
"Masyalalah.. Sungguh besar karunia Allah saat ini. Kejutan dari kamu saja belum selesai tapi sudah diberikan kejutan yang lain lagi. Ini berita yang sangat mengembirakan untuk keluarga Kita! Sungguh kejutan itu datang tepat pada waktu. Masyaallah ya Allah.." ucap Ummi Ira yang diangguki oleh semua Orang.
"Ummi benar! Disaat berita kehamilan kakak, Bang Kenan dan tante Bella pun kini sudah sadar. Sungguh besar maha kuasa Allah!" Timpal Prince yang saat ini sedang berusaha menyadarkan Zidan yang sudah mereka baringkan di sofa ruang tamu.
Zidan yang merasa pelipis dan hidungnya memanas, sadar. Ia mengerjabkan matanya. Pertama kali yang ia lihat ialah sang istri yang saat ini tersenyum lembut padanya.
"Alhamdulillah, akhirnya abang sadar juga! Mau minum?" tawar Zee pada Zidan yang diangguki oleh nya.
Zidan duduk dan minum air putih itu hingga tandas. Setelahnya ia menatap Zee dengan lekat.
"Bagaimana bisa kamu hamil, sayang? Sedang kamu tahu sendiri kan kalau suami kamu ini sudah di vonis tidak memiliki keturunan??" tanya Zidan pada Zee yang saat ini terkekeh mendengar pertanyaan darinya.
"Ternyata.. Menikash denganku, bukasnnya Abang tambah paham. Tetapi bertambah tidak mengerti sama sekali!" Zee tergelak setelah mengatakan itu yang membuat Zidan semakin penasaran.
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?" balas Zee masih dengan tergelak.
Ummi Ira dan Abi Raga terkekeh-kekeh melihat tingkah menantunya itu yang semakin terlihat kebingungan.
"Abang lupa ya kalau aku ini putri siapa?" pancing Zee yang membuat Zidan semakin bingung.
Terlihat jelas kerutan di dahinya saat ini bertambah banyak. Zee tergelak saat melihat wajah Zidan yang menurutnya begitu lucu saat ini.
"Zee.." tegur Zidan yang membuat Zee terdiam seketika.
Tapi masih juga terkekeh-kekeh. "Sudahlah kak. Jangan membuat suami kamu jadi bingung seperti itu! Nggak baik ah!" Tegur Ummi Ira pula.
"Oke, oke! Ehm, gini Bang. Abang kenal nggak siapa Abi dan Ummi ku?"
__ADS_1
Zidan mengangguk, "Kenal. Bahkan sangat kenal!"
Zee dan semua yang ada disana terkekeh, "Terus??" pancing Zee lagi.
"Abi merupakan seorang dokter kandungan yang terkenal bisa menyembuhkan segala sesuatu yang menyangkut tentang kandungan wanita. Beliau sudah mendapatkan gelar sebagai master saat ini. Dan juga Ummi Ira sembuh berkatnya--," mata Zidan membola saat mengingat sesuatu yang ia lupakan.
"Hah? Ja-jadi.. A-abi.."
Semua yang ada disana tergelak keras hingga ruangan itu riuh seketika dengan gelak tawa mereka semua.
Zidan menatap Abi Raga yang kini terkekeh melihat wajah terkejutnya. Ummi Ira dan Abi Raga tersenyum teduh padanya.
Mata Zidan berkaca-kaca melihat keduanya. Ia lantas bangkit dan bersimpuh di kedua kaki orang tua Zee dengan menangis tersedu.
Ummi Ira dan Abi Raga terkejut. Keduanya sontak saja turun ke bawah dimana Zidan kini bersimpuh di kaki keduanya.
Zidan menangis hingga suara isakan itu terdengar begitu pilu. Ummi Ira dan Abi Raga merangkul bahu Zidan dan memeluknya.
