Ikatan Takdir

Ikatan Takdir
Bahagia bersama mu, End


__ADS_3

"Ummi .. Abi.. Terimakasih banyak karena sudah mau mengobati penyakitku dengan suka rela. Andai kalian mengatakannya padaku, tentulah aku tidak akan se terkejut ini!" Zidan tertawa setelah tadi sempat ia menagis dihadapan keduamertuanya.


Dan juga ia tidak berhennti untuk menghujani Zee dengan ciuman di seluruh wajahnya. Karena Zee semua rencana rahasia itu berjalan lancar.


"Sama-sama Nak. Semua itu karena istrimu, putri Abi. Ia sangat ingin menyembuhkan mu, sampai-sampai tahan bangun tengah malam untuk berbicara sama Abi. Dan dia bilang, kalau ini akan menjadi kejutan untukmu kalau misi rahasia ini berhasil!" jawab Abi Raga yang di sambut gelak tawa oleh Zidan.


"Dan ya! Waoooww.. Aku terkejut!" ucap Zidan sambil menirukan slogan dari seorang artis dalam serial yang sering muncul di layar tivi itu.


Semua yang mendengarnya tertawa bersama.


Betapa bersyukurnya Zidan saat mendapat istri dan juga keluarga yang ternyata bisa menyembuhkan sakitnya.


Sungguh, nikmat yang tiada tara ia rasakan saat ini.


Nikmat mana lagi yang ia dustakan?


*


*


*


Hari-hari berlalu dengan cepat. Tidak terasa jika kehamilan Zee saat ini sudah memasuki lima bulan.


Hari ini mereka sedang mengadakan acara syukuran untuk kehamilan Zee.


Di rumah Ummi Ira sudah berkumpul semua tamu. Termasuk Anna dan juga Jerry. Sahabat sekaligus seseorang sudah Zidan anggap adik.


Mereka bersama-sama mendoakan kehamilan pertama zee ini. Tetapi di penghujung acara, Anna. Istri Jerry mengalami mulas yang tiada tara.


Dan saat Zee memeriksanya, ia akan segera melahirkan. Acara syukuran kehamilan Zee menjadi riuh seketika karena Anna istri Jerry akan segera melahirkan.


Zee yang memnag merupakan dokter Anna segera memawanya kerumah sakit. Cukup lama menunggu Anna melahirkan.


Hingga pukul sepuluh malam bayi lelaki itu lahir dengan selamat. Tetapi sayang.. Istri Jeryy, Anna. Meninggal dunia setelah melahirkan anak pertamanya.


Jerry sangat terpukul akan hal itu. Tetapi ada berkah dibalik musibah itu. Sebelum Anna meninggal, ia sempat meminta Putri untuk menikah di hadapannya dengan Jerry.


Jerry dan Putri asisten Zee sekaligus sahabatnya itu tidak mau. Tetapi karena permintaan terakhir Anna, maka kedua orang itu setuju.

__ADS_1


Berita duka dan bahagia terdengar di waktu yang bersamaan. Zidan selaku Abang untuk Jerry berusaha menguatkannya.


Bahwa yang sudah tertulis tidak mungkin bisa di ubah lagi. Akhirnya, Jerry dan Putri bisa menerima satu sama lainnya saat ini untuk mengurus anak yang ditinggalkan olehAnna kepada mereka berdua. Zee dan Zidan akhirnya bisa bernafas lega saat ini. Ia hanya akan menunggu kelahiran dari kedua buah hatinya saja.


*


*


*


Empat bulan kemudian.


Zee yang sedari kemarin malam merasakan sakit yang tiada tara di perutnya kini semakin menjadi. Ia memegangi gagang stir kemudi miliknya dengan kuat hingga kedua tangannya itu memutih.


"Ya Allah.. Sepertinya aku akan melahirkan ini. Lebih aku secepatnya kerumah sakit. Huffftt.. Kuat Zee! Kamu bisa!" katanya pada diri sendiri dan mulai melajukan mobilnya menuju kerumah sakitnya.


Disana sudah ada Ummi ira dan abi Raga yang sedang menunggu salah satu kerabatnya yang saat itu masuk rumah sakit karena kecelakaan.


Zee segera masuk keruangan bersalin. Diisana dirinya langsung diperiksa. Bidan yang mengani Zee melahirkan mengatakan masih buka lima. Ada lima lagi.


"Berarti malam ya Bu Gia?"


Ya, Bidan Gia. Orang kepercayaan Zee saat proses pengobata Zidan dan juga saat pemeriksaan kehamilannya itu beliau lah orangnya.


Zee segera menghubungi Zidan dan kedua orang tuanya. Dan mengatakan jika dirinya juga ada dirumah sakit yang sama dan akan segera melahirkan.


Zidan dan Ummi Ira terkejut bukan main saat mendengar kabar dari Zee. Mereka segera menuju ruangan Zee yang kini sedang berjuang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya akibat anaknya saat ini sedang berusaha mencari jalan lahir.


