IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Akhir Kia dan Yun..


__ADS_3

Sebuah berita tentang kematian 4 orang kaya masih ramai dibicarakan. Walaupun kejadian riil kecelakaan, tetap hal itu menjadi buah bibir para netizen.


Mereka semua menduga jika kematian ke-4 orang kaya itu ada hubungannya dengan teror bom dirumah sakit. Karena ke-4 orang kaya itu pernah disebutkan namanya dalam kejadian waktu itu.


Ketika sedang dalam keadaan duka mendalam. Di internet dihebohkan dengan kemunculan klarifikasi dari kedua wanita kembar yang bukan lain adalah Yunhi dan Kiana.


Tepat pukul 12 siang. Rekaman klarifikasi itu langsung tersebar dibeberapa media sosial.


"Balas dendam telah usai. Mereka telah menuai apa yang telah mereka tabur. Orang kaya dapat membeli kesalahannya dengan uang, sedangkan orang miskin yang selalu mendapatkan imbasnya. Kami disini ingin membuktikan, bahwa orang jelata seperti kami dapat membeli kesalahan walau harus membayarnya dengan nyawanya. Mereka yang mati adalah penanggung jawab semua penderitaan yang kami alami. Tuan Maherndra, anda adalah salah satu kebenaran, namun kenapa anda ragu-ragu untuk membela kebenaran!? Anda selamat karena kebaikan anda. Kami tidak akan merobohkan rumah sakit anda karena kami berfikir, walaupun rumah sakit itu berdiri atas nyawa nenek kami, namun tidak dapat dipungkiri jika rumah sakit itu telah dapat menolong banyak nyawa.


Semoga dengan kejadian ini. Untuk kalian para orang-orang kaya dan berkuasa, jangan sesekali membayar kesalahan dengan uang, karena kami orang miskin dapat membayar kesalahan dengan nyawa kami.


Kami akan ke syurga, jadi tidak perlu mencari kami..


Salam damai... Saya Yunhi Kia dan saudari saya Kiana Yun. Selamat tinggal."


Klarifikasi itu diucapkan oleh Yunhi, sedangkan Kiana hanya menatap kamera dan tersenyum manis.


.....


Di Amerika serikat, California.


Seorang wanita kembar mengendarai mobil sembari menikmati pemandangan laut yang membentang.



"HAHAHAAAA ...... HAAHAHAAAAA !!!" tawa Yunhi menggelegar sampai jantung Kiana ingin copot mendengarnya.


"Hay, apa kamu tidak senang dengan keberhasilan kita!? Kenapa kamu diam saja?"tanya Yunhi memandang saudaranya.


"Ah, tidak Yunhi. Aku senang kok," jawab Kiana dengan memaksakan senyumnya.


"Ayolah Kiana.. ini sudah menjadi kesepakatan kita," ucap Yunhi yang mengingatkan Kiana dengan perjanjian mereka pada waktu itu.


FLASHBACK.....


Singkat cerita,


Kita diperlihatkan Aya yang sudah tertangkap dan dibawa kekantor polisi karena kasus teror dirumah sakit.


Rey juga telah membawa Yunhi yang terluka karena kecelakaan untuk pulang kerumah mereka.


Keesokan harinya. Kiana yang mengetahui jika Rey diam-diam akan memberikannya pil obat tidur yang dicampur dengan obat lainnya. Dengan cerdik kiana melabui Rey supaya dia terlihat benar-benar terkena efek dari obat itu. Rey masih belum sadar jika sebenarnya semalam Kiana dan Yunhi sudah bertukar tempat.


Ketika kiana pura-pura tidur, Rey bergegas menemui Wisnu untuk mencari tahu soal tentang kiana.


Saat Rey pergi, kiana dengan cepat mengeluarkan pil tidur yang ia selipkan di bawah lidahnya.


Ketika memastikan mama Salamah tidak ada. Dengan cepat Kiana diam-diam pergi dari rumah itu untuk pergi ke vila.


Ketika sampai vila. Kiana terkejut melihat Bibik Gia telah mati.

__ADS_1


"Yunhi, apa yang kamu lakukan?" tanya kiana.


"Sudah saatnya wanita ini mati. Heh, dia selalu mengelak jika dia bukanlah pelakor. Dia tidak tahu jika sebenernya kita sudah mengetahui kebusukannya saat itu.


Dia sudah mencoba merayu papa dan menggodanya. Bahkan dia berniat untuk mengambil papa dari mama.


Kematian papa dan mama adalah gara-gara dia. Andai dia tidak memaksa papa untuk membuang mama diperbatasan sambil membawa barang terlarang, kemungkinan besar mama dan papa akan masih hidup sampai sekarang," jelas Yunhi.


"Lalu, bagiamana dengan Mora?" tanya Kiana.


"Biarkan saja dia. Aku berfikir jika dia tidak bersalah," jawab Yunhi.


Tiba-tiba, Kiana berlutut dibawah kaki Yunhi yang sedang duduk dengan gaya aroganya. Sesekali Yunhi memainkan pistol yang masih ada ditangannya.


"Ada apa saudariku?" tanya Yunhi tersenyum.


"Yunhi, bisakah kita melupakan balas dendam ini. Aku sungguh sangat mencintai suamiku. Aku tidak sanggup jika harus kehilangannya," ujar Kiana dengan nada cepat.


"Lalu, bagaimana dengan Aya?" tanya Yunhi.


"Kita harus membebaskan dia. Aku fikir-fikir lagi, Aya hanyalah korban dari kecemburuanku," jawabnya.


"Bagaimana kita bisa membebaskannya?" tanya Yunhi dengan santai. Tapi sungguh Kiana sangat berat untuk menjawabnya.


