Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Zee panik


__ADS_3

Zee dan Zidan masih menganga melihat keduanya. Hingga akhirnya kedua orang yang akan menikah minggu depan itu pun kembali tertawa lagi.


Buhahahaha...


Putri yang sudah masuk ke mobil lebih dulu, mencebik melihat pasangan yang akan menikah minggu depan itu.


Sementara Jerry semakin menatap kesal pada Zidan dan Zee. "Kalian diamlah! Ini jadi tidak rapatnya?? Jika tidak, aku balik nih!" ancam Jerry yang membuat Zee dan Zidan berhenti tertawa.


"Oke, oke! Kita rapat sekarang! Putri!" panggil Zee pada Putri yang kini melengos ketika dipanggil olehnya.


Lagi, Zee tertawa. Zidan terkekeh-kekeh saja. "Jemput sana asisten kamu itu. Kamu diam Dek. Biarkan rapat ini berjalan dengan lancar tanpa pertikaian kalian berdua, bisa?" Ucap Zidan pada Jery yang dibalas decakan kesal oleh pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu.


"Ya, ya, ya. Aku diam kalau Nini lampir itu diam!" ketusnya pada Zidan


"Elu yang diam Kampret!" sambar Putri sambil duduk di depan Zidan.


Karena ia tidak mau duduk didepan Jerry yang selalu membuatnya kesal itu dari semenjak jaman SMA sampai kuliah dulunya.


Zee terkekeh saja melihat kedua orang itu mendadak diam karena sudah mendapat ultimatum dari Zidan baru saja.


Zee semakin berdebar kala melihat wajah tampan berkumis tipis itu sangat serius dalam melihat map yang ada ditangannya saat ini.


Mereka sibuk membahas kerja sama keduanya nanti dengan Zidan dan Zee sebagai penanggung jawab. Walau sesekali Jerry dan Putri beradu mulut, rapat itu tetap berjalan dengan baik.


Hingga...

__ADS_1


Pyar!!


"Astaghfirullah!" pekik ke empatnya terkejut dengan suara pecahan kaca yang dilempar dengan batu.


Zee melotot saat melihat kaca mobilnya pecah. Begitu pun dengan Zidan. Keduanya reflek saja berlari bersama menuju mobil milik Zee.


"Ya Allah, pecah.." ucap Zee dengan mengambil batu besar yang sengaja di lemparkan oleh pengendara motor memakai baju serba hitam itu.


Zidan menatap nyalang pada orang itu. Orang itu menunjukkan jari tengah padanya yang membuat Zidan semkin geram dengan wajah memerah dan tangan terkepal erat.


Orang itu tertawa meninggalkan Zidan yang semakin dikuasai oleh amarah. Wajah itu sangat menakutkan saat ini.


"Yahh... Harus diperbaiki lagi ini mobil?? Padahal baru aja kaca ini diganti minggu yang lalu?? Siapa sih iseng banget melempar batu dengan sengaja??" ucap Zee yang membuat amarah Zidan lenyap seketika.


Zidan beralih menatap pada calon istrinya yang kini sedang memegang batu berukuran besar berbalutkan kertas putih itu.


Zee yang tidak tahu dan masih berjongkok itu tiba-tiba saja berdiri saat sebuah batu melayang ke arahnya.


"Bang Zidan, ini batu apaan-,"


Grep!


Dugh!


Dugh!

__ADS_1


Dugh!


"Allahu akbar!!" seru Zidan saat merasakan tubuh dan kepalanya begitu sakit terasa saat batu berukuran sebesar kepalan tangan itu menyentuh lengan, punggung serta kepala Zidan hingga dua kali.


Zee mematung di tempat saat merasakan tubuhnya di peluk Zidan dari depan. Tubuh keduanya terpaku di tempat saat merasakan jantung keduanya berdegup tidak karuan.


Zee mendongak melihat Zidan yang kini matanya terpejam saat merasakan sakit yang tiada tara menghantam tubuh, lengan serta kepalanya.


Mata Zee melotot saat melihat darah mengalir di leher Zidan.


"Ya Allah Bang! Darah!! Putrii!!!"


Deg!


Zidan terkejut, spontan saja pelukan itu terlepas dan..


Brukkk..


Zidan jatuh terkapar di tanah dengan luka menganga di kepala bagian belakangnya.


Zee panik bukan main. Ingin menyentuh, tetapi bukan mahram. Ingin membantu Zidan, takut dosa.


Zee diserang panik hingga ia menangis terisak. Putri dan Jerry yang terkejut dengan panggilan Zee segera berlari menuju di mana kedua orang itu dalam keadaan menggenaskan.


"Astaghfirullahal'adhim! Abang kenapa Kakak ipar?! Kenapa berdarah begini?!" seru Jerry begitu terkejut melihat Zidan terkapar dengan darah mengucur di kepalanya.

__ADS_1


"Zee!!"


Zee tidak menyahut, ia panik sendiri saat melihat kepala Zidan berdarah tetapi ia tidak bisa melakukan apapun karena status mereka yang bukan suami istri.


__ADS_2