
2 Bulan berlalu ...
Di apartemen Wisnu dengan buru-buru bersiap-siap untuk menjalankan tugas.
"Abi.. bekalnya mau diantar apa langsung dibawa sekarang?" tanya Aya.
"Sudah siap apa belum?" ucap Wisnu dari kamar.
"Ya tinggal disusun aja ini," jawab Aya.
"Emm, nanti siang abi akan pulang saja pas jam istirahat. Biar makanan bisa dihangatkan," ujar Wisnu.
"Oh begitu, tapi nanti siang umi akan mengantar mama ke rumah sakit. Vino harus di vaksin, sekalian mau memeriksa kandungan aku," ucap Aya.
"Emmm,,," Wisnu mendekati istrinya dan mengelus perut Aya yang masih datar.
"Anak Abi sayang, maaf ya Abi belum bisa mengantar kamu periksa. Next time Abi akan mengantar umi untuk memeriksa keadaan kamu, oke..?" ucap Wisnu yang mengajak ngobrol anaknya yang baru berusia 6 Minggu.
"Iya Bi, ngk papa. Ya sudah nanti terlambat," ucap Aya yang langsung mengambil tangan suaminya dan menciumnya.
Wisnu mendekat dan mencium kening istrinya.
"Hati-hati ya dijalan. Jangan terlalu lelah, dan juga jangan menggendong vino terlalu lama. Dia anak sangat subur," ucap Wisnu menasehati.
"Iya Bi.. mama juga nanti bawa babysister kok," jawab Aya.
"Ya sudah, abi berangkat dulu. Assalamualaikum.."
"Walaikum salam.."
Ketika akan keluar, bersamaan dengan itu tetangga didepannya juga keluar dari apartemennya. Terlihat jika dia adalah seorang turis. Namun selama ini, sebenarnya Wisnu dan Aya tidak tahu jika ternyata tetangga didepan apartemennya adalah seorang bule.
"Hallo sir,?" sapa bule itu.
"Oh Hay.." jawab Wisnu.
Mereka berjalan bersama menuju lift.
"Tugas dimana sir?" tanya si bule yang sudah fasih berbahasa Indonesia.
"Oh, di Polsek ****** sini aja. Anda sendiri darimana?"tanya Wisnu.
"Saya dari Belanda. Ini saya akan kembali ke negara saya," jawab si bule.
"Owh begitu. Istrinya di tinggal?" tanya Wisnu. Ia tadi sempat mendengar jika ada suara wanita.
"Ah, saya belum punya istri. Ini saya mau pulang karena akan dijodohkan," jawab si bule.
Wisnu hanya menduga jika yang ada didalam apartemen itu adalah pacar atau selingkuhannya.
Sampai parkiran, akhirnya obrolan mereka berakhir.
Wisnu dengan motor dinasnya keluar dari kawasan apartemen.
..
__ADS_1
Selang beberapa jam akhirnya Aya juga keluar ketika mobil mama Salamah datang menjemput.
"Assalamualaikum, mah?" salam Aya.
"Walaikum salam.. sudah siap sayang?"
"Sudah, mah.."
"Pak, ayo berangkat," ucap Mama Salamah.
"Hay vino, assalamualaikum. Uhh, Bibik kangen sekali denganmu. Uuuhh gemesnya,," ucap Aya yang mencubit pipi gembul Vino.
"Dia ini susunya kuat sekali Aya. Apa dia sudah ingin minta makan ya?" tanya mama Salamah.
"Duh, jangan dong mah. Vino kan masih dua bulan lebih. Kata dokter jangan diberi makan jika belum usia 6bulan. Takutnya terjadi apa-apa bagaimana. jika lapar ya kasih susu saja," ucap aya.
"Iya juga sih. Tapi mama kasihan saja jika dia rewel terus seperti minta makan," ucap Mama Salamah.
" Ya memang sih mah bayi itu beda-beda. Tetangga Aya ada baru satu Minggu diberi makan tapi gak papa, tapi ada juga yang sudah 3bulan di kasih makan malah ususnya membengkak. Iiihh,,, kan kasihan mah jika sampai seperti itu. Untuk jaga-jaga saja, biarkan vino minum susu sampai 6bulan," ujar Aya.
"Iya deh.. zaman sekarang dengan zaman dulu memang berbeda. Zaman sekarang sudah banyak ilmuan. Hmm, Oya bagiamana dengan kehamilan mu? Apakah tidak rewel?"
"Alhamdulillah tidak mah. Aya tidak merasa mual atau ngidam lainnya. Biasa saja," jawab Aya.
Sebenarnya ada rasa ngidam yaitu, Aya merasa gelisah jika jauh dari Wisnu, namun Aya tidak ingin menceritakan itu karena takut akan dikatai lebay.
"Alhamdulillah jika begitu."
"Oya mah, a'ak Rey kapan pulang? Kasihan Vino.."
"Katanya hari ini dia akan pulang. Mungkin sekarang sedang dalam perjalanan," jawab Mama.
"Amiin, Aya ..."
....
