IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Ingin Memantau


__ADS_3

Rey dengan beberapa paperbag ditangannya langsung menuju kedalam kamar Wisnu.


Wisnu yang melihat begitu banyak barang yang Rey beli menjadi terheran-heran.


"Loe beli apa sih banyak amat!?" ucap Wisnu.


"Lihat ini.." Rey menunjukan sebuah baju jaulak, kumis dan jenggot palsu, juga alat canggih perubah suara, lengkap dengan tongkat yang bisanya dipakai oleh para ulama-ulama.


Wisnu masih belum paham dengan apa maksud Rey membeli semua barang-barang itu.


Setelah menunjukan semua barang dia beli, Rey langsung menuju lemari Wisnu untuk melihat ijazah Wisnu.


"Huuufftt.... Lengkap sudah," ucap Rey merasa sangat puas.


"Ini ... ini maksudnya apa sih.. loe bisa jelasin!?"


"Gini bro, loe pingin liat istri loe kan? Jadi gua punya ide."


"Ide gimana !!!?"


"Loe akan menyalurkan ilmu agama loe di pondok yang kini Aya tinggali. Loe akan berubah menjadi pak ustad yang dengan suka rela mengajar disana. Dengan begini, loe bisa memantau keadaan Aya tanpa sepengetahuan dia," jelas Rey dengan senyum puas.


Wisnu malah menangis mendengar niatan Rey yang memiliki pikiran konyol.


"Haaaa aaaaa aaaa ...."


PLAAAK !!!! Rey menjitak kepala Wisnu menggunakan buku.


"Lebay amat sih loe pakek nangis-nangis segala.. cepat ganti baju ini. Gua kali ini akan menjadi asisten pribadi pak ustad," ucap Rey tersenyum puas.


...


Kini, dengan penampilan seperti ustadz besar, Rey dan Wisnu tersenyum puas melihat penampilan yang mereka yang sangat berbeda.


"Rey, tapi jika Aya tahu aku melakukan ini, apakah dia tidak marah?" tanya Wisnu yang tiba-tiba ragu.


"Ini adalah salah satu usaha loe untuk menjaga istri loe sendiri. Harusnya Aya tidak marah. Harusnya dia terharu dengan tekat loe yang ingin kembali rujuk dengannya," ucap Rey meyakinkan.


"Tapi ini adalah tindakan berbohong, Rey? Dan Aya sangat suka tidak di bohongi. Sudahlah, lupakan saja. Aku mundur," ucap Wisnu ragu. Meskipun dia sangat ingin melihat Aya, namun dengan membohonginya lagi membuat Wisnu berfikir ulang.


"Jadi, maksud loe kini mau menyerah !?" tanya Rey merasa kecewa.


"Aku cuma tidak ingin membohonginya lagi Rey. Kali ini sungguh aku tidak ingin membuat kesalahan. Aku akan menunggu Aya disini. Oya, tolong berikan ini kepada Mora," ucap Wisnu memberikan sebuah kertas pernyataan.


"Apa ini Rey?"


"Katanya setelah melahirkan, dia bersedia aku talak. Untuk mengurangi beban aku. Tolong berikan ini kepada dia setelah dia melahirkan," ucap Wisnu.


Rey melihat isi surat pernyataan dari Wisnu.


Saya yang bernama Wisnu ****** dengan ini menyatakan metalak 3 istri kedua saya yang bernama Mora ******* dan juga semua wanita yang didunia ini. Saya tegaskan! Saya mentalak 3 semua wanita yang ada di dunia dan saya haramkan jasad ini menikahi wanita didunia "TERKECUALI " dia yang bernama AYA ******* istri pertama saya.

__ADS_1


Tanda tangan


Wisnu ******


Rey terbelalak melihat surat pernyataan dari Wisnu. "Begitu cintanya kah dia terhadap Aya? Bahkan dia sampai mentalak wanita yang bahkan tidak dia nikahi"


"Wisnu, apa loe tidak mau menarik kembali surat pernyataan ini. Ini terlalu berlebihan bro. Kita gak tau bagaimana kehidupan kita kedepannya!!?"


"Apapun kehidupan gua kedepannya. Gua akan mengesahkan siapapun lagi. Aku rela menduda ataupun mati dari pada harus melukai hati Aya lagi dan lagi," ucap Wisnu dengan tatapan putus asa.


Telfon Wisnu berdering membuat Wisnu tersadar dari kesenduanya.


"Assalamualaikum, Iya bik? Ada apa?" sapa Wisnu.


"Wisnu, bibi hanya ingin mengatakan. Bibik dapat kabar dari umi di pondok, katanya Aya kontraksi. Ini kami akan menjenguk Aya. Apa ada yang ingin kamu titipkan?" Suara Bibik neng.


"Iya bik, ada !!. Nanti akan Wisnu antarkan pesanan Wisnu," ucap Wisnu dengan antusias.


..


"Ada Wis !?"


