
Di rumah sakit seorang pria tidak henti-hentinya menelpon seseorang. Rey dengan cemas, mencoba terus menghubungi salah satu istrinya. Namun, dari mereka tidak satupun yang berhasil dihubungi.
Acara puncak sebentar lagi akan dimulai. Rey harus naik panggung bersama dengan istrinya, Aya.
Namun, sampai saat ini Aya maupun Yunhi tidak ada yang dapat dihubungi.
Wisnu, yang baru mendapatkan seragam kepolisian, kini ikut dalam menjaga keamanan. Wisnu yang melihat Rey terlihat gusar dibelakang panggung mencoba untuk mendekati sahabatnya.
"Bro, ada apa?" sapa Wisnu.
"Em, Wisnu.. ini, Aya tidak dapat dihubungi. Seharusnya dia sudah sampai. Sebentar lagi aku akan naik panggung," ujar Rey merasa gusar.
"Coba kamu telpon Yunhi?"
"Sudah, tapi sama saja tidak bisa. Mereka berdua tidak ada yang bisa dihubungi," sahut Rey cemas.
Disaat sedang dalam fase kebingungan. Mata Wisnu melihat bayangan Aya. Wisnu mencoba untuk memastikan, dan ternyata benar saja.
Aya dapat masuk kedalam acara karena dia membawa kartu nama identitasnya sebagai istri dari Rey Maher.
"Rey, itu Aya," ucap Wisnu memberi tahu Rey.
Rey yang senang langsung mencoba mengintip.
Rey senang akhirnya Istrinya datang. Namun Rey sangat heran, mengapa Aya memakai cadar dan hanya menggunakan baju hitam. Aya sudah memberi tahu jika dia tidak akan pakai cadar dan akan menggunakan baju berwarna cerah ketika di acara.
Aya berjalan dengan ragu-ragu menuju kerumunan yang ada disana.
Mama Salamah yang melihat menantunya langsung mencoba untuk menyambutnya dan mengajaknya untuk duduk bersama.
Namun, karena acara ini dilangsungkan di lapangan terbuka yang ada dirumah sakit, membuat angin sepoi-sepoi menyibak apapun termasuk kerudung besar Aya.
Ketika angin itu menyibak kerudung Aya, terlihat ada bom yang menempel pada tubuh Aya. Sontak mama Salamah yang ingin menjemput menantunya langsung terhenti kaget dan begitupun semua orang.
Beberapa tentara yang menyadari itu langsung siap siaga untuk mengamankan semua orang.
Bahkan beberapa tentara sudah siap dengan senapan yang ada ditangan mereka mengarah kepada tubuh Aya.
Aya hanya terdiam tak bergeming. Langkah kakinya terhenti dan bergetar. Dibalik cadarnya, bibir Aya bergetar sangat hebat. Dibalik gamisnya, kaki Aya serasa telah kehilangan otot-ototnya.
Wisnu dan Rey saling membelalakkan mata lebar lebar melihat apa yang sedang mereka lihat.
Rey dan Wisnu benar-benar tidak percaya. Aya yang mereka anggap baik. Kini telah menunjukan keasliannya. Begitulah pikiran Rey.
"Jangan ada yang pergi meninggalkan tempat ini atau aku akan meledakan tempat ini saat ini juga!!" Suara itu terdengar dari arah Aya. Namun suara telah diubah menjadi suara pria. Sebenarnya, suara itu juga bukanlah suara Aya. Itu adalah suara orang lain yang mengendalikan Aya dari jauh.
Semua orang hanya bisa berdiri mematung tidak percaya. Semua orang berbisik bisik tentang menantu Solehah yang kini menjelma menjadi seorang Teror*s. Rasa takut menyelimuti semua orang, termasuk Tuan Maher dan mama Salamah.
Salah satu tentara bersiap ingin menembak Aya. Namun Paman Tri menahan semua tentara untuk tidak bertindak gegabah.
Aya tidak menunjukan ekspresi apapun karena dia telah diancam. Jika sampai bersuara atau pun menangis, maka bom yang dikendalikan dari jarak jauh akan meledak saat itu juga.
Flashback ....
__ADS_1
Setelah memasuki vila yang ada di hutan. Aya yang setengah sadar terus mencoba untuk memulihkan kesadarannya.
Aya di ikat disebuah kursi individu. Aya terus mencoba melafalkan beberapa ayat untuk meminta kekuatan dan perlindungan.
Aya terus menggeleng gelengkan kepalanya untuk mencari kesadaran yang utuh.
Samar-samar, mata Aya melihat sebuah kaki berjalan berlenggak lenggok menuju dirinya.
Orang itu mencipratkan air kewajah Aya. Merasa satu cipratan tidak cukup. Wanita itu dengan tidak sabar menyiram satu ember air es ketubuh Aya.
