguki oleh Damar.


Namun, Zianti mengegelng pertanda tidka mau. Ia merasa aneh dnegn hawa di sana. Zafran tersenyum tipis. Tipis sekali. Ia tahu apa yang sednag kakaknya itu pikirkan saat ini.


"Sebelum masuk, bersihkan hati kalian1 Buang smeua penyakit hati yang bersarang selama kian tahun ini1 sama satu lagi, kuatkan hatimu! Jangan takut!" ucap zafran yang membuat zianti menelan ludahnya getir.


Entah kenapa, hawa di dalam hutan itu begitu tidka enak ia rasa. Seperti ada yang tidka beres?


"mereka memang kotor dna banyak dosa, Nak. Zalimar tepat menyuruh mereka kemari." ucap seorang pria paruh baya menggenakan baju putuh dna sorban putih melilit di kepalanya.


Jack tersenyum menaggapi.


Hayoo.. Ada apakah gerangan? Ada yang merasa merinding?

__ADS_1


__ADS_2