IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Sah memadu diam-diam


__ADS_3

Diruang UGD Wisnu menunggu hasil vonis Dokter tentang keadaan Mora.


Wisnu mengusap kasar wajahnya. Ia merutuki dirinya sendiri karena telah berjanji akan menikahinya.


"Ahhh... Bagaimana jika Aya tahu. Matilah aku," gumam Wisnu dengan risau.


Dokter datang.


"Pak, istri anda sedang hamil muda. Apakah anda sudah tahu?" tanya dokter


"Ah, iya dok. Saya tahu," jawab Wisnu.


"Nah, sebaiknya jaga istri anda dan jangan sampai stres atau terkena tekanan batin. Semua dapat berpengaruh pada janinnya. Apalagi kondisi istri anda saat ini sangat lemah. Tidak hanya akan mengalami kehamilan yang sulit, stres dapat berpotensi keguguran."


"Ah, iya dok. Saya akan lebih hati-hati kedepannya," jawab Wisnu gugup.


"Ya sudah, saya akan buatkan resep obatnya dahulu, permisi."


"Ah, iya dok. Terima kasih banyak, dok."


..


Ketika Wisnu masuk kedalam ruangan Mora, kebetulan Aya dan mama Salamah lewat untuk bergegas pulang. Tapi sayang, mata mereka tidak saling bertemu karena Wisnu sudah masuk duluan keruangan UGD.


"Mora!?" sapa Wisnu.


"Wisnu, terima kasih banyak ya. Kamu sudah mau menolong aku dan menerima aku," ucap Mora yang langsung memeluk Wisnu.


Wisnu hanya bisa melepaskan pelukan Mora dengan perlahan.


"Apakah kamu sudah membaik, aku akan antar kamu pulang," ucap Wisnu membuat Mora murung.


"Wisnu, bukankah kamu berjanji akan menikahi aku?" tanya Mora menagih janji Wisnu.


"Emm,, Mora maafkan aku. Sebenarnya aku sudah beristri. Tidak mungkin aku menikahi kamu. Maafkan aku," ucap Wisnu dengan lirih dan kepala tertunduk.


Deru jantung Mora terasa membara tidak karuan.


"Wisnu!! Bagaimana bisa kamu berjanji jika kenyataan kamu sudah beristri !!! Apa kamu pikir ini lelucon !!? Harusnya kamu biarkan aku mati saja jika begini. Untuk apa kamu menolong jika hanya akan menambah luka di hatiku!! Sudah aku duga, tidak akan ada sudi yang mau menikahi wanita yang telah hamil duluan seperti aku.. hiks... ?" teriak Mora histeris.


Teriakan Mora menarik perhatian pasien lainya. Beberapa orang juga tidak sengaja menguping dikit dikit.


"Pak polisi, harusnya jika berbuat mau bertanggung jawab. Anda kan polisi, harusnya mencontoh yang baik bagi rakyatnya," sindir seorang ibu-ibu yang langsung mendapatkan sautan setuju dari pengunjung rumah sakit lainnya.


Wisnu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"What !! Kenapa jadi begini!?" batin Wisnu sambil cengengesan.


"Iya pak. Jangan diam saja. Itu pacarannya sudah hamil. Jika dilaporkan, masak polisi ditangkap polisi, kan lucu," sahut pasien lain.


"Suami saya seorang penghulu loh. Yah, walaupun dia sedang sakit tipes, tapi insyaallah masih sanggup untuk menghalalkan pak polisi dan pacarnya," ujar si ibu-ibu.


Mendapatkan tekanan dari semua orang membuat Wisnu tidak berdaya.


Sampai akhirnya, ijab Kabul terjadi begitu saja tanpa ada persiapan apapun. Bahkan Rey hanya memberikan mas kawin yang sepuluh ribu. Karena hanya itu yang ada di dompetnya. Wisnu memang jarang membawa uang kes, jika bawa mungkin hanya untuk membeli bensin saja.


"Saya terima nikahnya Mora Finanda bin Yonoto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

__ADS_1


"Sah ..."