"Hiks ter- hiks ma -hiks kasih u-ummi.. Hiks.. A-abi.." ucapnya sesegukan di pelukan keduanya.
Zee yang melihat itu pun ikut menangis. Ia terharu meligat Zidan kini sudah mengetahui jika kesembuhannya itu merupakan ulah kedua orang tuanya.
Masih teringat oleh Zee, saat pengobatan rahasia itu dilakukan. Zee yang bertugas untuk mengambil sampel bisa ular milik Sang suami bergerak gesit sebelum Zidan mengetahuinya.Ia sengaja memancing Zidan untuk menyemburkan bisa ularnya itu hingga Zee bisa mengambilnya untuk di uji oleh sang Abi.
Pertama kali dperiksa, benar. Zidan mengalami penurunan pada bisa ular miliknya. Abi Raga segera memberi tahu Zee untuk memberikan resep obat darinya di minum sebelum melakukan ritual suali istri.
Dan Zee mengikutinya.
Mereka melakukan pengobatan itu hingga dua minggu lamanya. Setiap resep vitamin yang Abi Raga berikan, selalu Zee berikan kepada Zidan tepat waktu dalam bentuk cairan.
__ADS_1
Yaitu susu.
Zee selalu memberikan Zidan ssu sebelum mereka tidur. Dan Zidan pun tidak menolaknya. Zidan menerima apapun yang Zee berikan padanya.
Sekalipun itu racun, pastilah Zidan minum juga karena itu berasal dari Zee. Tetapi itu tidak mungkin terjadi dan tidak akan pernah terjadi.
Puncak pengobatan itu ialah saat Zidan merencanakan akan ke Jakarta dalam waktu yang lama.
Dari situlah Abi Raga dan Zee melakukan pengobatan terakhir. Dan ya, sebulan setelahnya Zee merasakan keanehan pada tubuhnya.
Ia yang tidak suka tidur selepas subuh malah berbanding terbalik saat itu. Zee sering kali mencium bau harum keringat Zidan di baju Zidan yang tertinggal di lemari pakaiannya.
Dan juga Zee selalu merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Yang mana buah melon serta dapur miliknya seperti membengkak.
Zee yang penasaran segera memita Abi Raga untuk memastikannya. Saat itu masigh belum jelas. Hanta terlihat kantung kecil saja.
Itu berita yang harus ia sampaikan kepada Zidan, tetapi Abi Raga melarangnya. Beliau bilang, lebih baik hubungi Zidan untuk pulang.
Karena saat itu sudah dua bulan sejak terakhir kali Zee tidak di sentuh olehnya. Untuk memastikan hal itu kembali, Ummi Ira sengaja menghubungi sang menantu untuk menyuruhnya pulang.
Zidan menurut.
Dan saat tiba di kediamannya pun, Abi Raga tetap melarang Zee untuk mengatakannya. Tunggu satu bulan lagi.
"Sabar.. Berikan kejutan ini tepat waktu. Agar suami kamu tidak terkejut nantinya!" Abi raga tergelak begitu pun dengan Ummi Ira.
Seperti yang mereka perintahkan, Zee mengatakan hal itu tepat setelah sebulan Zidan tinggal bersamanya.
Dan malam inilah waktunya.
__ADS_1
Zee menitikkan air matanya saat melihat Zidan tidak berhenti menangis di pelukan kedua orang tuanya.
"Sudah, jangan menangis lagi. Semua ini keajaiban yang Allah berikan untukmu melalui tangan abi dan ummi. Kamii hanya bertugas untuk melakukan yang terbaik untukmu. Tetapi yang menyembuhkan, tetap Allah SWt. Kami hanya perantara untukmu. Asal kamu tahu saja Nak. Istri kamu itu tidak berhenti untuk bermunajad kepada Allah agar kamu sembuh dan di berikan keturunan yang sholeh terlahir dari rahimnya. Dan ya, Allah mengabulkan! Berbahagialah!"