
Siang harinya, acara resepsi itu pun di gelar. Zalimar dan Revan yang sudah siap dan segera keluar untuk mengikuti proses adat. Di mulai dengan adat Jawa dilanjut dengan adat Aceh. Adat Aceh yang dibawa oleh mama Bella dan Ummi Zee selaku keturunan Aceh.
Adat demi adat di ikuti hingga semuanya selesai. Serangkaian acara pun sudah terselesaikan dengan baik.
Zalimar dan Revan sudah berdiri di pelaminan untuk menyambut tamu yang akan mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Zalimar tertawa girang ketika semua teman kampus dan juga rekannya di rumah sakit, Revan undang semua.
Tidak hanya itu saja. Semua teman SD yang sedari kecil baik pada Zalimar hingga saat ini pun Revan undang. Subgguh, bahagia yang tak terkira untuk Zalimar saat ini.
Keluarga besarnya pun sudah berkumpul untuk mengucapkan selamat padanya. Termasuk saudara kembarnya. Zianti naik ke pelaminan bersama Damar. Damar yang lebih dulu mengucapkan selamat pada Revan .
"Selamat menempuh hidup baru, Bang. Terima kasih karena sudah menerima Zalimar apa adanya," ucapnya tulus yang diangguki oleh Revan dengan menyunggingkan senyum manisnya.
Bergetar hati Zianti melihat senyuman abang sepupu yang sudah menjadi iparnya itu.
"Masyaallah, kenapa kakak, sih, yang harus menikah dengannya? Kenapa bukan aku?" batinnya tidak suka.
Ia menatap datar pada Zalimar dan tersenyum ketika Revan menoleh padanya.
'Cih! Menjijikkan!' umpat Revan di dalam hatinya ketika melihat adik sepupu plus iparnya itu.
Dengan sikap centil dan manjanya, Zianti mendekati Revan berharap bisa menyentuh telapak tangan kekar itu.
"Selamat, ya, Bang? semoga sakinah mawaddah dan warohmah. Semoga kalian cepat memiliki momongan," ucapnya halus dan manja yang terdengar muak di telinga Revan.
__ADS_1
Suami Zalimar itu terpaksa tersenyum padanya, padahal hatinya kesal sekali saat ini. Zalimar tahu itu. Ia mengulum senyum melihat wajah kesal suaminya ketika saudari kembarnya itu menatap lekat padanya tanpa peduli pada Damar yang kini sedang berbicara dengan Zalimar.
"Semoga kamu bahagia, Zal. Doaku selalu menyertaimu," ucapnya tulus
Mata itu menggenang seketika. Damar menunduk dan berlalu dari sana meninggalkan Zianti yang kini masih menatap lekat abang iparnya itu. Revan yang muak melihat adik iparnya itu berdehem keras yang membuat istri Damar itu tersentak kaget.
Ia kikuk sendiri dan salah tingkah. Zianti mendekati Zalimar dan memeluk saudarinya itu. Ia tersenyum licik.
"Selamat berbahagia kakak! Aku pastikan bang Revan akan bermalam denganku," bisiknya yang membuat jantung Zalimar mencelos seketika.
Zalimar mengurai pelukannya dan tetap tersenyum hangat padanya. "Aku tunggu tantanganmu! Sekiranya kamu kalah, bersiaplah kamu di depak oleh suamimu dan juga keluarga kita!" balas Zalimar tersenyum manis.
Tak gentar sedikit pun ia mendengar ucapan adiknya itu. Zalimar yakin pada suaminya. Zianti tersenyum sinis dan berlalu dari panggung. Ia turun dan duduk disamping Damar yang sedang memangku putra sulungnya itu.
"Apa yang ular betina itu katakan padamu, Sayang? Jangan bilang jika dia memberimu tantangan untuk memperebutkan aku?" terkanya tepat sasaran.
Zalimar tertawa. Revan memegang pipi istrinya. Dari jauh kelihatan keduanya sedang sun pipi. Zianti kepanasan melihatnya.
"Beneran?" tanya Revan masih berbisik dengan mata melotot sempurna.
Zalimar mengangguk dan terkekeh.
"Sialan!" umpatnya kasar yang membuat Zalimar melototkan matanya.
__ADS_1
Cup!
"Hiaaaa,"
"Aaaaa, mauuu."
"Romantisnyaaaa!"
Mulut Zalimar menganga ketika ia merasakan kecupan basah di bibirnya. Ia menatap tajam pada Revan. Pemuda tampan itu santai saja seolah tidak terjadi apapun. Ia sibuk bersalaman dengan tamu dihadapannya saat ini.
Teman dan rekan Zalimar bersorak kuat karena kelakuan absurd suaminya itu. Walau tertutup niqob warna gold, tetap saja. Revan menciumnya dihadapan semua tamu undangan. Di antara banyaknya pasang mata yang terpesona akan sikap romantis Revan, ada satu mata dengan wajah merah padam.
Ia bangkir meninggalkan semua keluarga dan menuju ke belakang hotel. Tamu kebesaran Revan menilik wanita yang mirip dengan istri Revan itu. Beliau tersenyum tipis.
Semua tamu sudah selesai bersalaman dengan pengantin. Kini tiba waktunya tamu kebesaran Revan yang akan mengucapkan selamat.
"Hallo, Boy! Congratulation for your wedding! May your marriage last until old age and also that you can quickly have children so that Deddy won't be lonely when your mommy wants to travel!"
( Hallo, Nak! Selamat atas pernikahanmu! Semoga pernikahanmu langgeng sampai tua dan juga kalian cepat memiliki momongan agar Deddy tidak kesepian ketika mommy kamu ingin bepergian!)
Ucap tuan Kendrick yang ditertawakam oleh Revan begitu keras. Lelaki tua itu menepuk kuat punggungnya karena kesal.
"Dad!" tegur wanita cantik di sampingnya itu.
__ADS_1
Beliau menunjukkan wajah kesal bukan main pada Revan. Tuan Smith tertawa melihat tingkah kedua orang itu.