"Saaaaaaaahhh!!"" Semua orang di ruangan UGD akhirnya menjadi saksi pernikahan dramatis antara Wisnu dan Mora. Semua orang terlihat bahagia, hanya dua pengantin yang terlihat tidak menikmati hari pernikahan mereka.


"Emm pak, ini fotonya tadi pas ijab. Buat bukti," ucap si ibu-ibu.


"Iya nanti langsung diurus saja di KUA untuk meminta surat resminya," ucap si pak penghulu dengan nada lemas karena masih sakit.


..


Singkat cerita, kini Wisnu dan Mora duduk disebuah restoran untuk membicarakan hubungan mereka kedepannya.


"Mora, saya harap kita bisa bekerja sama. Istrikuu sedang hamil muda. Saya tidak mau kehamilannya bermasalah jika dia tahu hubungan kita. Aku akan berusaha untuk adil terhadap kamu dan istriku, tapi kemungkinan besar aku akan berat di istriku. Aku akan membagi dua hasil gajih aku. Jika waktunya sudah tepat, baru kita omongan hubungan kita kepada istriku," ucap Wisnu.


"Terima kasih banyak Wisnu. Aku tidak berharap lebih dengan pernikahan kita. Yang penting saat anak aku lahir, dia memiliki ayah disampingnya."


"Ah iya, aku baru ingat. Rey sedang jomblo.. ah, kenapa aku tidak ingat!!! Mora, bagiamana jika kamu menikah saja dengan Wisnu. Bukankah kalian saling mencintai!!?" ucap Wisnu merutuki dirinya sendiri yang baru ingat tentang Rey.


Mendengar nama Rey yang memiliki hubungan dengan Kiana dan Yunhi, jelas Mora tidak mau.


Sebenarnya juga, Mora dari dulu tidak mencintai Rey.


Semua hanya sandiwara karena dia telah diancam oleh Kiana untuk mendekati Rey. Tapi Mora tidak bisa melanjutkan rencana mereka karena dia jatuh cinta kepada Wisnu. Mereka bertiga adalah sahabat diwaktu SMP.


Mora tidak ingin mendekati Rey karena ia ingin mendekati Wisnu suatu saat nanti. Namun Mora mengurungkan niat, karena setelah kabur dari Kiana dan Yunhi, hidupnya menjadi sangat susah sehingga pekerjaan wanita malam ia lakoni.


Dan kini takdir tidak diduga. Mora sangat senang karena Wisnu kini menjadi suaminya. Meskipun ia menyandang sebagai istri kedua.


"Aku tidak mau berurusan dengan Rey. Dia adalah suami dari wanita gila. Apa kamu tahu Wisnu, ibu aku mati karena telah ditembak oleh Yunhi. Mereka berdua adalah wanita gila. Aku tidak mau masuk kedalam kandang harimau," ucap Mora.


"Apa !! Bagaimana bisa !!?" tanya Wisnu yang terkejut.


Mora menceritakan asal-usulnya. Bagaimana dia dan si kembar menjadi saudara tiri. Sampai akhirnya Mora harus mengikuti rencana balas dendam Kiana dan Yunhi.


Mora juga menceritakan tentang rencana dia dahulu mendekati Rey hanya untuk mencelakainya. Semua adalah perintah dari si kembar.


"Tapi aku tidak bisa Wisnu. Aku tidak dapat mencelakai pria baik seperti Rey. Aku memutuskan kabur dan bersembunyi selama ini," jelas Mora.


Wisnu ternganga tidak percaya.


"Jadi.. balas dendam itu sudah direncanakan dari sejak lama!!?" tanya Wisnu yang benar-benar salut dengan kegilaan si kembar yang tidak tahu dimana sekarang. Selain Rey, tidak ada yang tahu jika si kembar telah mati.


Mora mengangguk dan berkata,"Wisnu,, sejujurnya.. pria aku cintai saat itu adalah kamu," ucap Mora sambil tertunduk malu.


Kali pikiran Wisnu benar-benar kacau. Bagaimana wanita yang ada didepannya mengungkapkan kata cinta padahal dirinya sudah beristri.


