
Rey menarik tangan Aya dengan kuat membuat Aya tidak dapat menolaknya.
"Ikut denganku. Akan aku pastikan jika semua akan baik-baik saja," ucap Rey.
"Ak! Apa yang akan kamu lakukan? Aku tidak mau kembali ke acara itu, Ak! Aku sangat malu!" ujar Aya memohon supaya Rey mau melepaskan tangannya dan membiarkannya pergi.
Rey masih diam dan tetap menggandeng tangan Aya tanpa menggubris perkataan Aya.
Setelah kembali ke tengah-tengah acara. Rey dan Aya sama-sama terkejut melihat Mama Salamah sudah ada di atas panggung untuk melakukan klarifikasi.
Yang membuat Aya dan Rey tambah terkejut adalah. Sebuah foto yang terpampang jelas di sebuah layar besar.
Itu adalah foto Aya dan Rey yang sedang timpa tindih.
Rey dan Aya membelalakkan mata mereka. Jantung mereka tiba-tiba berdetak sangat kuat. Mereka tak percaya jika kejadian itu ternyata terpotret oleh Vino ketika dia sedang ber-selfi.
"Untuk semua hadirin yang ada disini dan juga untuk semua yang ada diluar sana. Saya disini ingin mencoba untuk mengklarifikasi tentang foto ini. Sebenarnya, anak saya Rey telah rujuk kembali dengan mantan istrinya yang bernama Aya. Sebenarnya memang belum lama mereka telah rujuk, semua karena demi anak-anak mereka! Dan kejadian barusan, kemungkinan karena keterkejutan menantu saya saja, tidak lebih!" jelas Mama Salamah. Demi reputasi nama baik keluarga, mama Salamah terpaksa melakukan sandiwara.
"Nah! Itu dia pengantin lama dan telah bersemi kembali. Lihatlah mereka, bukankah mereka kini baik-baik saja. Sudah saya katakan, semua hanyalah salah faham saja. Untuk anak saya dan menantu saya, silahkan naik keatas dan berikan penjelasan kalian supaya tidak terjadi salah faham," ucap Mama Salamah menunjuk Aya dan Rey yang sedang bergandengan tangan.
Rey mengerti, mamanya melakukan ini demi reputasi Keluarga dan perusahaan.
"Ehm!" Rey berdehem dan menatap Aya. Mata Rey seolah-olah berkata jika, semua akan baik-baik saja.
Karena tekanan dari semua orang yang melihat kearah mereka. Membuat Aya akhirnya mengikuti permainan takdir.
Terlihat jika Vino dan Hani sama-sama menundukkan kepala mereka. Rey tahu, jika anaknya sedang merasa sangat bersalah. Sungguh Vino dan Hani tidak tahu tentang foto itu. Dan kini semua sudah terlambat.
__ADS_1
Rey menaiki panggung yang hanya setinggi satu meter.
Cek!
Cek!
Rey mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Para hadirin yang saya hormati. Saya meminta maaf dengan apa yang telah barusan saja terjadi. Sebenarnya, saya ingin mengatakan jika kami memang sudah rujuk kembali dan semua demi anak-anak. Kecanggungan masih melekat pada diri kami. Hehe, kalian tahulah bagaimana rasanya cinta lama bersemi kembali. Em, sebenarnya kami sedang ada masalah kecil, biasalah masalah rumah tangga. Tetapi, apapun itu saya sangat mencintai wanita yang ada disamping saya. Bisa kalian lihat sendiri, setelah kejadian itu nyatanya kini kami kembali sambil berpegangan tangan," ucap Rey mencoba untuk meyakinkan semua orang.
Aya, dia hanya bisa terdiam tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Didepan semua orang dan didepan awak media. Aya hanya bisa tersenyum tipis untuk menyamarkan keterkejutannya dan kecanggungan dengan kebohongan besar yang sedang terliput.
Mama Salamah dan Tuan Maher hanya bisa tersenyum melihat semua ini. Mereka juga tidak menyangka jika hal seperti akan terjadi.
Vino dan Hani masih setia untuk menundukkan kepala mereka. Sungguh mereka masih sangat merasa bersalah. Karena mereka, kedua orang tuanya terpaksa berbohong didepan umum demi menjaga reputasi nama baik keluarga.
Axelin yang awalnya sangat puas telah mempermalukan Aya. Kini terbalik terjungkal dengan keadaan. Ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
Semua orang bertepuk tangan dengan keromantisan Aya dan Rey. Awak media dengan gila mengambil foto Aya dan Rey yang sedang saling merangkul. Sungguh, Aya dan Rey sama-sama tak berdaya. Semua sandiwara akhirnya harus mereka lakukan.
Dan hal yang paling tidak terduga adalah. Semua orang satu persatu naik panggung untuk mengucapkan selamat kepada Aya dan Rey seolah-seolah mereka adalah pasangan pengantin baru.
Aya ingin sekali mengakhiri sandiwara ini dan berlari menjauh dan menghilang. Tetapi, jangan untuk berlari. Menekukkan lututnya yang terasa keram saja dia tidak berani.
Rey dengan senyum ramahnya menyambut semua tamu yang ingin memberikan selamat.
Tuan Qodir pun tak luput untuk memberikan selamat.
__ADS_1
"Ah, selamat Tuan Rey! Saya tidak menyangka jika berita ini memang benar apa adanya. Sangat senang melihat kalian rujuk kembali. Semoga bahagia dunia akhirat. Amiin!" ujar Tuan Qodir.
"Hehe. Sama-sama Tuan Qodir. Terima kasih banyak telah mendoakan kami. Semoga anda juga segera melepaskan masa lajang Anda," gurau Rey.
"Ah, anda seperti tidak tahu saja jika saya sedang berusaha untuk mendekati seseorang!" sahut Tuan Qodir.
Rey hanya tersenyum dan merangkul temannya.
"Semoga berhasil, kawan!" bisik Rey.
"Terima kasih banyak, Kawan. Hehe!" sahut Qodir.
Aya mengerutkan keningnya. Iseng dia berbisik kepada Rey.
"Ak! Memang siapa yang sedang akan dekati Tuan Qodir?" bisik Aya.
"Axelin!" jawab Rey lirih tanpa menoleh kewajah Aya. Bukan tanpa alasan, sungguh Rey sedang tidak sanggup untuk menatap Aya. Jika memilih, ia lebih baik memilih melompati gedung ini dari pada harus menatap wajah Aya.
Mungkin harga diri Rey depan semua orang baik-baik saja. Tetapi didepan Aya, sungguh Rey sama sekali merasa tidak memiliki harga diri.
Aya melihat wajah Rey dengan sendu.
"Apakah a'ak Rey masih marah kepadaku?" batin Aya merasa kecewa.
Ia merasa pengorbanannya yang mengikuti sandiwara ini hanyalah sia-sia. Nyatanya, Rey masih marah kepadanya."pikir Aya!
..
__ADS_1
...
jangan lupa like. favorit dan follow akun novel author.