Pukul 12:10 kini Wisnu pulang untuk makan siang. Dia sebenarnya bisa saja makan di kantin bersama dengan teman-temannya. Namun Wisnu tidak ingin, mengingat masakan Istrinya paling enak dia juga ingin menghemat uang. Walaupun apartemen gratis, tapi untuk bayar air dan listrik dan juga kebutuhan lainnya, Wisnu tidak ingin merepotkan siapapun. Apalagi sebentar lagi rumah ini akan kedatangan seorang malaikat kecil.
Ketika akan keluar dari lift dan menuju apartemennya, Wisnu melihat seorang dengan wajah tertunduk menangis sesegukan berlari keatas atap gedung.
Wisnu yang merasakan ada sesuatu yang salah. Bergerak hati untuk mengikuti wanita itu.
Tentu jiwa kepahlawanannya sangat mengerti arti dari gerak-gerik yang mencurigakan wanita itu.
Dan benar saja. Wanita itu dengan perlahan naik keatas tepian dan duduk bersiap untuk melompat.
Beruntung Wisnu dengan sikap cepat tanggap menggapai kedua tangan wanita yang ingin bunuh diri itu.
Wanita itu terpejam mengira ia akan mati. Namun ketika ia membuka mata, seorang pria telah menahan tubuhnya supaya tidak tahu.
"Moraaaaa !!! Apa yang kamu lakukan!!?" teriak Wisnu yang baru tahu jika Wanita itu adalah teman SMP-nya Mora. Mantan dari Rey.
Wisnu... batin Mora
__ADS_1
"Wisnu !!! Lepaskan aku !! Biarkan aku mati !! Aku sudah bosan hidup!! Aku sudah tidak tahan harus menjalani cobaan lagi !!" teriak Mora yang meronta-ronta ingin melepaskan diri dari cengkraman Wisnu.
"Mora sadarlah,, apa yang kamu lakukan.!! Katakan padaku apa yang tidak bisa kamu jalaniii !!?"
"Hikss ... Hikss... Aku hamil dan ayah dari anak ini tidak mau bertanggung jawab. Aku ingin menyusul ibuku saja disyurga .. haaa aaaa lepaskan aku Wisnu... Lepassss !!!"
"Mora, mati bunuh diri belum tentu membawa kamu ke surga. Sadarlah Mora.. bunuh diri adalah neraka jahanam balasnya. Penderitaan kamu dibumi tidak ada apa-apanya dibandingkan di akhirat nanti!!"
"Biarkan ... Biarkan aku tersiksa di neraka dari pada aku harus menanggung malu didunia. Apa yang harus aku katakan kepada orang-orang jika aku hamil tanpa seorang suami. Lepaskan aku Wisnu, aku mohon..!!!"
"Akan ada banyak jalan jika kamu mau membuka hatimu. Masih banyak pria yang baik hati diluar sana. !!!!"
Tangan Mora sudah mulai akan lepas dari genggaman Wisnu karena licin. Namun Wisnu masih terus berusaha menahanya.
"Siapa !! Siapa pria yang sudi menerima wanita yang hamil. Siapa !! Lepaskan saja aku wisnu.. aku sudah tidak punya siapa-siapa didunia ini untuk aku bersandar!!"
"Masih ada aku Mora ... Kita adalah sahabat bukan!!" teriak Wisnu yang terus menahan Mora.
Mora tertegun mendengar jawaban Wisnu.
"Apakah kamu mau sudi menjadi ayah dari anak aku..! Jika kamu tidak mau, maka tidak akan ada pria lain yang mau. Sejauh yang kukenal, kamu adalah pria yang paling baik ..!!"
Tinggal beberapa detik lagi Mora akan jatuh karena dia terus meronta. Wisnu tidak tahu lagi harus berfikir apa, yang ia pikirkan bagaimana caranya Mora mau menyelamatkan dirinya.
"Baiklah !!!" teriak Wisnu tanpa sadar.
"Apa !! Apa kamu bersungguh-sungguh !!?"
"Iya aku bersungguh-sungguh !! Sekarang aku cepat genggam tangan aku dengan benar dan naik keatas!!" teriak Wisnu.
"Apa kau berani sumpah !!?" tanya Mora yang masih meragukan ucapan Wisnu.
"Iya aku sumpah...sekarang ayo cepaaat!! Akuuu sudah tidak tahaaan lagi iniiiii,,," teriak Wisnu sambil menahan ototnya yang mulai melemah di tambah tangan yang mulai licin.
Mendengar sumpah dari Wisnu. Akhirnya Mora mau berusaha untuk naik lagi keatas.
sampai akhirnya..
"Huuuuuuuuffffftttt.. Hahh...!!! Kamu gilak Mora !! Kamu benar-benar gilak tau gak !!!" teriak Wisnu menuding wajah Mora dengan kesal.
Mora tidak menggubris ucapan Wisnu. Ia memegangi kepalanya dan getih keluar dari hidungnya membuat Wisnu panik.
"Mora, kamu mimisan!? Kamu tidak papakan!?" tanya Wisnu panik.
Namun Mora yang sudah tahan akhirnya, tumbang dan pingsan.
Wisnu yang panik langsung membawa Mora keluar dan membawanya kerumah sakit.
"Mora.. bertahanlah ...."
..
..
..
__ADS_1
💓 JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR
LIKE, KOMEN DAN VOTE 😍😍🌹💃