
Dad Kendrick dan mom Stefany tersenyum melihat rumah mereka masih sepi. Tak terlihat Revan dan Zalimar di bawah. Keduanya melirik kamar di ujung yang pintunya masih tertutup rapat.
"Kayaknya, cucu kita akan segera launching, ya, Dad?" ucap mom Stefany yang membuat Dad Kendrick tertawa.
Keduanya menuruni tangga dan mulai menyiapkan sarapan pagi untuk keduanya dan juga pasangan suami istri yang belum bangun itu. Mom Stefany memasak nasi goreng sesuai yang Zalimar ajarkan kemarin. Beliau menyukai masakan khas Indonesia itu. Dad Kendrick pun demikian.
"Sebaiknya, suruh James untuk berbelanja Dad. Mom akan masak masakan kesukaan Zalimar dan Revan untuk makan siang nanti. Mom yakin, keduanya akan bangun setelah sholat dhuhur." Ucapnya yang diangguki oleh Dad Kendrick.
Beliau segera menghubungi James, tangan kanannya untuk berbelanja ke pasar tradisional saja sesuai yang mom Stefany katakan. James menurut. Ia segera mengerjakan perintah yang bosnya itu katakan.
Mom Stefany begitu senang mulai bisa memasak masakan Indonesia sesuai dengan yang Zalimar ajarkan, padahal baru sebentar keduanya bersama, tetapi mom Stefany sudah bisa memasak beberapa masakan karena Zalimar yang mengajarkannya.
Siang ini, ia akan menyiapkan masakan kesukaan Zalimar dan Revan. Semur ayam dan balado udang. Makanan kesukaan keduanya. Beliau begitu senang bisa memasak masakan untuk kedua anak angkatnya itu.
Siang harinya.
Revan dan Zalimar kompak terbangun ketika suara alaram kembali berbunyi pertanda sholat dhuhur sudah tiba. Keduanya kompak bangun bersama.
Mereka langsung membersihkan diri dan menunaikan ibadah mereka tepat waktu. Setelah selesai, keduanya keluar dari kamar menuju ke ruang makan yang ada di bawah.
Sedari perjalanan turun ke bawah, bau harum bumbu semur sudah tercium harum. Tidak hanya itu, bau harum udang balado pun semakin menguar hingga ke seluruh ruangan. Revan ingin cepat-cepat turun sebab perutnya semakin keroncongan saja karena mencium bau udang balado kesukaannya.
Ia menuntun Zalimar yang sedikit kesusahan. Zalimar begitu pelan ketika berjalan. Revan berdecak sebal. Perut yang sudah keroncongan membuatnya cepat tanggap hingga Revan mengangkat tubuh istrinya ala bridal style untuk tirun ke bawah menuju ke dapur.
__ADS_1
Zalimar terpekik kuat. Ia tertawa ketika Revan pun ikut tertawa. Mom Stefany yang sedang memasak tersenyum melihat tingkah keduanya. Dad Kendrick pura-pura merengut masam. Revan terkekeh.
Ia mendudukkan Zalimar di kursi dan mendekati mom Stefany yang sedang sibuk masak dibantu maid di resort itu yang Revan cari khusus untuk membantu keluarganya terutama sang istri.
Revan bercanda sekejab dengan ibu angkatnya itu yang membuatnya di hadiahi timpukan maut centong sayur semur ayam kesukaannya.
Zalimar tertawa. Dad Kendrick terkekeh. Sudah menjadi kebiasaanya jika Revan selalu mengganggu momnya itu ketika sedang masak udang balado kesukaannya.
"Hem.. Harumnya, cantik seperti orangnya!" ucap Revan menggoda mom Stefany yang kini memutar bola mata malas.
"Basi!" celetuknya membuat ketiga orang itu melongo mendengarnya.
Mom Stefany keheranan kepada ketiganya yang terdiam tanpa kata. Ia pun menoleh pada Revan yang kini melongo melihatnya. Ia beralih pada Dad Kendrick dan Zalimar sama juga seperti Revan. Mom Stefany terkekeh.
Dad Kendrick terkekeh. "Mom sudah bisa bahasa Indonesia?" tanya Zalimar penasaran dengan mertua angkatnya itu.
Mom Stefany terkekeh. "Se di kit" jawabnya terbata yang kembali membuat ketiganya melongo lagi. Sengaja ia bertanya dalam bahsa Indonesia karena ingin tahu apa jawaban ibu mertua angkatnya itu.
Mom Stefany tertawa. "Mom baru belajar bahasa Indonesia tadi pagi. Melalui google translate!" lanjutnya kembali dalam bahasa Indonesia yang masih kaku.
Spontan saja Revan memeluk sang mommy angkat dan mengangkat tubuhnya ke atas sambil berputar-putar. Mom Stefany menjerit kuat. Ia memukuli pundak Revan berungkali karena takut jatuh. Revan tertawa.
Dad Kendrick semkain melongo melihat itu. Apalagi Zalimar. "Dad?" panggilnya yang membuat pria paruh baya itu mengerjab.
__ADS_1
"Sejak kapan mom kamu bisa bahasa Indonesia?" tuturnya dalam bahasa Inggris.
Zalimar terkekeh. "Jika sudah seperti ini, maka Dad juga harus belajar bahasa Indonesia!" balas Zalimar tertawa. Dad Kendrick pun ikut tertawa.
Kedua orang yang sedang berdebat itu menoleh bersamaan pada kedua orang itu. Revan memicing mata melihat keduanya begitu akrab.
"kalian tertawa tanpa mengajak kami?" ucap revan sengaja menyinmdir.
"Kenapa? Tak suka? Salah sendiri, kalian berdua seperti itu! Jadi, kami pun berdua juga. Iya, kan Dad?" tanya Zalimar yang diangguki Dad Kendrick.
"Ya, itu benar!" jawabnya terbata dalam bahasa Indonesia.
Kali ini ketiga orang itu yang melongo mendengar Dad Kendrick bisa berbahasa Indonesia. Merasa semuanya diam, beliau melihat pada ketiga orang itu.
"Kenapa?" tanyanya masih dalam bahasa Indonesia walau terbata.
"Dad Bisa?" tanya Zalimar tak percaya.
Beliau mengangguk. "Tentu! Ada ini!" jawabnya sambil menunjuk google translate pada zalimar.
Revan tertawa. Mom Stefany pun demikian. Siang ini, mereka tertawa bersama karena kedua bule tua itu bisa bahasa Indonesia walau masih terbata.
Tertawa tidak dilarang. Akan tetapi, akankah ke empatnya bisa tertawa lagi setelah ini? Entahlah, ahanya othor Melisa yang tahu! 😎
__ADS_1