
Keduanya kini terlelap dengan damai setelah tadi Zee puas memandangi wajah tampan Zidan. Ia semakin mencintai sang suami yang baru dua hari ini menikahinya.
Sedang para orang tua yang berada di belakang sana lebih tepatnya di perkebunan milik Ummi Ira kini terkekeh-kekeh melihat tingkah pasangan pengantin baru itu.
Ada saja yang dibuat kelakar oleh Papa Reza dan Abi Ragata.
"Lihat tuh Bang. Anak kami udah bucin sama putramu!"
"Hahaha.. Ya iyalah bucin? Secara Zidan itu kan tampan??" balas Papa Reza jumawa
Mama Rani terkekeh. Ummi Ira tersenyum kecil saja. "Gimana nggak bucin coba? Lah wong gadis kecil yang selalu bergantung padanya dulu itu Ziara??"
"Benar itu Mbak. Zee selalu mengejar Zidan tiap kali kami berkunjung kerumah Mbak bersama Mak dulunya." Ummi Ira tergelak keras sampai kepalanya mendongak.
Abi Ragata mengelus lembut punggungnya. "Benar hunny. Tidak tahunya bocah kecil yang sering kali membuat Zidan kesal itu adalah teman hidupnya dimasa depan." Timpal Abi Raga mengiyakan.
"Hem.. Itulah yang dinamakan ikatan Takdir. Kita tidak pernah tahu seperti apa jalan takdir kita. Ingatkan saja Rayyan dan Almarhum Zahra? Bagaiman keduanya ketika kecil dulu selalu bersama. Tetapi ketika sudah besar, mereka akhirnya terpisah. Rayyan akhirnya menikah dengan adik sepupunya sendiri yaitu Cinta. Gadis kecil yang sempat terpisah darinya selama puluhan tahun. Sekali bertemu langsung saja menikah." tambah Ummi Ira dan diangguki oleh Mama Rani.
__ADS_1
"Kamu betul Dek. Inilah jalan takdir keduanya. Abang harap, pelaku teror kemarin itu segera tertangkap. Sekarang Kenan dan Bella yang sedang berjuang disana. Keduanya harus mengorbankan pernikahan mereka demi menyelamatkan Zidan dari pelaku teror itu. Semoga Kenan dan Bella kuat. Walau sebenarnya permasalahan ini datangnya berasal dari Kenan. Semoga saja keduanya cepat menyelesaikan masalah ini dengan baik agar tidak berlarut-larut dan semakin menambah beban untuk kita ke depannya." Ucap Papa Reza membenarkan ucapan Ummi Ira.
"Abang benar, Sebaiknya kita harus segera menyelesaikan acara pernikahan keduanya yang tinggal tiga hari lagi. Semoga ketika hari itu tiba, tidak ada teror lagi yang mengganggu hubungan Zidan dan Ziara nantinya." Imbuh Abi Ragata dan diangguki oleh mereka semuanya.
Benar yang dikatakan papa Reza. Semoga saja peneror itu cepat tertangkap dan hubungan Zidan dan Zee pun siap go public.
*
*
*
"Allahu akbar!!" teriak Zee saat melihat asap mengepul diatas balkon kamar mandi miliknya yang membuat Zidan terkejut bukan main.
"Ada apa sayang? Kenapa- astaghfirullah! Uhuk.. Uhuk.. Ini kenapa? Asap apa ini sayang? Masuk! bahaya! Nafas kamu bisa tertahan nantinya!" imbuh Zidan yang diangguki oleh Zee dengan mata yang sayu.
Ia berjalan dengan gontai untuk masuk ke dalam dengan pandangan mata mulai mengabur dan juga dada yang semakin sesak.
__ADS_1
Zidan mencari asal asap itu dan segera mengamankan nya dengan cara membenamkannya ke dalam bak kamar mandi mereka.
Zee yang sudah berada di kamar terjatuh terkapar dengan keras hingga membuat Ummi Ira dan Abi Ragata terkejut bukan main.
Sontak saja keduanya membuka pintu dengan kasar.
Braakk!!
"Astaghfirullah! Sayang!!" pekik Zidan yang baru saja masuk dengan terburu-buru saat mendengar suara benda jatuh dengan suara yang begitu keras.
Bertepatan dengan Ummi Ira dan Abi Ragata masuk dengan membanting pintu.
"Ya Allah, Nak! Ini kenapa? Zee kenapa??" tanya Ummi Ira dengan sangat panik saat melihat wajah Zee membiru.
"Allahu akbar. Zee keracunan Hunny!"
"Apa?!" pekik Zidan dan Ummi Ira bersamaan
__ADS_1
"Ini pasti teror lagi!"
"Hah? Teror lagi??" jawab keduanya dengan mulut menganga.