"Emm,, Mora ... Aku harap kamu jangan salah faham dengan hubungan kita. Semua yang terjadi ...." Wisnu ingin menjelaskan namun di sahut oleh Mora.


"Aku mengerti Wisnu. Aku mengerti, aku akan mengikuti bagaimana rencana kamu. Jika memang istri pertamamu tidak boleh tahu hubungan kita. Maka aku akan diam sampai kamu yang mengatakannya."


"Terima kasih atas pengertian kamu, Mora."


"Aku yang seharusnya berterimakasih kepada kamu Wisnu. Kamu sudah datang dan menyelamatkan hidupku. Selamanya aku akan berhutang budi dengan padamu."


Hari sudah akan magrib. Wisnu dan Mora pulang ke apartemen.


Kini Wisnu tambah tercengang ketika mengetahui jika pintu apartemen Mora tepat ada didepannya.

__ADS_1


"Ini apartemen kamu Mora!?" tanya Wisnu terkejut.


"Iya Wisnu. Ah, ternyata kita tetangga ya," jawab Mora tersenyum senang.


"Jangan bilang jika anak yang kamu kandung adalah anak si bule Belanda itu!?" tanya Wisnu menekankan suaranya.


"Kamu kenal dia!?" tanya Mora yang juga terkejut.


"Astaghfirullah halazim. Jika aku tahu dia akan pergi kabur, aku akan menangkapnya tadi pagi," ucap Wisnu.


"Dia pamitan akan pergi sebentar, tapi nyatanya dia malah pergi dan berkata" jangan cari aku, aku akan kembali ke negara ku dan menikah." Cih.. pria macam apa dia,!?" ucap Mora dengan nada kesal jika mengingat itu.


"Hmmm,, ya sudah, kamu yang sabar ya. Istirahatlah. Jangan berniat bunuh diri lagi. Sayangi dirimu sendiri," ucap Wisnu.


Mora hanya mengangguk dan masuk kedalam rumahnya.


Wisnu menghela nafas berat. Ia merasa gemetar untuk membuka pintu rumahnya.


"Astaghfirullah halazim, ya Allah ampunilah hamba. Istrikuu, maafkan aku."


Wisnu akhirnya memberanikan diri untuk masuk.


"Assalamualaikum ..."


"Walaikum salam.. Abiii, kok tumben sih pulangnya sampai malam. Biasanya sore sudah sampai rumah?" sapa Aya yang langsung melayani suaminya. Melepaskan sepatu dan juga membawanya air minum.


"Maaf umi, tadi ada kecelakaan," jawab Wisnu gugup.


"Astaghfirullah halazim, parah ngk bi? Bagaimana keadaannya sekarang?"


" Emm, alhamdulillah baik umi. Dia tidak papa."


"Syukurlah,,, Bi. Oya, Abi juga tadi siang tidak jadi pulang ya. Kok nasi sama lauknya masih utuh. Katanya mau makan siang dirumah?"


"Ah, tadi sibuk mi. Gak sempat."


"Ah begitu, ya sudah Abi mandi giih, dan sholat dulu. Umi akan siapkan makan malamnya."


"Iya, sayang,, emuuach. Apa umi tahu, apapun yang terjadi, umi adalah satu di hatiku," ucap Wisnu tiba-tiba membuat Aya merasa sedikit aneh.


"Iya Abi kuuu... Aku selalu percaya dengan cintamu. Ya sudah mandi sana, bau.." Aya dengan menutup hidungnya mengejek Wisnu.


"Huuu, bau ketek suami adalah surga mi. Nih, cium biar bisa sampai ke surga .." Wisnu langsung mengangkat ketiaknya.


"Hahahaaa, apaan siih Biii... Kuman tahu gak. Cepat mandi !!" Aya mendorong suaminya.


Aya menggelengkan kepalanya merasa senang. Tiap hari adalah cinta untuk suaminya. Berharap selamanya akan begitu.


...


..


...


πŸ’“ JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR πŸ’“


LIKE, KOMEN DAN VOTE πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ™

__ADS_1


__ADS_2