"Yunhi, maafkan aku. Bisakah kita sedikit berkorban untuk menyelamatkan Aya. Ini juga supaya Rey percaya jika aku tidak bersalah," jawab Kiana.


Yunhi tertawa. "Hahahahaa, lalu siapa harus disalahkan?" tanyanya.


"Maafkan aku Yunhi. Bisakah kamu membantuku? Dengan status kamu yang orang gila, aku yakin hukum tidak ada akan menghukum kamu. Kita kembali meneror rumah sakit, aku akan datang sebagai pahlawan, kamu juga bisa menembak aku supaya aku benar-benar bebas dari hukum karena telah melakukan bukti nyata menyelamatkan rumah sakit dan tidak ada hubungannya denganmu. Setelah itu, polisi akan menangkap kamu dan membebaskan Aya," ujar Kiana dengan tangan bergetar.


"Kamu mencoba mengorbankan aku hanya untuk menyelamatkan Aya dan demi cinta kamu. Hemmmm, baiklah.. aku bisa mengorbankan diriku dengan satu syarat. Jika kamu setuju, aku akan melakukan semua yang kamu mau sekarang," ujar Yunhi.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kiana.


"Setelah Aya bebas dari penjara, aku hanya akan mengizinkanmu hidup bersama dengan Rey selama 3 bulan. Setelah itu kita akan membantai orang-orang kaya itu dan pergi!?" ucap Yunhi.


Kiana meremas tangannya dengan kuat.


"Yunhi, izinkan sampai aku bisa memberikan Rey seorang anak. Setelah aku melahirkan seorang anak untuk Rey, aku janji kita akan pergi bersama," ucap Kiana memohon.


"Baiklah. Setelah kamu melahirkan, kita akan langsung membunuh para baj*ngan itu dan pergi dari sini," ucap Yunhi.


"Terima kasih Yunhi. Terima kasih banyak atas kebaikanmu," ucap Kiana sambil bersujud dikaki Yunhi.


Walaupun Kiana gila, namun Yunhi benar-benar lebih gila. Awalnya Yunhi masuk rumah sakit hanya memantangkan rencana mereka, tetapi sandiwara masuk rumah malah membuat Yunhi menjadi gila beneran.


Setelah semua sandiwara terselesaikan. Kiana sangat bersyukur karena tidak sia-sia dia mengorbankan saudarinya, karena setelah kejadian itu, Rey lebih memilih dirinya dari pada siapapun. Bahkan Rey mentalak Aya hanya karena untuk dirinya.


Kiana benar-benar tidak ingin menghabiskan waktu dengan sia-sia.


Tapi semua akan segera berlalu, karena dirinya ternyata hamil.

__ADS_1


Kiana padahal sudah meminum pil KB supaya tidak hamil, karena Kiana belum siap untuk pergi dari kehidupan Rey.


Namun Kiana sadar, ternyata saudarinya Yunhi tidak akan diam saja.


Entah bagaimana caranya Yunhi berhasil mengganti obat pil kb dengan obat penyubur supaya Kiana cepat hamil dan segera melahirkan.


Dengan berat hati, kini Kiana hanya bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin bersama dengan Rey dan membesarkan anak yang ada di kandungannya.


COMEBACK....


Kiana masih melamun menatap lautan, dia sangat merindukan anak yang telah ia lahirkan.


"Yunhi, bolehkah suatu hari aku kembali untuk melihat anakku?" tanya Kiana kepada Yunhi yang masih menyetir dengan santai.


"Kiana, kita akan menyusul mama dan papa. Rey sudah bahagia, aku juga sudah memberinya surat perpisahan," jawab Yunhi dengan senyum manisnya.


"Apa !!?" Kiana terkejut, karena dia pergi tanpa meninggalkan surat apapun.


"Iya, aku memberinya surat memberi tahu jika kedatangan kita ke bumi hanyalah untuk balas dendam, dan sudah saatnya kita akan menjemput mama dan papa ke syurga," jawab Yunhi yang langsung menancapkan gasnya full.


Kiana tercengang dan menggeleng tidak percaya.


"Yunhii,,, hentikaaaannn !! Aku masih ingin hiduuuup !!!" teriak Kiana yang sangat takut.


Namun Yunhi hanya tertawa. "HAHAHAAAA....HAHAHAAAAA... HAHAHAAAA...." tawa Yunhi.


"TIIIDAAAAAAAKKKKKK !!!!!!!" teriak Kiana.


"BRAAAAAKKK....!!!"mobil nabrak pembatas


"BYUUUURRR .....!!!" Dan langsung jatuh ke laut.


Kiana yang masih sadar berusaha membuka pintu mobil dan mencoba untuk keluar, namun entah dari nama, tiba-tiba Yunhi memborgol tangannya dengan tangan Kiana supaya menyatu.


Kiana memberontak, namun sayang. Sepertinya ini adalah akhir dari segalanya.


Disisa-sisa nafasnya. Kiana menyesali perbuatannya.


"Berteman dan mengikuti orang gila maka kita juga akan ikut gila. Jika kamu mau selamat, carilah teman waras yang dapat membimbing kamu kejalan yang benar.


Andai waktu bisa diputar, ingin sekali aku tetap berada disisimu dan membesarkan anak kita. Cintaku padamu akan aku bawa sampai aku mati. Rey, selamat tinggal ..."


Bayangan kehidupan yang indah menghilang kita nafas telah terhenti.


Disisa kekuatannya, Yunhi memeluk Kiana sampai akhirnya jantungnya mereka berdua benar-benar tidak berdetak.


Mobil terus membawa mereka sampai kedasar laut. Kini, mereka benar-benar telah hilang dari muka bumi.


..


...

__ADS_1


..


FOLLOW AUTHOR, LIKE KOMEN DAN VOTE 💞


__ADS_2