Pukul dua belas malam, Zee mulai merasakan mulas yang tiada tara. Ia mendesak ingin mengeluarkan kedua bayinya yang membuat zidan sangat panik melihat wajkah zee yang kini berubah menjadi merha padam.


Sekuat tenaga Zidan bertahan demi bisa menyemangati Zee yang kini sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya.


Hingga satu jam kemudiam, kedua anak kembar berjenis kelmain perempuan itu lahir dengan selamat.


Kebahagiaan yang tiada tara saat ini baginya. Zidan sampai menangis saat melihat perjuangan Zee melahirkan kedua anaknya.


Zee juga begitu bahagia saat melihat buah cintanya bersama Zidan telah lahir kedunia. Ummi Ira terharu saat pertama kali menggendong cucu pertamanya itu.


Zee melahirkan dua putri cantik keturunan Zidan disaat Oma Alisa dan Opa Gilang telah tiada.

__ADS_1


Bahagia dan duka Ummi Ira rasakan saat ini. Kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan satu bulan yang lalu.


Satu bulan lagi Zee akan melahirkan, keduanya sudah tiada. Duka dan bahagia Ummi Ira rasakan hingga air mata itu menetes di kedua pipinya yang sudah menua.


Abi Raga yang melihatnya pun segera memeluknya. Mereka berbagi rasa sakit itu bersama.


Sementara Zidan segera menghubungi kedua orang tua dan saudaranya agar mereka datang kerumah sakit besok pagi untuk melihat kedua anaknya sudah lahir ke dunia.


Keesokan paginya.


Ruangan inap Zee dan kedua bayi nya saat ini dpenuhi semua keluarga. Satu kelurga dari Ummi Ira dan satu keluarga lagi merupakan keluarga Zidan.


Mereka bergantian memegangi Princess Zidan dan Zee itu.


"Siapa nama kedua putri kecil kamu bang?" tanya Mama Rani pada Zidan yang kini sedang membantu Zee untuk ke kamar mandi.


Zidan segera mendudukkan Zee diranjangnya dan menoleh pada sang mama yang kini sednag menimang anak nya.


Zidan tersenyum, ia melihat pada zee yang kini tersenyum dan mengangguk padanya.


"Sesuai dengan yang kami sepakati. Si sulung Zee beri nama dengan Zalimar Rahayu Putri Zidan dan Si bungsu sebelum ada yag lain ya?"


Semua yang mendengarnya tertawa. Zee terkekeh. Ia menepukl lembut lengan sang suami yang kini sedang menggoda nya.


"Si bungsu untuk sementara ini Abang beri nama Zianti Rahayu putri Zidan. Kedua putri kembar kami untuk pertama kalinya."


Semua yang mendengarnya tertawa.


Zidan melihat Zee yang kini tersenyum padanya. "Terimakasih karena sudah menerima Abang yang cacat ini untuk menjadi suami mu. Imam mu. Karena mu dan keluarga mu, Abang masih diberikan kesempatan untuk memiliki keturunan padahal dokter sudah memvonis jika Abang mandul.." lirih Zidan dengan suara bergetarnya.


Zee tersenyum lembut padanya. "Tidak perlu berterimakasih padaku bang Zidan. Sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri untuk bisa menyenangkan hatimu. Salah satunya dengan cara seperti ini. Aku senang karena berguna untukmu. Dan aku bahagia karena melihat mu bahagia. Bagiku, kebahagiaan suami ku yang utama. Aku akan mengesampingkan diriku, untukmu. Agar apapun yang menjadi keinginan mu terpenuhi. Aku bahagia mendapatkan suami sepertimu.."


"Aku bahagia menjadi istrimu. Dan aku bahagia hidup bersamamu suamiku Zidan Putera Ar Reza. Kamu seseorang yang Allah kirimkan untukku dimasa depan. Kamu. Merupakan jodohku yang sudah tertulis sejak dalam kandungan Ummi Ira. Kamu dan aku sudah terikat takdir di masa akan datang. Ikatan takdir ini sudah terjalin saat kedua orang tua kita berdua di pertemukan sebelum kita di lahirkan. Jadi.. Aku tidak pernah menyesal menikah dengan mu. Aku malah bahagia bersuamikan kamu bang Zidan. Aku sangat bahagia.." imbuh Zee yang segera dibalas dengan pelukan hangat oleh Zidan.


Zidan mengecup kening Zee begitu lama. Hingga yang melihat kemesraan keduanya ikut terharu.


"Abang pun sangat bahagia mendapatkan bidadari surga seperti mu. Abang sangat bahagia Zee.. Terimakasih sayangku. Terimakasih banyak!"


"Sama-sama Bang Zidan.. Untukmu apapun akan aku lakukan karena bahagia ku bersama mu suamiku.." jawab zee yang kini membalas pelukan Zidan tidak aklah eratnya dari sang suami.

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2