Seketika Aya terlonjak kaget dan membuka matanya lebar-lebar. Rasa dingin air es menjalar sampai ketulungannya.
Aya sangat terkejut melihat wanita yang ada didepan matanya.
"Yunhi !!" Satu kata keluar dari mulut Aya. Aya masih tidak dapat percaya. Yunhi tadi terlihat sangat sekarat, namun sekarang kini ia berdiri disampingnya tanpa ada luka satupun di tubuhnya.
"Hay mbak Aya!? Bagaimana kabarmu, lama tidak jumpa," sapa Yunhi dengan wajah tanpa berdosa.
Aya hanya bisa menatap tidak percaya. Mereka barusan mengalami kecelakaan, dan kini Yunhi mengatakan jika mereka telah lama tidak berjumpa.
Tapi, dalam diam Aya menyadari sesuatu.
Aya akhirnya dapat mengerti dengan apa yang telah dia temui pada tempo lalu.
.....
Ceritanya.
Ketika Aya habis mendengar percakapan Bibik Gia, Aya memutuskan untuk cepat cepat pulang pada waktu itu. Bahkan Aya sempat bertemu dengan bibik Gia didepan pintu. Rasa penasaran Aya sangat tinggi pada waktu itu.
.......
Aya membalas senyum Yunhi dengan sangat manis bagaimana Yunhi tersenyum padanya seperti tanpa ada dosa.
"Halo, Kiana Yun. Lama tak jumpa juga," jawab Aya mampu membuat senyum manis Yunhi memudar dan berganti dengan wajah bengis.
Yunhi tidak percaya jika Aya ternyata sudah mengetahui tentang siapa dirinya.
"Ah, mbk Aya. Kamu ini bicara apa. Aku adalah Yunhi, bukan Kiana," jawab Yunhi mencoba untuk membatah ucapan Aya.
"Apa tujuan kamu sebenarnya, Kia !!! Mengapa!!? Mengapa kamu melakukan semua ini kepadaku!! Aku tahu, semua kebaikan kamu hanyalah sandiwara. Waktu di atas tebing, kamu sengaja menekan telakson supaya aku kaget dan jatuh ke tebing.!! Disaat aku sedang belajar mobil, aku tahu tidak ada apapun disana, tidak ada kelinci ataupun hewan apapun. Kamu dengan sengaja melakukan itukan!! Apa, apa salahku padamu sehingga kamu tega melakukan itu padaku!!" teriak Aya yang merasa sudah tidak tahan.
Yunhi yang mendengar tuturan Aya malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaaa, Hahahaaaaa !!! Kamu bertanya "apa". Apa kamu benar tidak tahu jawabnya mbk Aya?" tanya Yunhi dengan tatapan sinisnya.
"Panggil aku Aya. Aku tahu kamu seumuran dengan Rey !!" cetus Aya.
"Oh,, oh... Ternyata kamu sudah tahu banyak ya tentang aku.. Hemm, baiklah. Kita akan mengakhiri ini disini. Akan aku jelaskan kepadamu. Selagi aku menjelaskan padamu, aku harap kamu dapat berkerja sama," Yunhi menyuruh 4 wanita berotot untuk menjagal Aya untuk digantikan baju yang baru.
"Lepaskan, !! Yunhi !! Lepaskan aku !!" teriak Aya histeris. Walaupun sesama wanita, namun mengganti baju ditempat terbuka sangatlah hina bagi Aya.
"Diam, turuti saja atau aku panggil bodyguard laki untuk membantumu mengganti bajumu. Aku harap kamu dapat bekerja sama. Aku hanya membantumu menjaga nama baikmu sebelum kamu menyusul kedua orang tuamu," ujar Yunhi membuat Aya tidak dapat percaya.
__ADS_1
Aya akhirnya hanya bisa pasrah terdiam sembari menahan gejolak marah didalam hatinya.
"Bagus, jika kamu diam, aku juga akan lebih santai untuk menjelaskannya. Sebenarnya aku sangat cemburu kepadamu. Aku sama sekali tidak merelakan kamu bersanding dengan suamiku, dia adalah satu-satunya untukku, meski dia terlahir dari keluarga yang sangat aku benci, tapi aku sangat mencintai dia," ujar Yunhi dengan senyum kemenangan.
Dan...
Yunhi akhirnya mulai bercerita.
Berawal dari 20 tahun yang lalu. Sekeluarga miskin tinggal dikawasan kumuh disebelah kuburan tua. Terdapat satu keluarga yang sangat miskin yang enggan untuk meninggalkan tempat itu meski sudah berulang kali disuruh pindah oleh beberapa orang berbadan besar. Mereka bukanya tidak ingin pindah, namun mereka tidak memiliki tujuan untuk pindah.
Keluarga itu adalah keluarga Kiana Yun saudara kembar dari Yunhi Kia. Keluarga itu terdiri dari, kedua orang tua Yunhi, nenek dan juga Paman.
