Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Ikatan Takdir


__ADS_3

Dua paruh baya yang sudah saling mengenal sejak Ummi Ira masih empat belas tahun itu kini saling duduk disamping pasangan masing-masing dengan senyum manis terus tersungging di bibir tipis keduanya.


"Lihatlah Mbak. Bagaimana kuasa Allah dala menyatukan kita berdua. Kita yang sudah saling mengenal sedari aku berumur empat belas tahun, kini sudah menjadi keluarga. Abak kita saling terikat sekarang ini." Ucap Ummi Ira yang diangguki mama Rani dan Papa Reza.


"Kamu benar Dek. Mbak juga nggak nyangka jika Ikatan Takdir kita begitu unik. Kamu seorang gadis remaja tanggung saat Mbak bertemu dengan mu dulu karena Papi kalian. Kini sudah menjadi keluarga kami. Ya.. Walaupun sebenarnya kita ini sudah emnjadi keluarga!" mama Rani dan Ummi Ira tertawa.


"Inilah yang dinamakan takdir kita sudah tertulis. Kita tidak pernah tahu seperti apa dan diaman jodoh kita sebenarnya. Begitu juga dengan anak-anak kita! Sekarang hanya Zidan dan Zee, bisa jadi setelah ini Prince Arryan yang kini belajar di Singapura berjodoh dengan adikku sendiri?? Siapa tahu kan??"

__ADS_1


Abi Raga menoleh pada sang Istri yang kini tersenyum lembut dibalik niqobnya pada mama Rani.


"Kamu benar Dek. Seperti Mbak dan Abang mu ini. Kami sepupu. Siapa yang tahu jika Mbak mu ini terbuat dari tulang rusuknya?"


Papa Reza terkekeh, "Bener Ra. Abang pun nggak percaya jika Mbak mu ini yang jadi jodoh Abang. Dan lihatlah sekarang. Abang yang dulunya di vonis tidak bisa memiliki keturunan akhirnya bisa memilikinya. Zidan putra pertama kami dan almarhum Zahra. Mantan istri Rayyan adik kamu yang kini sudah emnikah dengan Cinta adik sepupunya sendiri. Sungguh takdir ini sangat membingungkan. Tetapi inilah ikatan takdir kita semua."


"Kita sengaja di pertemukan karena takdir kita sudah terikat dan saling berkesinambungan." Ujar papa Reza dan diangguki Abi Raga.

__ADS_1


Ummi Ira pun demikian. "Benar By. Kami berdua dinikahkan saat kami berdua masih SMP. Saat aku amsih duduk di kelas dua SMP sedang pertemuan ku dengan Mbak Rani kelas satu SMP. Selisih satu tahun saja. Abi Zee sendiri kelas tiga SMP saat itu." Ummi Ira tersenyum memngingat kejadian lama yang masih berbekas hingga saat ini.


Abi Raga terkekeh, ia menelusupkan tangannya ke dalam baju Ummi Ira yang membuat wanita berniqob itu melototkan matanya.


"Ya, kamu benar Dek. Dan saat itu kami kan harus balik ke Bogor untuk menyelamatkan harta milik ayah dulunya. Setelah selesai, baru kami kembali ke Medan. Dan di saat itulah Abang kamu di vonis tidak bisa memiliki keturunan lantaran kecelakaan yang membuat urat saraf bagian produksi nya terjepit dan menyebabkan kemandulan.." Lirih Mama Rani yang diangguki oleh Papa Reza.


"Itu masa lalu sayang. Dua tahun lebih kita tidak memiliki anak. Hingga tahun ketiga kita barulah Allah memberikan jalan Nya.Makanya Zidan sangat tua jika dibandingkan dengan Zee. Tiga puluh lima tahun loh.. Kan udah tua banget tuh? Sedang kami aja nggak segitunya?" Kelakar papa Reza yang disambut gelak tawa oleh Abi Raga dan Ummi Ira.

__ADS_1


"Tak apa tua yang penting bertanggung jawab. Terutama bisa membawa Zee ke jalan Allah, itu sudah cukup." imbuh Ummi Ira yang diangguki oleh Abi Raga.


"Benar. Inilah Ikatan takdir mereka berdua. Zidan dan Zee memang sudah terikat sedari mereka diciptakan hingga pertemuanany sudah ditakdirkan. Semoga mereka akan sanggup menghadapi ujian pertama pernikahan mereka. Karena setelah ini, akan banyak halangan dan rintangan yang akan mereka hadapi." Timpal Abi raga yang di setujui oleh ketiganya.


__ADS_2