IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Salah faham


__ADS_3

Didalam mobil mewah yang memiliki desain kursi tengah yang saling berhadapan. Rey dan Aya hanya bisa saling membuang muka.



Rey berhadapan dengan Vino dan Aya berhadapan dengan Hani. Posisi silang ini membuat Aya dan Rey memiliki ruang untuk saling membuang muka.


Hani yang duduk disebelah Rey. Tidak sengaja melihat jika dasi Rey tidak benar.


"Daddy!" panggil Hani.


"Iya sayang?" sahut Rey yang langsung menoleh kearah Hani yang duduk disampingnya.


"Dad, dasi-mu!" ucap Hani.


"Ah, apakah dasi Daddy tidak benar?" ujar Rey yang langsung menatap kaca jendela mobil."oh iya, ternyata dasi Daddy tidak benar. Terima kasih sayang sudah mau memberi tahu Daddy!" ujar Rey yang langsung membenarkannya.


"Sama-sama, dad!" jawab Hani dengan tersenyum manis.


Aya melihat itu masih setia untuk membuang mukanya kearah jendela. Aya meremas gamisnya untuk mengelap tangannya yang berkeringat. Kejadian yang hanya sekilas itu benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman.


Rey melirik Aya. Rey menduga, jika dasinya rusak karena habis melakukan kecelakaan bersama dengan Aya. Rey masih belum tahu jika, Aya masih berdiri di belakangnya karena ingin memberi tahu jika dasinya melenceng.


"Apa sebenarnya maksud dari Aya!" batin Rey yang dapat mengerti apa-apa.


Vino yang sedari tadi sedang asyik bermain game. Tiba-tiba mengeluarkan suara.


"Apakah kalian sedang bertengkar?" tanya Vino yang matanya masih fokus menatap gamenya.


Rey dan Aya langsung menatap Vino tidak percaya.


"Apakah ini sedang mengigau?" batin Rey.


"Apa maksud Vino? Apakah dia berbicara dengan gamenya!" batin Aya.


"Mengapa kalian menatap aku seperti itu?" tanya Vino yang masih setia menatap Gamenya. Bahkan, emosi mimiknya masih tertuju pada game yang ia mainkan.

__ADS_1


Rey dan Aya terkejut lalu langsung membuang muka mereka.


Hani yang memperhatikan Aya dan Rey terlihat sangat aneh, hanya bisa diam dan menduga-duga. Hani yakin, jika apa yang dikatakan vino benar. Jika Aya dan Rey lagi sedang dalam fase marahan.


Ketika Vino selesai memenangkan gamenya. Dia baru meletakan handphonenya dan melihat Aya dan Rey yang masih saling membuang muka.


"Ayolah umi, Daddy! Tidak baik bertengkar didepan anak-anak!" ucap Vino yang kini menatap keduanya.


Aya yang mendengar itu pun langsung tersenyum.


"Vino, apa yang kamu katakan sayang! Kami tidak saling bertengkar!" jawab Aya dengan gugup. Tetapi dia masih memaksakan untuk tersenyum.


"Iya Vino. Apa yang dikatakan umi-mu benar. Kami tidak saling bertengkar. Mungkin hanya perasaan kamu saja," lanjut Rey dengan ekspresi sesantai mungkin supaya Vino percaya.


"Ya ampun. Apakah anakku benar-benar dapat membaca pikiran orang!" batin Rey yang memainkan dagunya yang bersih.


Vino hanya mengangguk mengerti tanpa berniat ingin membahasnya lagi. Karena Vino tahu, jika Aya dan Rey sedang ingin menutupi"Apa!? Yang jelas, Vino tidak ingin orang tuanya melanjutkan kebohongan mereka jika Vino terus bertanya.


"Emm, begitu! jawab Vino seolah olah mengerti.


"Oya umi. Kita ber-selfi yuk? Tadi Vino sudah berfoto dengan Hani," ucap Vino antusias.


"Kita foto berempat ya!" seru Hani antusias.


"Ide bagus. Baiklah, supaya lebih mudah. Aku dipangku oleh Umi dan kamu dipangku oleh Daddy!" ucap Vino mengarahkan.


Aya dan Rey hanya bisa mengikuti kemauan anak-anak mereka. Kini, Aya dan Rey hanya bisa menunjukan senyum manis mereka didepan kamera.


