
Hentakan sebuah sepatu kulit hitam menggema di ruangan sidang yang telah sepi.
Tuan Maherndra menatap tajam kearah putranya. Tatapan yang tak pernah Rey dapatkan sebelumnya.
"Aya, kamu akan ikut dengan papa kerumah utama! Dan kamu, jangan pernah menyentuh putriku sebelum kamu menceriakan wanita ini!" ucap Tuan Maher terlihat sangat tegas.
Rey ternganga tidak percaya.
"pah! Aya dan Kiana adalah istriku. Aku berhak atas mereka!" ujar Rey tidak terima.
"Aku adalah orang tua dari Aya sekarang ini. Sebagai orang tuanya, aku tidak rela anakku diperlakukan seperti ini..! Jika selama satu bulan kamu tidak menceraikan wanita ini, maka aku akan menikahkan putriku dengan pria yang lebih pantas untuknya..!" Ancam Tuan Maher membuat siapapun yang mendengarnya menggelengkan kepala tidak percaya.
"Emm, pah ..." Aya ingin mengatakan sesuatu.
"Aya, aku harap kamu dapat menghargai keputusan papah kamu ini. Apa kalian tahu, ketika aku memejamkan mata Zaki untuk yang terakhir kalinya, disana aku sudah berjanji akan menganggap Aya sebagai putriku sendiri dan akan menjaganya dan menyayanginya seperti anakku sendiri. Sebagai orang tua, ini adalah keputusan tepat yang sudah aku buat."
"Rey, !! Ingat, waktu kamu hanya satu bulan. Jika dalam satu bulan kamu tidak menceraikan wanita ini, maka jangan harap putriku dapat kamu sentuh!" lanjutnya.
Mama Salamah tidak mengatakan apapun, dia sudah sangat setujui dengan apa yang dikatakan suaminya.
__ADS_1
Mama Salamah menggandeng tangan Aya untuk bersama mereka.
Rey ingin sekali mengejar Aya dan mempertahankannya. Bagaimana bisa kedua orang tuanya melakukan ini kepadanya. Masalah rumah tangga adalah urusannya dan Aya adalah istrinya.
"Rey, kejarlah jika kamu ingin mengejarnya. Aku rela," ujar Kiana membuka suara.
Rey sungguh sangat bingung. Ia menatap Kiana dengan sangat lekat.
"Aku akan berusaha untuk membawa kalian kembali bersama, apakah kamu rela jika aku masih mempertahankan hubungan seperti ini?"
"Insyaallah aku rela. Justru aku sangat-sangat berterima kasih kepada padamu, karena kamu masih sudi menerima aku setelah semua kejadian ini."
Rey tersenyum, dan berkata," Semua orang pasti memiliki kesalahan, namun aku sangat percaya dengan cinta tulus darimu untukku. Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan adil untuk kalian. Aku harap juga, semoga kedepan kita benar-benar bisa menjalankan hubungan ini dengan damai, aku, kamu dan Aya ..."
Dari kejauhan, Wisnu hanya menatap kacau. Dia tidak tahu harus bagaimana, apakah dia memberikan kesempatan untuk Rey atau merebut Aya secara tegas.
...
Didalam mobil, Aya hanya diam sembari menatap jendela. Aya tidak tahu, apakah ini pilihan yang tepat.
__ADS_1
"Aya, maafkan papah karena mengambil keputusan ini. Papah melakukan ini demi kebaikan kalian. Anak itu, Rey! Dia harus diberi pelajaran supaya tidak lagi asal semena-mena terhadap perasaan wanita. Dia pikir apa! Apakah dia pikir kamu tidak mempunyai perasaan. Hmmmmm,,, Aku baru sadar jika aku telah gagal mendidik dia," ujar Tuan Maher.
"Apa yang dikatakan oleh papah kamu ada benarnya Aya. Mama sudah beberapa kali main kerumah kalian, dan disana selalu ada wanita itu! Maafkan mama yang telah menyadari semua ini," ujar Mama Salamah.
"Mah, Pah.. semua ini bukanlah salah kalian, ini ada salah Aya karena Aya tidak jujur dan mengatakannya kepada kalian ..."
"Papah tahu, kamu pasti telah diancam oleh anak ingusan itu!?"
"Pah, sebenernya sebelum menikah kami telah melakukan perjanjian supaya A'ak Rey mau menikahi Aya didepan almarhum Abah... Dan..."
"Anak itu benar-benar ternyata ya..!!! Papah selalu berfikir jika dia adalah anak yang patuh terhadap orang tua.. ternyata dia hanya memanfaatkan wanita sepolos dan sebaik kamu. Aya, selanjutnya papa janji akan lebih memerhatikan kamu. Jika selama satu bulan Rey tidak juga menceraikan wanita itu, maka papah akan mengambil keputusan dan papa harap kamu dapat menerima keputusan papah!"
Aya hanya bisa diam. Kini, ia hanya menyerahkan segalanya kepada keluarga yang telah membawanya ini.
Aya juga sadar. Hubungan di antara dia dan Rey hanyalah karena perjodohan dan juga situasi yang sangat mendesak. Situasi yang tidak dapat dipikirkan dengan kepala jernih.
Aya hanya berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya meskipun rasa cinta itu belum ada.
Setelah semua pengorbanannya dan Rey masih memilih Kiana, maka Aya akan terima untuk lepas dari Rey.
__ADS_1
Namun, dalam lubuk hati yang paling dalam. Aya masih sangat berharap untuk mempertahankan pernikahan ini. Bagi Aya, menikah adalah sekali seumur hidup. Namun, jika takdir berkata lain, apa yang dapat seorang hamba lakukan...
Kini, fikiran Aya hanya tertuju... Apa yang akan dia lakukan jika sampai pernikahan ini putus ditengah jalan ...