"Bik neng bilang katanya Aya kontraksi. Rey, aku akan membelikan banyak makanan sehat untuk Aya. Buah, susu, vitamin, apa lagi ya ..??" ucap Wisnu terlihat sangat panik.


"Ayok kita ke supermarket. Kita beli kebutuhan Aya dan juga akan Mora," ucap Rey yang tidak ingin membuang waktu.


Singkat cerita. Rey dan Wisnu membeli banyak barang untuk Aya dan juga Mora.


Bik Neneng terbengong-bengong melihat semua barang bawaan yang dititipkan oleh Rey dan Wisnu.


"Wisnu, Bibik dan paman hanya akan naik montor. Ini barang banyak banget. Ini oleh-oleh apa mau buka warung?" sindir bik Neneng.


"Emm, saya akan menyewa mobil pick up," ucap Wisnu antusias.


"Emm, Wisnu. Apa kamu tidak ingin ikut dan melihat istri kamu?" tanya Bibik Neneng yang sangat kasihan melihat wajah dan tampilan Wisnu yang sangat memprihatikan selama 2 bulan di tinggal Aya.


"Saya sangat ingin bik. Tapi bagaimana dengan Aya? Dia sudah mengatakan tidak ingin melihat wajah saya secara langsung," ucap Wisnu sendu.


"Kenapa tidak nyamar saja," ucap Bik Neneng mengusulkan.


Rey tersenyum mendengar saran bik Neneng. Karena itu adalah idenya sedari awal.


Akhirnya, berkat dukungan dari bik Neneng dan paman Ujang, kini Wisnu bertekad untuk menyamar supaya dapat memantau Aya.


Alasan Wisnu hanyalah ingin memantau dan menjaga Aya. Wisnu sengaja harus berbohong supaya Aya tidak merasa terbebani dengan ucapannya sendiri yang tidak ingin melihat Wisnu dan berkontak langsung kepada Wisnu.


Wisnu berjanji dalam hatinya akan menjaga jarak dengan Aya. Kedatangan dia kepondok hanya ingin memantau dan menjaga Aya dari kejauhan.


..


"Baiklah bik, tapi saya tetap akan menyewa mobil untuk mengantar barang ini. supaya Aya tidak curiga saya akan datang di waktu yang berbeda," ucap Wisnu.

__ADS_1


Semua orang hanya mencoba untuk menyemangati wisnu.


Meskipun Rey merasa tersinggung dengan pernyataan Wisnu yang mentalak adiknya diwaktu yang tidak tepat. Namun Rey dapat memahami segala perasaan Wisnu yang benar-benar merasa bersalah. Karena Rey sendiri tidak ingin sahabatnya gagal dan terlambat seperti dirinya dahulu.


...


Di pondok, Aya terkulai lemas sembari menahan keram di perutnya yang sudah mulai terlihat membesar.


Mora mencoba untuk membantu Aya apa-apa yang diperlukan oleh Aya.


"Aya, kamu mau kemana ?" tanya Mora yang cemas dengan keadaan Aya sangat lemas.


"Aku ingin kekamar mandi teh."


"Aku bantu ya?"


"Maaf ya teh udah ngerepotin."


"Kamu ini bicara apa sih. Sudah kewajiban aku membantu kamu."


Aya tersenyum haru dengan kebaikan Mora yang tulus kepadanya.


....


Singkat cerita, kini mobil pick up yang membawa bahan makanan yang sangat banyak membuat para santri antusias untuk membantu.


Axelin yang sedari tadi menahan lapar menatap mobil pick up dengan mata yang menghijau.


"Asyeekk.. kalo rezeki gak kemana !!" ucap Axelin mencoba untuk mengambil beberapa makanan Yanga dan di mobil.


Dengan berpura-pura membantu, Axelin akhirnya menjarah beberapa cemilan dan juga beberapa buah buahan.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Axelin langsung berlari kedalam kamarnya. Ia langsung melepaskan hijab yang dia gunakan karena merasa sangat gerah.


Mora memutuskan untuk kembali kekamarnya karena Aya sudah ada bibiknya yang menjenguk.


Ketika sampai kamar, Mora sungguh sangat terkejut ketika melihat santri baru yang sedang asyik makan didalam kamar.


"Hay, kamu mencuri ya!?" tegur Mora.


"Tidak, saya meminta!" jawab Axelin dengan santai.


"Minta dari siapa!!?" bentak Mora tidak percaya.


"Dari tuhan. Saya berdoa minta makanan lezat dan datang mobil membawa makanan," jawab Axelin dengan santainya sambil terus memakan roti dan buah-buahan.


Merasa kesal karena dirinya tidak dihargai, Mora langsung menyeret Axelin untuk dihadapkan kedepan umi yang juga penanggung jawab pondok.


Alhasil, Axelin dinyatakan bersalah dan kena hukuman untuk membersihkan WC.


Dan dari sinilah hubungan antara Axelin dan Mora tidak baik.

__ADS_1


__ADS_2