Usia Yunhi pada saat itu masih berusia 5 tahun. Jelas Yunhi dan saudara kembarnya tidak tahu apa-apa, yang mereka tahu hanyalah. Ada sebuah alat alat besar yang akan menggusur tempat tinggal mereka dan juga kuburan tua yang ada disana. Yunhi dan Kiana hanya bisa menangis melihat ayah dan pamannya dipukuli sampai babak belur, bahkan nenek yang ingin membantu anaknya dipukuli malah didorong sampai akhirnya kepalanya terbentur batu dan mati saat itu juga. Ibunya Yunhi saat itu lebih menderita dari siapapun, di depan suami dan adik iparnya, dia harus dilecehkan sedemikian rupa oleh beberapa pekerja yang akan membongkar tempat tinggal mereka.
Ayah dan paman Yunhi yang sudah babak belur tidak dapat menolong ibunya yang telah dilecehkan.
Sejak kejadian itu, Yunhi dan Kiana bertekad akan membalaskan dendam mereka untuk semua yang sudah keluarganya alami pada saat itu.
Setelah beberapa tahun pergi dan menghilang entah kemana. Mereka datang untuk membalas dendam. Ketika mereka mengetahui jika tanah itu telah dibangun sebuah rumah sakit besar, pada saat itu juga Yunhi dan keluarganya membalaskan dendam mereka secara halus dengan cara mengirimkan vaksin yang telah tercampur dengan obat obat terlarang.
Meski penganiyaan itu dilakukan oleh para orang pekerja. Tetap saja Keluarga Yunhi ingin membalaskan dendam keluarganya kesemua orang orang kaya yang terlibat dalam pembangunan itu. Tanpa adanya keserakahan orang kaya, maka nasib keluarga Yunhi tidak akan semenyedihkan sampai harus kehilangan nenek tersayang mereka secara tragis.
Dendam berlanjut ketika ia berusia 15 tahun, 10 tahun setelah kejadian yang menimpa keluarganya. Di sanalah bagaimana kesalah fahaman terjadi. Yunhi masih mengira jika Paman Tri adalah pembunuh kedua orang tuanya.
..
Aya yang mendengar kisah Yunhi sedikit merasa iba. Betapa kejamnya orang orang itu pada keluarga Yunhi. Namun, apa yang dilakukan Yunhi adalah sebuah kesalahan.
"Yunhi, aku tau apa yang kamu rasakan. Namun, Keluarga Rey tidak bersalah. Yang bersalah adalah para pekerja itu. Harusnya kalian melaporkan para pekerja kepolisi," ucap Aya mencoba membela.
"Apa kamu fikir polisi akan mendengarkan orang miskin seperti kami!? Lagi pula penjara terlalu indah buat mereka. Apa kamu tahu wanita bercadar yang membuat bom meledak!? Mereka adalah istri istri dari para pekerja kejam itu. Hahahaaa, bukankah pembalasan kami sangat indah," ucap Yunhi merasa senang.
Mendengar ucapan gila dari Yunhi membuat Aya sangat takut. Ia sangat takut jika suami dan keluarganya akan dibunuh juga oleh Yunhi.
"Yunhi, aku mohon padamu. Tolong kamu jangan sakiti suamiku ataupun mertuaku. Aku siap menanggung semuanya, tapi aku mohon jangan sakiti mereka," ucap Aya memohon.
Yunhi tersenyum senang. Tanpa basa-basi, Yunhi langsung memasangkan perangkat bom ke tubuh Aya.
"Yunhi, apa kamu lakukan!?" ucap Aya yang merasa sangat takut.
Yunhi menatap Aya dan berkata. " Ledekan bom ini dan hancurkan rumah sakit bersama dengan tubuhmu. Aku berjanji, aku tidak akan melukai suamiku dan juga mertuaku. Tapi, jika kamu menolak, aku akan membunuh mereka semua dan memendamnya dibawah runtuhan bangunan rumah sakit itu," ancam Yunhi.
Kini, demi keluarga yang sangat ia cintai. Aya terpaksa harus memilih pilihan yang begitu sangat berat baginya.
"Tapi kamu berjanji tidak akan melukai Rey?" tanya Aya sekali lagi.
"Aku sangat mencintai, Rey. Rey adalah milikku satu-satunya. Aku tidak rela jika harus berbagi cinta dengan siapapun. Lebih baik aku mati bersamanya dari pada aku harus melihat dia bersentuhan dengan wanita lain. Termasuk kamu,!" jawab Yunhi dengan serius.
Melihat keseriusan Yunhi. Kini akhirnya Aya dengan yakin memilih keputusan untuk menyelamatkan keluarganya meski dia akan kehilangan nyawanya.
...
...
__ADS_1
...
FOLLOW AUTHOR, LIKE, KOMEN DAN VOTE 💞