Satu dua tiga jepretan akhirnya mereka dapatkan. Mereka akhirnya duduk diposisi mereka masing-masing.


Vino juga langsung mengupload foto-foto yang barusan mereka ambil. Vino tidak memeriksa foto yang sudah dia upload duluan. Disana, orang-orang sudah ramai membicarakan tentang Aya dan Rey yang sedang timpa tindih.


setelah mengupload foto berempat. Vino langsung mematikan handphonenya untuk menghargai orang tua yang ada didepannya.


...

__ADS_1


Didalam gedung yang sudah di dekor sedemikian rupa cantiknya. Orang-orang sedang membicarakan jika CEO mereka telah memiliki pasangan baru. Yaitu mantan istrinya. Semua orang sebenarnya tidak tahu banyak tentang pribadi Rey. Rey sangat mengunci sesuatu yang menjadi privatnya.


Tetapi semua orang tahu tentang desas-desus jika Rey telah bercerai dengan Aya dan menikah lagi dengan wanita yang telah meneror rumah sakit. Tetapi, karena Rey tidak pernah memberikan klarifikasi, jadi berita itu hanya simpang siur lalu tenggelam dalam seiringan waktu.


Foto-foto yang sudah Vino upload. Langsung menggemparkan warga net. Terutama adalah orang-orang terdekat Rey.


Foto baru yang Vino unggah, mampu meyakinkan jika Aya dan Rey memanglah sepasang suami istri saat ini.


Tetapi sangat disayangkan pikir mereka. Mengapa Rey tidak mau memberi tahu jika dirinya sudah kembali rujuk dengan istri pertamanya.


Berita ini telah sampai di telinga mama Salamah, Tuan Maher, Mora dan juga pastinya Axelin.


Mama Salamah dan Tuan Maher enggan untuk memberi klarifikasi. Mereka hanya tersenyum dan menunggu pasangan itu untuk menjelaskan sendiri bagaimana hubungan mereka.


Sedangkan Mora, dia hanya menahan kesal. Rasa tidak terima jika Aya akan menjadi Kakak iparnya. Mora sangat menentang hubungan Aya dan Rey. Mora tidak menduga, jika Aya akan seberani ini untuk menggoda kakaknya Rey setelah dia telah membuat cintanya yaitu Wisnu meninggal dunia.


Tetapi Mora hanya bisa menahannya tanpa bisa berbuat apapun. Karena, Mora sangat tahu bagaimana jika kakaknya juga masih sangat mencintai Aya. Terlihat dari dompetnya Rey yang masih ada foto pernikahannya dengan Aya.


Menantang perasaan Rey sama saja Mora menyerahkan nyawanya sendiri.


Axelin meremas kuat handphone. Ia menatap dirinya sendiri dicermin yang ada dikamar mandi. Dia menatap wajahnya. Bertanya apa yang kurang pada dirinya sehingga Rey sama sekali tidak meliriknya.


Rasa cemburu benar-benar menyelimuti hatinya. Rey adalah cinta pertamanya, Rey adalah pria yang dapat menerima dirinya dan menghargainya meski masa lalunya sangat buruk pada saat itu.


Axelin awalnya menerima jika dirinya hanya dianggap adik oleh Rey. Tetapi, cinta itu tidak mau pergi dari hatinya, sehingga selalu menuntut dirinya untuk meminta lebih dari perasaan Rey untuk dirinya.


....


Sebuah mobil yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Beberapa orang langsung menjaga keamanan.


Rey dan yang lain turun satu-persatu. Semua mata menatap takjub dan kagum. Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi. Rey dan Vino hanya menatap datar semua orang tanpa dan senyum di wajah mereka. Terlihat wajah dingin yang tak suka dengan awak media. Sedangkan Aya dan Hani selalu tersenyum menatap awak media yang ingin mengambil gambarnya.


Aya dan Rey benar-benar tidak tahu jika didepan mata semua orang. Mereka kini adalah pasangan suami istri yang sangat romantis dengan baju yang selaras.


Bahkan Vino dan Hani pun yang telah mengunggah foto-foto itu sama-sama tidak tahu dengan dampak foto yang mereka unggah.

__ADS_1


__ADS_2