Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Ingin jadi mualaf


__ADS_3

"Sialan!" umpat Revan sedikit kasar.


Zalimar menepuk lengan suaminya itu. Jack masih saja menggoda Revan yang sedang cemburu padanya. Zalimar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kedua orang itu seperti anak kecil.


"Dengar, Jack. Jika kamu memang mau wanita seperti kakak ini menjadi istrimu, maka kamu harus masuk agama kami terlebih dahulu. Kamu harus bersyahadat sebelum bisa menikah. Salah satu syarat untuk kamu menjadi muslim ialah kamu harus di khitan atau di sunat. Apakah kamu sudah di sunat?" tanya Zalimar langsung pada intinya.


Revan kembali mendengkus mendengar ucapan istrinya itu. Jack terkikik geli.


"Bagi kami warga Amerika, agama kami juga menyuruh kami untuk di sunat, Kak. Sedari aku berumur tujuh tahun, mom sudah menyunatkanku. Hingga saat ini, aku tidak pernah mengikuti pergaulan bebas seperti yang lainnya. Aku mengikuti kak Revan yang lebih suka berdiam di rumah dan membaca Al Qur'an. Aku sering diam-diam duduk di belakangnya ketika ia mengaji. Aku tenang dan nyaman ketika mendengarnya, Kak. Ada rasa damai menelusup ke hatiku ketika aku mendengar bacaan ayat suci kalian," jawab Jack yang membuat Zalimar dan Revan tertegun.


Keduanya menatap lekat Jack yang kini menatap keduanya dengan raut wajah begitu serius. Zalimar akhirnya tersenyum setelah lama terdiam.


"Masyaallah, Bang! Jack sudah mendapatkan hidayah dari Allah! Masyaallah, Jack! Tabarakallah!" serunya kegirangan.


Revan tidak menyahutinya. Ia menatap bola mata hitam legam milik adik angkatnya itu. Jack tersenyum padanya. Mata Revan berkaca-kaca. Ia tidak menyangka, kedatangannya ke rumah mom Stefany dan Dad Kendrick membawa perubahan untuk putra sulungnya yang terkenal nakal dan suka berkelahi sejak ia masih duduk di bangku SMP.

__ADS_1


Kedatangan Revan benar-benar membuat pemuda tanggung itu berubah total. Masih teringat oleh Revan ketika pertama kali bertemu dengan Jack.


Waktu itu, Revan ingin mencari tempat untuk sholat. Ia yang sudah lelah tida tahu harus kemana. Sebab di sekitaran itu tidak ada tempat yang bisa ia singgahi untuk beribadah, padahal waktu semakin mepet.


Revan masuk ke toilet umum dan berwudhu di samping toilet yang ada kran airnya. Ketika ia sedang berwudhu, tubuhnya di tabrak oleh seorang pemuda yang masih berseragam SMP. Revan ingin marah padanya. Akan tetapi, mengingat waktu ashar semakin tipis, ia mengabaikan pemuda itu.


Revan terpaksa sholat beralaskan koran yang ia bawa. Pemuda yang tadi menabraknya, bersembunyi di balik toilet itu. Ia tertegun dan tercenung melihat Revan yang sedang beribadah.


Entah kenapa, hatinya bergetar ketika Revan mengumandangkan takbir. Ia terus menatap Revan hingga masuk waktu maghrib. Revan masih bersimpuh dan duduk berzikir. Ketika masuk waktu maghrib, ia kembali melaksanakan sholat isya.


Cukup lama pemuda itu menunggu Revan selesai. Hingga ia terkejut ketika melihat beberapa orang berseragam polisi mendekati dirinya. Orang itu bertanya padanya tentang pemuda yang tadi ia tabrak.


Pemuda itu melongo melihatnya. Setelah para polisi itu pergi, pemuda itu menemui Revan dan berkenalan. Awalnya Revan menolak ajakan pemuda itu yang ia kira pemuda berandalan. Akan tetapi, setelah pertemuan yang ke sekian kalinya ketika Revan sedang dalam masalah dan pemuda itu selalau ada di sana, Revan bersedia berteman dengannya.


Hingga ia di bawa ke rumah mereka. Dari sanalah awal Revan merubah hidupnya hingga menjadi sesuks sekarang ini. Semua itu karena Jack. Pertemuannya dengan Jack seperti sudah ditentukan oleh takdir.

__ADS_1


Sejak saat itulahh, Jack lebih patuh dan menuruti apa yang Revan katakan hingga ia lulus dari SMA dengan nilai memuaskan. Sikap baik yang Jack lakukan sesuai arahan Revan, membuat mom Stefany meminta Dad Kendrick untuk mengangkatnya menjadi putra angkatnya.


Revan begitu beruntung bertemu keluarga pengusaha itu. Begitu pun dengan Jack. Ia semakin bertekad untuk bisa menjadi seperti Revan. Jika ia bodoh dalam hal akademi, pastilah Tuhan memiliki rencana lain untuknya. Bisa saja ia lebih pintar dalam urusan agama?


Inilah yang membuat Jack bertekad ingin seperti Revan. Ia belajar bahasa Indonesia dengan Revan. Juga tentang bacaan sholat. Ia juga sudah mempelajari bacaan Al Qur'an selama empat tahun ini.


Jack yakin, ia akan pindah agama setelah Revan menikah seperti janjinya pada Revan dan kedua orangtuanya dulu. Dad Kendrick tidak bisa melarang pilihan putranya. Bisa melihatnya patuh saja, sudah membuatnya begitu bersyukur.


"Jadi.. Kamu beneran ingin memeluk agama Islam?" tanya Revan yang diangguki oleh Jack.


"Iya, Kak. Aku ingin jadi mualaf. Ajari aku Islam lebih banyak dari yang kamu ajarkan selama empat tahun ini padaku. Aku ingin menjadi seorang hafidz, Kak." Jawabnya mantap yang membuat kedua orang itu menangis haru.


Jack tersenyum melihat keduanya menangis sambil berpelukan. "Sekiranya Kakak mahramku, tentulah aku bisa memelukmu saat ini. Terima kasih karena sudah hadir di dalam hidupku dan membawa cahaya terang di dalam hidupku yang gelap. Kedatanganmu ke Amerika memang sudah ditetapkan Kak. Mungkin, inilah cara Allah, Tuhanmu untuk menunjukkan padaku, bahwa di muka bumi ini tiada yang lebih berkuasa selain-Nya. Dan aku, percaya akan itu!" lanjutnya lagi yang membuat Revan segera memeluk adik angkatnya itu dan menepuk kuat punggungnya.


Zalimar tertawa haru melihat itu. Ia tak menyangka, jika Revan bisa menjadi inspirasi dan juga pintu hidayah untuk seseorang di luar sana.

__ADS_1


Maha suci Allah dengan segala firman-Nya!


Utamakan baca Al Qur'an ya!


__ADS_2