Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Penebusan Dosa


__ADS_3

Lagi, ummi Zee jatuh terhenyak di kaki abi Zidan yang kini ikut bersimpuh bersamanya. Wanita tua itu menatap nanar pada kedua putrinya yang kini wajahnya sudah tidak berbentuk.


Beliau tergugu melihat Zianti yang menahan sakit dengan darah membasahi gamis panjangnya. Zalimar berjongkok menatap lekat pada Zianti.


"Kamu seharusnya, sadar Dek. Kakak tidak pernah sekali pun ingin merebut apapun yang kamu punya. Apa yang kamu mau, selalu kakak berikan untukmu. Adakah selama ini, saudara harammu ini tidak memberikan apa yang kamu mau? Adakah selama ini, saudara harammu ini tidak mengalah padamu? Hem? Coba katakan! Bagian mana kakak harammu ini tidak pernah menuruti maumu?" ucap Zalimar yang ditatap lekat oleh Zianti.


Buliran bening mengalir di pipinya yang lebam dan membiru. "kamu meminta Ihsan untukmu, kakak berikan. Kakak rela mengalah asal kamu bahagia bersamanya. Kakak memilih mundur walau terluka. Begitu pun dengan Damar. lelaki yang sudah dijodohkan oleh kedua orangtua kita untukku, kamu juga ingin memilikinya, kakak berikan. Kakak rela memberikannya untukmu. Untuk apa? Untuk kamu bahagia seperti yang kamu mau."


"Kakak rela menerima tuduhan yang semua keluarga katakan bahwa akulah penyebab jatuhnya Damar ke tebing itu, bukan kamu!"


Deg!

__ADS_1


"Kakak rela menerima semua tuduhanmu waktu itu. Kakak tidak pernah membela diri walau aku bisa melakukannya. Untuk apa? Semua itu kakak lakukan untukmu. Untukmu adikku, untukmu. Asal kamu bahagia, aku rela mengalah. Aku mengalah asal kau bahagia. Akan tetapi," Zalimar menghentikan ucapannya kala tatapan semua orang tertuju padanya termasuk Damar dan Revan.


Mereka menunggu harap-harap cemas apa yang akan Zalimar katakan selanjutnya. Tatapan pasangan suami istri itu bertemu. Revan tersenyum lembut padanya. Zalimar menitikkan air matanya.


Ia menghirup udara sekuat yang ia bisa. Ia kembali menoleh pada Zianti yang kini menunggu kembali ucapannya.


"Jika kau ingin mengambil yang lain, silahkan! kakak tidak akan melarangmu. Akan tetapi, jika kamu berniat ingin mengambil suamiku seperti yang dulu-dulu, maka aku tidak akan pernah mengizinkan dan membiarkanmu! TIDAK AKAN PERNAH! SEKALIPUN KAMU MENANGIS DARAH DAN BERSUJUD PADAKU, AKU TIDAK AKAN MEMBERIKAN CINTAKU LAGI UNTUKMU, ZIANTI!"


Dduuuaaar!


Zianti menatap datar padanya.

__ADS_1


"Kamu menginginkan Ihsan, aku memberikannya. Kamu menginginkan Damar, aku juga memberikannya, tetapi kalau kamu menginginkan bang Revan suamiku untukmu, maka maaf!" Zalimar mengatupkan kedua tangannya di atas kepalanya.


"Sampai mati pun aku tidak akan pernah membiarkan suamiku untukmu! Kalau pun aku mati lebih dulu, aku akan gentayangan menunggu dirinya dan mengawasi dirinya agar tidak menikah lagi baik itu dengan wanita lain ataupun denganmu! Kakak tidak akan pernah mau berbagi suami dengan siapa pun! Jika bang Revan berani melakukannya, maka ia akan melihat mayatku mengambang di tengah lautan sana!"


Dduuaarr!


Revan berlari cepat mendekati dirinya. "Nggak, abang nggak akan menduakanmu sampai kapan pun! Jika abang berniat menduakanmu, maka sedari abang di Amerika, abang sudah mencari gantinya. Tidak! Demi Allah! Kamu satu-satunya istriku! Sampai aku mati, hanya kamu satu-satunya!" ucap Revan yang membuat Zianti mengepalkan kedua tangannya.


Zalimar tersenyum pada suaminya. Ia kembali menatap Zianti. "kakak tidak akan menghukummu jika kamu tidak berbuat salah, Dek. Maafkan kakak yang terpaksa meluruhkan janinmu itu. Kakak minta maaf, tapi ini harus kakak lakukan! Ini hukuman terbaik untukmu. Karena kamu sudah berani mengacaukan malam pernikahanku dan juga mendatangiku kemari untuk mengambil apa yang menjadi milikku! Ini hukuman yang pantas untukmu. Sekiranya aku bisa melukaimu, sudah sedari dulu aku melakukannya."


"Pulanglah. Bawa semua keluarga kita dari sini. Aku minta maaf karena harus menghukummu dengan cara seperti ini. Ini tidak lebih menyakitkan daripada perbuatanmu yang dulu merebut semua apa yang menjadi milikku hingga kedua orang tua kita berlaku dholim padaku karena ucapanmu. Pergi!" ucap Zalimar berpaling ke arah lain ketika melihat mata Zianti semakin banyak mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


Zianti terisak. Damar mendekatinya. Ia mencoba menggendong istrinya itu. Walau bagaimanapun, ia adalah istri sah Damar. Akan tetapi, sebelum keduanya pergi, Zalimar kembali berkata padanya.


"Pergilah ke gunung Sawaru di dekat jalan Panglima agam. bersihkan dirimu dengan air dari seluruh muara itu. lakukan sholat taubat. Minta ampun pada-Nya agar kehidupanmu setelahnya membaik. Hanya kamu seorang diri. Damar hanya boleh menemanimu saat kamu di pondok saja. Lakukan penebusan dosa itu selama seratus hari. Aku akan memaafkanmu, jika kamu mau melakukan apa yang aku perintahkan!" ucap Zalimar yang membuat Damar mengangguk setuju.


__ADS_2